°• Start! •°
Kemunculan Jungwoo yang misterius dan sangat tidak masuk akal itu membuatnya hampir berakhir dalam dinginnya sel tahanan penjara dengan tuduhan memasuki properti orang lain tanpa izin.
Namun karena tidak ditemukannya bukti-bukti penyerangan ataupun pencurian membuatnya bisa sedikit bernafas lega.
Hanya sedikit.
Karena sekarang ia kembali di hadapkan dengan keluarga Jung yang berkumpul di Penthouse Jaehyun dan seolah-olah mengepungnya. Keluarga Jung sedikit senggang saat ini jadi mereka bisa meluangkan waktu untuk hal yang sebenarnya tidak begitu besar ini.
Jungwoo sendiri hanya bisa menunduk, menghindari tatapan mata dari anggota keluarga Jung. Dua bodyguard berjaga di sisinya, itu membuatnya semakin takut.
Ia belum pernah berada di situasi seperti ini sebelumnya. Rasanya ia ingin menangis lagi saja.
"Eomma, sampai kapan kita akan menatapnya? Dia terlihat ketakutan." Sungchan berbisik pelan pada Jesicca yang tengah duduk bersedekap dada di sampingnya.
"Sedikit lagi, Eomma mau melihatnya menangis."
Sungchan menjauhkan badannya dan menatap Jesicca horror, what's wrong with his mom??
"Apa yang kalian lakukan?? Jika kalian hanya mau diam seperti ini lebih baik keluar." Jaehyun buka suara, ia sendiri sudah kesal melihat tingkah absurd keluarganya itu.
"Ekhm..." Jesicca memulai sesi interogasinya. Mula dari menanyakan nama dan tentunya bagaimana Jungwoo bisa berakhir di kamar Jaehyun.
Jungwoo menjelaskan semuanya secara detail sesuai dengan ingatannya, sama seperti yang ia katakan pada Jaehyun sewaktu pertama bertemu, tak ada yang berubah. Ia masih tidak tahu kenapa dan bagaimana ia bisa berakhir di Penthouse Jaehyun.
Yunho terkekeh sinis setelah semua penjelasan tidak masuk akal Jungwoo ia menatap pemuda manis itu dengan tatapan mata mengintimidasi dan ada sedikit kilatan merendahkan di sana.
"Ya' jujur saja, siapa yang akan percaya dengan semua omong kosong itu?" Jungwoo menunduk sedih, bahkan jika ia terus berbicara sepertinya tidak akan ada yang percaya padanya.
Yunho melanjutkan, "katakan, siapa yang menyuruhmu? Kau mata-mata kan?!"
"Tapi aku bukan mata-mata.." suara Jungwoo mengecil, tubuhnya seolah-olah menciut oleh tatapan tajam Yunho.
Hal itu membuat Jesicca sedikit simpatik padanya dan segera memegang lengan Yunho agar menghentikan tindakannya itu.
"Hentikan, kita biarkan Jaehyun mengurusnya. Lagipula Jungwoo-ssi sepertinya bukan orang seperti itu." Yunho baru saja akan protes ketika Jesicca sudah membuka suara lebih dulu.
Sementara kedua orang tua mereka sibuk memandangi Jungwoo, si bungsu Jung justru memandang kakak laki-lakinya dengan tatapan curiga.
"Apa yang kau lihat?!" Jaehyun yang sedari tadi diam melayangkan protes karena tingkah menyebalkan adiknya.
"Sssssh, Hyung... Itu.. kau yakin dia bukan partner one night stand mu?"
Bantal sofa mendarat mulus di wajah Sungchan. "Omong kosong apa yang kau bicarakan? Kau dan pikiran kotor sialanmu itu benar-benar!!"
Jaehyun sudah mengepalkan tinjunya namun Jesicca segera memisahkan dan menegur mereka agar tidak berkelahi.
"Ah Hyung~ kenapa tidak mungkin?! Kau bisa saja membawanya saat mabuk ke sini kan?!" Sungchan membela diri yang mana membuat Jaehyun menatapnya semakin datar.
KAMU SEDANG MEMBACA
ANONIM - Jaewoo
FanfictionPair : Jaehyun Jungwoo Genres: Fantasy, Romance, Drama, boyslove Jaehyun adalah sosok tanpa nama bagi Jungwoo, layaknya anonim. Jungwoo adalah sosok yang menghilang tanpa alasan bagi Jaehyun, layaknya anonim. Layaknya anonim yang tidak diketahui bag...
