they are back. (part 2)

63 7 0
                                        

***

Aku juga comeback, wkwk. Kayaknya Manajer-Nim sudah terlalu lama di draft aku. Ada beberapa masalah duniawi menimpa aku (selain alasan hiatus kemarin). Jadi draft ini terlalu lama ke-pending. I'll try my best untuk segera merampungkan Manajer-Nim. Terima kasih banyak udah stay buat Manajer-Nim. 

Nyalain notif nya, by vote or follow me, jadi ngga kelewat bab selanjutnya sampe selesai nanti. 

Aku baru sadar kalau Manajer-Nim udah berumur kurang lebih 4 tahun. Jadi, aku mohon maklumi kalau dalam penataan bahasa dan/atau 'feel' nya ada yang berbeda. Aku melalui banyak hal dalam tahun-tahun itu. Tapi aku mohon untuk tetep sayang ama Manajer-Nim berakhir ya. Tengkyu :)

***

Banyak atensi yang sudah Hyora dapatkan belakangan ini. Hyora tau banyak yang mencarinya, dan ia merasa terlalu lelah untuk menanggapi. Terlalu banyak hal yang terjadi dalam beberapa hari ini. Ia bahkan sengaja membiarkan telepon selulernya mati kehabisan baterai akibat terlalu banyak panggilan dan notifikasi yang masuk.

"Aku harus segera kembali" gumam Hyora sambil mengelus dadanya.

"Kita?" timpal Johnny

Hyora menoleh sebentar, menatapi sepasang mata yang ternyata ada di sampingnya 

"Kita" Hyora sedikit mengkoreksi.

"Are you ok?" Hyora yang tidak berhenti mengelus dadanya membuat Johnny khawatir. Mengingat bagaimana belakangan ini terjadi padanya, mustahil Hyora baik-baik saja.

Dada Hyora masih terasa menusuk, ia tidak berniat melepaskan tangannya walaupun membuat Johnny khawatir "Sepertinya tidak ada jawaban yang cocok untuk situasi seperti ini" Hyora mengalihkan pandangannya "Bohong kalau aku bilang aku baik-baik saja. Tetapi aku tidak seburuk itu"

***

Bagaimana keadaannya?
-Choonhee

Tidak baik sudah pasti, tapi tidak berantakan.
- Sunjung

Sunjung mematikan dan meletakkan ponselnya di atas meja dapur.  Memikirkan bagaimana nasib dia dan Hyora nantinya. Taeyong menceritakan apa yang terjadi sebelum gempa terjadi. Sehingga semuanya menjadi masuk akal dengan Hyora yang terlihat lebih kosong dari sebelumnya.

"Dia sudah misterius, sih sebelumnya" gumam Sunjung. 

"Eum" Taeyong menyetujui kalimat Sunjung. "Aku masih tidak percaya ada bentukan manajer artis seperti Hyora" lanjut Taeyong

"Walaupun aku masih penasaran bagaimana dia menemukan hubungan kita, aku lebih penasaran dengan isi kepala Hyora yang malah melindungi hubungan kita"

"Ya" Taeyong kembali setuju "Aku harap dia tidak hanya sebatas manajer sementara saja"

"Lukamu bagaimana?" tanya Sunjung mengalihkan topik

"Eum, sudah lebih baik. Kalau kata Hyora, ini bisa membuat comeback kami tertunda lagi" jawab Taeyong sambil memperhatikan luka-lukanya yang sudah diobati.

Sunjung mengambil nafas kemudian membuka lagi ponselnya.

Sudah kupesankan tiket untuk kalian berempat, pulanglah dengan selamat. Kumohon.
- Choonhee

Baik, unnie. Kami akan pulang dengan selamat. Kau istirahatlah- Sunjung

"Aku berusyukur kalian selamat" Sunjung masih tenggelam dalam pikirannya. Dari gempa sampai sekarang dia di US menyusul, semua tidak masuk akal. Ia takut. Sangat. Kemudian ia menatap punggung Hyora. Dalam hatinya, ia bersyukur.

Manajer-nimTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang