Chapter 18: something at school

104 34 1
                                        

Liburan musim dingin tahun ini, ku habiskan dengan menunggu Kak Zhan di rumah sakit.

Sebenarnya kak Zhan sudah dapat kembali ke rumah semenjak beberapa hari yang lalu.

Namun, ia memilih untuk menetap di rumah sakit hingga akhir masa liburan musim dingin.

Aku heran kenapa ia lebih memilih untuk merenung di tempat menyesakkan ini.

Yah, Ini semua ada alasannya kenapa dokter membiarkan kakak menentukan sendiri kapan dia ingin keluar dari rumah sakit.

Ini berhubungan dengan kesehatan mental kakak. Karena dikhawatirkan akan kambuh bila keluar dari rumah sakit.

~~

Klekkk .....

Seseorang datang membuka kenop pintu dan datang ke arahku.

"Hey Zhan, bagaimana kabarmu?"

Kakak memiringkan kepalanya, untuk melihat seseorang yang berada tepat di belakangku.

Raut wajahnya berubah menjadi linglung, seakan-akan bertanya siapa disana?

"Hey, sombong sekali tidak mau menjawab pertanyaanku." Sahutnya seseorang itu sekali lagi.

Aku memberitahu kakak siapa sosok yang sedang menjenguk saat ini, "Ini Kak Rego, temanmu sekelas." Jelasku.

Kakak mengangguk dan melemparkan senyum kepada Kak Rego.

"Aku baik, terimakasih telah berkunjung."

Kak Rego membuka tas miliknya, lalu menyodorkan sebuah buku kepadaku, meminta untuk menyimpannya di dalam laci.

Aku tidak tahu buku apa itu, karena tidak berani untuk melihat ataupun sekedar mengintip dari sela-sela lembaran.

"Itu buku apa kak?" Tanyaku.

"Catatan utang, hahahaha." Candanya.

Kak Zhan tertawa hingga tersengal-sengal. "Ngga dek, ini buku catatan pelajaran" ujar kakak dengan tawanya. Kak Zhan lalu melempar sepotong apel ke arah Kak Rego.

"Ahhh Zhan ... aku hanya bercanda"

Drrrttt Drrrttt
______________
Pak Prapti:
Lian, apa kamu bisa menemui bapak di sekolah sekarang?

Pak Prapti:
Ada yang ingin bapak sampaikan, ini mengenai kakak mu.

Mengenai kak Zhan? Apa yang ingin Pak Prapti bicarakan denganku. Pikirku.

Lian:
Baik pak, saya akan segera ke sekolah
_

_____________

"Siapa dek? tanya Kak Zhan.

"Pak Prapti kak, dia menyuruh ku ke sekolah sekarang"

"Sekarang?"

"Iya kak, katanya ingin membicarakan sesuatu."

Aku langsung berdiri dari kursi, "Kak Rego kau bisa duduk disini" ujar ku sambil mengambil tas tangan yang ada di atas laci.

"Terimakasih" Kak Rego langsung menempati kursi itu. Sebelum pergi Kak Zhan mengacak-acak rambutku. Ya! sudah ke tiga puluh tiga kalinya dia melakukan itu pada rambutku.


Aku berjalan menuju pintu.

Klekkk

Aku membalikkan badan ku, "Kak Rego tolong jaga kakak ku dengan baik" Kak Rego hanya tersenyum padaku. Aku anggap itu sebagai jawabannya. Aku keluar dari kamar dan bergegas menuju sekolah.

Winter vacation at the hospital
Fun is not it?
Of course, because I'm with my dear Brother

Protect My Brother [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang