"Pa... Anak-anak kenapa belum pulang ya?" Ucap wanita paruh baya yang sedang menatap cemas jam dinding.
"Mungkin mereka sedang menikmati masa mudanya. Sudah jangan terlalu mengekang mereka lagi, mereka sudah cukup umur untuk mengerti baik dan buruk." Seorang lelaki paruh baya mendekati wanita tersebut dan mengelus pelan punggung istrinya.
"Tetapi sudah hampir jam 10 malam! Mama khawatir terjadi sesuatu pada mereka."
Sang wanita tersebut kemudian mencoba menghubungi anak sulungnya beberapa kali, namun gagal.
Kini, ia mencoba menghubungi putra bungsunya. Akhirnya, setelah lama menunggu panggilannya terjawab juga.
Setelah berbincang cukup lama dengan putra bungsunya, tiba-tiba putranya mematikan telepon dari wanita tersebut.
Ia mencoba menghubungi kembali putranya, namun tidak disangka nomornya tidak dapat terhubung.
Ia mencoba menghubungi kembali dengan ponsel suaminya, lagi-lagi panggilan tidak dapat terhubung.
Ia tak kuasa menahan rasa khawatirnya terhadap putranya. Ia takut, jika mereka benar-benar pergi dari rumah.
Menyesali semua perkataannya di telepon, ia pun tak kuasa menahan tangis di pelukan suaminya.
~~
Saat akan mengelap tanganku yang penuh darah, suara sirine terdengar semakin keras dan seperti mendekat ke arahku.
Aku tidak ingin tertangkap, lebih baik aku yang berpura-pura menjadi korban.
Aku segera membangunkan orang-orang yang telah kupukul, membersihkan luka mereka seadanya dan menyuruh mereka segera kabur dari sini.
Sementara mereka berusaha melarikan diri, aku berpura-pura pingsan di atas genangan darah.
Baru saja aku sembuh dari luka di punggung, kini giliran perutku yang menjadi sasaran serangan.
Aku sudah tidak memperdulikan baju seragamku yang telah beraroma anyir dan berwarna semerah darah.
Aku menikmati pura-pura pingsanku, sampai aku tertidur pulas di atas tanah.
Tubuhku amat sangat lelah, tak mampu lagi aku bergerak dan berlari mencari Kak Zhan lagi.
Biarlah ia yang kini mencariku.
~~
Aku segera meninggalkan Lian untuk mencari pertolongan, aku harap dengan aku pergi. Aku tak menjadi beban untuknya.
Aku melihat kanan dan kiri untuk memastikan apakah ada orang yang melintasi daerah ini.
Namun, daerah disini terlalu sepi. Pantas saja, tiga orang yang tadi mengikutiku, memaksa untuk masuk daerah gang sempit ini.
Kuputuskan untuk memanggil 110-nomor polisi.
Enam petugas kepolisian telah ditugaskan untuk kemari.
Sembari menunggu, aku mencoba mencari pertolongan. Aku ingin pergi ke taman, tetapi aku takut meninggalkan Lian terlalu jauh.
AAARRGHHH, SIALAN. KENAPA TIDAK ADA ORANG SAMA SEKALI?! Andai saja aku bisa beladiri, entah apapun itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Protect My Brother [END]
ActionLian seorang adik laki-laki dan Zhan adalah kakak laki-lakinya. Zhan yang menderita gangguan psikologis membuat Lian harus selalu berada di samping Zhan. Bagaimana kisah perjalanan mereka? Akhir akhir ini, kakak pulang dengan bau alkohol yang menyen...
![Protect My Brother [END]](https://img.wattpad.com/cover/290369412-64-k980387.jpg)