Being An Anonim

1K 108 95
                                        

°•START•°

Jaehyun masih tidak bisa melupakan Jungwoo. Kenangan mereka bersama terlalu nyata untuk di anggap ilusi semata. Namun di saat bersamaan, Jaehyun di paksa untuk tidak berlarut-larut dalam kenangannya bersama Jungwoo. Pekerjaan mengharuskannya ke perusahaan hari ini dalam suasana hati yang buruk.

Ketika dia melangkah, semua karyawan merasakan dingin yang mengintimidasi sehingga tidak berani untuk menyapa dan hanya sekedar menundukkan kepalanya.

Taeyong pun berjalan dalam diam di sampingnya. Setelah di pukuli tiba-tiba oleh Jaehyun kemarin, suasana di antara mereka tiba-tiba menjadi canggung. Taeyong yakin Jaehyun masih kesal padanya walau dia sendiri tidak tahu apa kesalahannya, untungnya mereka berdua masih bisa bersikap profesional dalam pekerjaan.

Taeyong menemani Jaehyun hingga masuk ke dalam ruangannya. Langkahnya ikut terhenti ketika Jaehyun berhenti memandang meja kerjanya dengan tatapan dalam, ada sedikit kesenduan di dalamnya.

Berhenti di depan meja kerjanya sendiri, Jaehyun terbayang ketika dia melakukan 'itu', dengan Jungwoo di atas mejanya, kemudian matanya beralih ke arah sofa dan jendela di ruangan tersebut. Kenangan manis dan menggoda itu kini berubah menjadi begitu pahit dan menyedihkan baginya yang tidak bisa menemukan keberadaan kekasihnya.

Taeyong hanya bisa menebak bahwa Jaehyun sedang berhalusinasi tentang si Kim Jungwoo itu lagi jadi dia segera berusaha menyadarkannya mengingat ada banyak berkas yang harus Jaehyun tandatangani.

"Daepyonim? Daepyonim? Jung Daepyonim!!"

Jaehyun tersentak dan segera menoleh ke arah Taeyong dengan tidak senang dan membuat pihak lain merasa bersalah dan gugup kembali.

"Itu... Laporan yang memerlukan tanda tangan anda sudah saya satukan di sebelah sini, sementara yang itu adalah proposal dan data terkait beberapa proyek yang cukup menjanjikan untuk diinvestasikan, silahkan anda membacanya terlebih dahulu." Taeyong menjelaskan dengan lancar tanpa berani menatap mata Jaehyun.

Begitu penjelasannya berakhir, Jaehyun hanya mengucapkan satu kata dengan dingin, "keluar" dan Taeyong segera pergi dari sana.

Jaehyun menghela nafas panjang dan memijat pelipisnya yang kembali terasa pening. Menghadapi setumpuk dokumen, Jaehyun mulai bekerja.

Tak lama pintu ruangannya di ketuk, dengan seizin Jaehyun sosok wanita cantik muncul dari balik pintu. "Daepyonim, ini laporan keuangan hasil revisi yang anda minta."

Jaehyun menyipitkan matanya karena fitur wajah wanita itu tidak asing. Jaehyun melirik pada id card yang tergantung di leher wanita itu dan akhirnya mengingatnya.

"Lee Mijoo-ssi?" Jaehyun menyebut namanya ketika Mijoo telah menaruh laporannya di atas meja.

Mijoo segera menoleh dan menjawab "Ya, Daepyonim?"

"Aku punya beberapa pertanyaan untukmu, duduklah." Jaehyun sudah lebih dulu berjalan ke sofa dan mempersilahkan Mijoo kemudian.

Mijoo duduk dengan gugup dan Jaehyun menyadarinya, jadi dia segera berkata, "jangan gugup, aku hanya ingin tahu lebih jauh tentang dirimu."

Tapi kata-kata Jaehyun justru membuat Mijoo merasa semakin gugup. Kenapa sang atasan tiba-tiba ingin tahu tentang dirinya? Apa dia telah melakukan kesalahan?

Mau tak mau Mijoo hanya tersenyum canggung sebelum mempersilahkan Jaehyun untuk bertanya, "Silahkan bertanya Daepyonim."

"Kau... Apa kau mengenal Kim Jungwoo?"

"Kim Jungwoo?" Alis Mijoo menyatu dengan keheranannya, tidak butuh waktu lama baginya untuk kembali melanjutkan ucapannya, "maaf tapi saya tidak mengenalnya Daepyonim."

ANONIM - JaewooCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang