"Ji,"
"Aji,"
Fenly tengah tertidur di sofa ruang Ricky di rawat. Tidur ya seakan terusik mendengar suara Ricky memanggil nama seseorang.
Kedua netra Fenly perlahan terbuka. Dia semakin mendengar jelas nama yang di panggil oleh sang Abang.
"Aji!"
"Jangan tinggalin Abang!"
Ternyata Ricky sedang menginggau. Dia terus-menerus memanggil nama Fajri.
Fenly geram. Tidurnya harus terbangun akibat nama Fajri selalu disebutkan.
"Aji! Lo lagi sakit pun sungguh menyusahkan Bang Iky!" kesal Fenly.
Fenly semakin marah jika mengingat tentang Fajri. Andai saja tadi dia berhasil membuat Fajri bahagia untuk selamanya, Fenly dan Ricky akan hidup dengan tenang.
Fenly mengelus pelan punggung tangan kanan Ricky. Dia memegang kening Ricky dan rasanya panas sekali.
"Pantas saja, Bang Iky lagi demam," ucap Fenly.
Pemuda berparas tampan itu segera mengambil handuk kering, lalu membasahi di pancuran air keran. Setelah selesai, Fenly berjalan kembali ke tempat Ricky. Dia taruh kain basah itu di atas kening Ricky.
"Bang Iky, cepat sembuh ya. Ovel rindu makan sama Abang, bercanda dan saling bertukar cerita bersama."
Tak terasa Fenly sudah menitihkan air mata. Ricky pun sudah tidak mengigau lagi. Rasa kantuk membuat Fenly merebahkan kepala di sisi tempat tidur Ricky.
"Semoga cepat sembuh, Bang Iky," ucap Fenly menutup kedua mata pelan.
_$_$_
Pagi hari telah tiba, di ruang perawatan Ricky. Jari-jari tangan Ricky bergerak perlahan.
Fenly yang tidur di dekat tangan Ricky terbangun. Fenly mengucek mata pelan dan menatap datar tangan Ricky.
Seketika kedua bola netra Fenly terbuka lebar. Rasa kantuk langsung menghilang digantikan rasa senang.
"Alhamdulillah, Bang Iky sadar juga," ucap Fenly bersyukur.
Perlahan kedua netra Ricky terbuka. Cahaya lampu di ruangan membuat netra Ricky harus menyesuaikan terlebih dahulu.
"Eumm," Ricky mengerang kecil.
"Bang Iky. Mau minum?" tanya Fenly antusias.
Ricky menatap Fenly sebentar, lalu menganggukan kepala kecil. Fenly langsung bergerak cepat mengambil segelas air putih. Di ruangan Ricky terdapat fasilitas lengkap.
Fenly memberikan segelas air putih kepada Ricky. Kepala Ricky masih terasa pusing untuk bergerak pun sedikit susah. Fenly membantu Ricky dengan mengubah posisi tiduran menjadi duduk.
"Nih Bang, minum pelan-pelan ya," ujar Fenly.
Ricky minum dengan pelan. Kerongkongan sudah tak kering lagi. Ada perasaan lega setelah menyentuh air.
"Terima kasih," ucap Ricky parau.
"Iya. Bang Iky juga sudah tidak demam juga."
Fenly memeriksa kening Ricky. Dia juga menyingkirkan kain yang sudah kering di taruh di atas meja.
"Bang... Ovel khawatir waktu dikabarkan Bang Iky sakit. Rasanya dunia Ovel runtuh bila melihat kondisi Bang Iky seperti ini."

KAMU SEDANG MEMBACA
My Brother's [END]
Fiksi PenggemarHanya sebuah karya fanfiction tentang UN1TY. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat dan latar cerita. Ini hanyalah cerita fiktif belaka. Terima kasih :)