Alasan Kami Memilihmu

252 21 9
                                        

Maafkan aku, tapi akan ada dua orang dari agensi Daniel yang membantu kalian nanti. -Hyora

***

Suasananya cukup canggung ketika dua staff dari agensi Daniel memperkenalkan diri sambil mengatakan mereka akan menggantikan Hyora. Walaupun masih bingung, member bisa handle situasi ini dengan profesional. Setelah Taeyong membacakan pesan dari Hyora, member hanya menurut. Koreografer juga tidak mempermasalahkan.

***

"Kau yakin tidak minum?" tawar Daniel

Hyora menyisir rambut dengan jemarinya "Haha, situasiku adalah waktu yang tepat untuk minum wine ya"

Daniel tersenyum seakan mengiyakan apa yang Hyora katakan. Mereka tidak di tempat asing, Hyora dan Daniel ada di dalam hotel yang ditempati NCT. Setelah diajak keluar venue oleh Daniel, Hyora ditawarkan untuk minum juga. Seakan tidak lupa dengan pekerjaannya, Hyora memilih hotel ini.

"Aku tidak minum" tolak Hyora "Ginjalku tidak berteman dengan alkohol, sayang sekali padahal mahal harganya" lanjut Hyora seakan menjawab pertanyaan di kepala Daniel.

"Lalu kenapa kau mau saja aku ajak minum?" Daniel bertanya sambil tersenyum

"Bukankah kamu juga harus mabuk? kau baru saja dicurangi" 

Daniel memenangkan soloist pria seharusnya. Setelah menenangkan Hyora diluar venue ia mendapat telepon dari manajernya kalau namanya diganti secara sepihak oleh pihak TV. Setidaknya itu yang Hyora tau. Hyora sempat menolak ketika diajak mabuk oleh Daniel, bayangkan saja sibuk agensinya kalau Daniel kabur begitu saja. "Sungguh? Aku CEO dari agensiku sendiri" jawab Daniel tidak melepaskan genggamannya dengan Hyora. Begitulah bagaimana mereka berdua berakhir di hotel ini. Siapa lagi kalau bukan saran Hyora, ia ingin berhemat biaya transportasi.

Hyora meneliti setiap senti wajah Daniel. Sejak pagi ia memang tidak terlalu merasakannya, tapi kini Hyora tau apa yang mengganjal pikirannya. Seperti, kenapa ia bisa percaya pada Daniel, kenapa Daniel mudah menerimanya, atau saat ini saja, bagaimana bisa Hyora bisa duduk bersama.

Daniel tidak bisa berbohong kalau ia tau dirinya sedang diperhatikan. Ia yakin ada banyak pertanyaan di kepala Hyora, tetapi wanita di hadapannya ini lebih memilih diam. Lebih seperti 'bukan urusanku, lebih baik aku pendam'. 

Hyora-shi. Sepertinya kita perlu bicara. Bisakah kau datang ke kantorku besok?

CEO Lee

Hyora menatap ponselnya sedikit lebih lama. Ia tidak bisa mengontrol pikirannya yang mulai membuat skenario buruk. Ia menghadapkan layar ponselnya ke meja, kemudian mengalihkan perhatiannya ke jendela. Seetidaknya ia bisa istirahat beberapa jam sebelum esok. 

TING!

"Ponselmu bunyi lagi" 

"Tidakkah, kau, melupakan itu untuk sejenak?" jawab Hyora dengan tetap menutup matanya

"Bukalah. Aku juga seorang CEO. Aku pasti kecewa kalau kau tidak membalas dengan cepat. Aku membantumu" jawab Daniel sambil meminum wine nya.

Benar. Hyora bekerja disini. Ia harus bisa memisahkan perasaan pribadinya dengan pekerjaan. Tindakan bodohnya menjadi back dancer Sangho saja sudah gila. Ditambah lagi waktu tampil yang akhirnya tetap dipotong. 

"Hah" Hyora tertawa remeh "Aku gila"

"Berhenti menyalahkan apa yang sudah terjadi" Daniel mengelus kepala Hyora "Buka ponselmu lalu bersiap" Ia kemudian membalikkan ponsel Hyora sehingga menghadap keatas. 

Manajer-nimTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang