°•START•°
Jungwoo berbaring seperti ikan mati di atas tempat tidur. Seluruh tubuhnya terasa pegal terutama bagian bawahnya yang terasa pedih. Bagaimanapun ini adalah pertama kalinya untuk Jungwoo, dia banyak berteriak kesakitan semalam.
Beda Jungwoo, beda pula Jaehyun. Dia tampak segar keluar dari kamar mandi, Jaehyun membantu Jungwoo membersihkan diri sebelum tidur lalu kemudian membersihkan dirinya sendiri. Ketika dia melihat Jungwoo tengah berbaring dengan tatapan kosong, Jaehyun dengan handuk yang masih terlihat di pinggang, segera menghampiri Jungwoo sambil tersenyum lebar.
Jaehyun menunduk dan segera mencuri satu kecupan dari bibir Jungwoo. "Kenapa bangun hm? Ini masih pagi, tidurlah lagi, aku akan menemanimu."
Jungwoo hanya mengerang pelan ketika Jaehyun sudah berbaring di sebelahnya dan menariknya masuk ke dalam pelukannya. Dia dengan bebas menghirup aroma sabun yang sama dari tubuh Jaehyun dan kembali memejamkan mata.
Hingga matahari telah terbit cukup tinggi pagi itu, Jaehyun terbangun oleh nada dering dari handphonenya.
Dengan mata setengah terbuka, Jaehyun mengangkat telfon dan bergumam, "hmm?".
"Daepyonim sudah hampir pukul 9 anda belum tiba di kantor, apa terjadi sesuatu? Perlu saya menjemput anda?" Suara akrab Taeyong menyapa telinga Jaehyun dan membuatnya mendengus.
"Aku tidak akan ke kantor hari ini, tangani yang bisa kau tangani, dan hanya kirimi aku hal-hal yang penting lewat email." Nada malas yang memerintah itu benar-benar terdengar sangat sexy.
"Daepyonim apa terjadi sesuatu?" Taeyong penasaran dan bingung apa yang membuat Jaehyun terdengar malas seperti itu.
Namun sebelum mendapatkan jawaban, Jaehyun sudah lebih dahulu menutup telepon dan melemparkan handphonenya ke samping. Berbalik dan kembali memeluk erat kekasihnya yang masih pulas tertidur di bawah selimut.
Menunduk, Jaehyun bisa melihat wajah polos Jungwoo dengan bibir pinknya yang sedikit terbuka, menggodanya. Terlihat polos dan murni namun menggiurkan di saat bersamaan. Jaehyun merasa haus tiba-tiba.
Pertama satu ciuman di dahi, kemudian dua ciuman di mata kiri dan kanan, dilanjutkan dengan ciuman di hidung, dan terakhir ciuman dalam di bibir.
Dalam tidur pulasnya, Jungwoo merasa terganggu oleh sesuatu yang membasahi wajahnya terutama bibirnya. Karena itu dia akhirnya membuka mata, mengedip pelan, dan mengalihkan pandangannya pada sesuatu yang bergerak di lehernya. Di sana ada Jaehyun yang tengah asik menggigiti lehernya.
Merasakan pergerakan Jungwoo, Jaehyun mengangkat kepalanya dan mengecup kening Jungwoo sebelum berkata, "kau sudah bangun??"
Dalam keadaan yang belum sepenuhnya sadar, Jungwoo hanya secara intuitif mengangkat tangannya untuk mengelus wajah Jaehyun dan bergumam kecil sambil tersenyum.
Senyum Jungwoo membuat hati Jaehyun menghangat, dia mencium gemas bibir Jungwoo dan bertanya, "ingin olahraga pagi?"
"Hum? Tapi aku malas bangun, badanku sakit semua." Jungwoo cemberut dan mulai mengeluh dengan tatapan memelas.
Di atas sana Jaehyun tersenyum ambigu, mendaratkan satu ciuman lagi dan berkata, "tidak perlu bangun, kita akan melakukannya di sini dan kau hanya perlu berbaring. Biarkan aku menjadi trainermu."
"Benarkah? Baiklah." Jungwoo dengan polosnya mengangguk setuju.
Hanya ketika Jaehyun telah menyingkap selimutnya, membuka lebar kedua pahanya untuk dililitkan pada pinggangnya, barulah Jungwoo merasa aneh.
KAMU SEDANG MEMBACA
ANONIM - Jaewoo
FanfictionPair : Jaehyun Jungwoo Genres: Fantasy, Romance, Drama, boyslove Jaehyun adalah sosok tanpa nama bagi Jungwoo, layaknya anonim. Jungwoo adalah sosok yang menghilang tanpa alasan bagi Jaehyun, layaknya anonim. Layaknya anonim yang tidak diketahui bag...
