Back To The Universe

722 106 18
                                        

°• START •°

Hanya dua jam setelah Jungwoo di bawa ke rumah sakit dan Jaehyun tiba di Seoul. Taeil segera menjemput di bandara dan mengantarkan Jaehyun langsung ke Pusat medis Cheong Ah.

Keduanya berjalan cepat memasuki rumah sakit dan hampir berlari seandainya Taeil tidak memperingatkan Jaehyun bahwa banyak pasien yang berkeliaran di koridor dan mereka mungkin saja akan menabrak para pasien tersebut sehingga mereka tidak boleh berlarian di dalam rumah sakit.

Jaehyun patuh, tapi begitu mereka tiba di lantai tempat ruangan Jungwoo berada ia kembali berlari dan membuka pintu kamar rawat Jungwoo dengan kasar.

Langkahnya terhenti begitu melihat sosok manis yang terbaring lemah di atas ranjang pasien dengan wajah pucatnya. Perlahan-lahan Jaehyun melangkah menghampiri Jungwoo, ia berdiri tepat di sampingnya, memandangi wajah Jungwoo dengan tatapan sendu.

Tangan Jaehyun bergerak perlahan meraih jemari Jungwoo, jemarinya mengusap-usap punggung tangan Jungwoo yang mana di sana tertancap jarum infus.

"Aku baru pergi selama dua hari dan kau..." Jaehyun tidak sanggup melanjutkan ucapannya. Ia tertunduk dan memejamkan matanya kemudian menarik nafas panjang.

"Kau sudah bicara dengan dokternya?" Jaehyun bertanya pada Taeil, satu-satunya orang yang ada di ruangan itu selain dirinya dan Jungwoo.

Walaupun Jaehyun tidak memandangnya namun Taeil bisa merasakan dinginnya tatapan Jaehyun yang kosong, dan itu membuat Taeil menelan ludah gugup namun tetap menjawab dengan baik.

"Sudah Tuan, dokter bilang Jungwoo keracunan obat dan kondisinya buruk ketika di bawa karena terlalu lama di temukan."

Rahang Jaehyun mengeras mendengarnya, urat-urat lehernya bahkan tercetak jelas. Namun genggamannya pada jemari Jungwoo tidak berubah, tetap lembut dan berhati-hati.

Merasakan sinyal bahaya Taeil buru-buru melanjutkan ucapannya, "T-tapi Jungwoo sudah di tangani dengan baik dan dokter bilang dia akan segera sadar, Tuan. Jadi mari kita tunggu saja."

Jaehyun tersenyum sinis, melayangkan pandangan tajamnya ke arah Taeil. Ditatap seperti itu membuat Taeil merinding dan refleks menunduk.

"Keluar!"

"Ya, Tuan!"

Membungkuk patuh, Taeil keluar tergesa dari ruangan itu.

Jaehyun duduk di samping ranjang pasien Jungwoo, menggenggam erat tangan Jungwoo dan membawanya ke dahinya.

"Kim Jungwoo... Kau tidak mau bangun?" Jemari Jaehyun mengelus pipi Jungwoo.

"Jungwoo-ya, kenapa kau seperti ini? Aku sudah datang, a-aku memang terlambat tapi— maafkan aku."

Jungwoo tidak bergeming, nafasnya teratur persis seperti orang yang tidur nyenyak dan tidak memperdulikan Jaehyun yang terus memohon di sampingnya.

Kening Jaehyun mengerut, ia kembali menghela nafas kemudian mengangguk meyakinkan dirinya bahwa Jungwoo tidak bangun karena dokter baru saja memberikannya obat yang membuatnya tertidur. Jadi ia memutuskan untuk diam dan berjaga-jaga kalau-kalau nanti Jungwoo terbangun dan membutuhkan sesuatu.
















Knock.. knock..

"Daepyonim?" Taeyong, orang yang mengetuk pintu tadi kini memasuki ruangan sambil menenteng kantung plastik berisi makanan di dalamnya.

"Makanlah dulu agar kau punya tenaga untuk menjaganya."

Jaehyun tidak bergeming di tempatnya, terus menatap Jungwoo dan mengacuhkan Taeyong sekalipun ia mendengar semua yang Taeyong katakan.

ANONIM - JaewooCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang