3. Pulang bareng.

23 8 3
                                    

Untuk kejadian di kantin kemarin bersama ketos dingin. Fika sudah melupakan nya. Dan untuk hari ini ia berharap tak bertemu manusia itu lagi huh semoga saja tapi kalau sampai ketemu lagi berarti keberuntungan sedang tak berpihak pada nya.

Hari ini di SMA BHINEKA akan merencanakan ada nya pensi antar kelas yang berhubungan untuk merayakan ulang tahun sekolah. Dengan begitu pasti nya semua anggota osis mengadakan rapat untuk menyusun acara apa saja yang akan di adakan di acara pensi nanti. Alhasil Rey akan mengikuti rapat tersebut. Karena jabatan nya sebagai ketua osis. Rapat di adakan setelah jam sekolah usai.

🌼🌼🌼

"Pagi Fika..." sapa Fela yang baru datang.

"Pagi juga" balas Fika yang sibuk dengan buku-buku tebal nya.

"Oh yah hari jam pertama kayak nya jamkos deh soal nya Bu Dini gak masuk" ucap Fela kegirangan.

"Gak mungkin" jawab Fika dengan yakin.

"Tau dari mana lo kalau gak ada jamkos" heran Fela.

"Lo liat aja ntar" katanya sambil memasukkan buku tebal nya ke dalam tas.

"Woy! Ada tugas nih dari Bu Dini!" Itu adalah suara dari ketua kelas 11 IPS 1.

Namanya ALDITO DANENDRA anak pengusaha cabai yang sekaligus murid terpintar di kelas itu.

Setelah Dito mengumumkan tugas dari Bu Dini tadi satu kelas langsung ribut sendiri mengeluh ini dan itu.

Sedangkan Fika menatap Fela seakan berbicara membenarkan ucapan nya tadi.

Tampak disana Fela memamdang muka cemberut akibat tak jadi jamkos malah di kasih tugas yang membuat kepala nya jadi pusing dadakan.

Sedangkan murid lain.
"Woy Dit Bu Dini kan lagi gak ada kok di kasih tugas sih" itu suara Reza murid paling bandel di kelas 11 IPS 1.

"Mana ku tau" Dito menjawab nya dengan malas dan membagikan kertas ke teman-teman nya.

"Gue nyontek lo ya Mi! Ucap Reza lagi yang mengarah pada MiMi.

Eits itu bukan nama asli yah guys itu nama panggilan dari teman sekelas nya aja karena rambut nya keriting kayak Mie haha.

Yang di panggil Mimi pun menoleh dan mencebik kan bibir nya.

"Lo kerjain aja sendiri" jawab nya ketus. Dan akhir nya berakhir lah Reza memohon- mohon pada Mimi untuk di beri jawaban.

Tak terasa jam pelajaran pertama sekaligus ke dua usai.

Dan seperti nya juga bel tanda istirahat sudah berbunyi.

"Fik kantin yok" ajak Fela yang sudah siap ke kantin untuk mengisi perut.

"Gak deh males gue, lagian gue mau ke perpus cari buku" ucap Fika sambil membawa buku tebal nya yang akan di bawa ke perpus nanti nya. Dan Fela menghela nafas pelan.

"Ya udah lo gak mau nitip apa gitu?" Tawar Fela.

"Gak usah gue bawa bekel kok" kata nya sambil menunjukkan bekal yang sedang ia bawa.

Fela mengangguk sebagai tanda ia mengerti lalu berjalan menuju kantin.

🌼🌼🌼

"Duh, lo apa-apaan si Di!"
"Temenin gue masuk soal nya gue ada perlu"
"Sejak kapan lo suka main ke perpus si sehat lo?" Suara itu tampak seperti orang yang sedang kesal fikir Fika.

"Sejak hari ini udah ayo!"
"Lo ganggu gue tau gak gue tuh lagi nyiapin bahan buat rapat nanti" jawab orang itu lagi.

Fika yang sudah terganggu dengan suara tersebut pun segera menoleh ke arah pintu masuk.Mata nya menangkap ke dua cowok yang sedang berdebat.

Yang masih ia dengar walau samar. Dan seketika Fika terkejut saat ke dua orang yang berdebat tadi sudah berada di depan nya.

"Hai Fik.." Ardi menyapa Fika akan tetapi Fika masih dalam mode terkejut nya tak mendengar sapaan dari Ardi.

"Hai Fik lo kok bengong si kenapa? Lo terpesona yah sama kegantengan gue, oh atau lo terpesona sama si kulkas berjalan ini" kata Ardi sambil menunjuk ke arah Rey. Rey yang di tunjuk pun acuh.

"Oh ngga ko ngga ada apa?" Jawab nya dengan kikuk.

Mungkin karena tak terbiasa.
"Ini si Rey mau ngajak lo pulang bareng nanti abis dia selese rapat osis" ucap Ardi dan senyum penuh arti.

Rey dan Fika pun secara bersamaan memasang muka terkejut. Pasal nya Rey yang tak tau apa-apa tiba-tiba di sangkut paut kan seperti itu.

Sedang kan Fika terkejut karena baru kali ini ia di ajak sang ketos pulang bareng mimpi apa ia semalam.

"Ya ampun gue di ajak Rey pulang bareng ini beneran?" Teriak nya dalam hati masih tak percaya.

"Lo apa-apaan si Di gue gak ada ngomong kayak gitu ya" bantah Rey membuat Fika memasang wajah sendu.

"Gak usah nanti gue juga mau bareng temen gue Fela kok" tolak Fika secara halus.

"Oh temen lo yang lagi di kantin tadi itu kan si Fela cempreng, tadi dia nitip pesen ke gue buat nyampein ke lo kalau dia gak bisa anter lo" jawab Ardi.

"Tapi kok dia gak bilang yah ke gue" heran Fika. Dan Ardi mengedikkan bahu nya tanda ia tak tau.

Dan tampak nya Rey memperhatikan Fika yang gelisah tak tau pulang dengan siapa nanti.

Karena supir nya sedang tak masuk bekerja.

"Lo bareng gue nanti" ucap Rey tiba-tiba sambil menatap Ardi seperti ingin membunuh. Ardi yang di tatap pun terkikik geli.

"Hah gimana" seketika Fika load mendadak.

"Gak ada pengulangan" balas Rey ketus sambil melenggang pergi dari perpustakaan di ikuti Ardi di belakang.

Seketika jantung Fika berdetak kencang.

"Bro lo duluan yah gue ada urusan bentar" ucap Ardi ke Rey.
"Hm" balas Rey dan melanjutkan jalan nya.

"Woy! Di sini, gimana berhasil ga?"tanya orang itu yang tak lain adalah Fela.

"Berhasil dong gue gitu loh" ucap Ardi dengan bangga.

Spontan Fela memutar bola mata nya malas.Ternyata semua kejadian tadi itu adalah ulah mereka berdua.

🌼🌼🌼

Flashback on.

Ardi yang sedang antri mie ayam di kantin pun nampak kesal karena berdesak-desakan.

Tiba-tiba dari arah berlawanan ia menangkap sosok perempuan idaman nya selama ini. Yah itu adalah Fela.

"Fel , lo disini? Temen lo yang cantik jelita itu mana?" Tanya nya.
"Oh Fika dia lagi di perpus cari buku kata nya" ucap nya dengan lesu. Ardi yang memgerti pun hanya mengangguk.

"Gue denger temen lo itu suka sama si Rey yah? Tanya Ardi.
"Gue rasa si iya" jawab Fela ragu. Seketika ada ide konyol di kepala Ardi setelah mendengar penuturan Fela barusan.

"Fel sini deh gue bisikin" ucap nya sambil mendekat ke arah Fela. Fela mengerut kan kening nya dan mendekat. Lalu ia mendengar kan bisikan konyol dari Ardi lau tersenyum penuh arti.

"Lo yakin berhasil?" Tanya nya. Lalu Ardi mengangguk yakin.

"Seratus persen yakin" ucap nya mantap.

"Oke gue serahin ke lo awas aja kalau gagal" balas Fela.

"Iya bawel" ucap ardi sambil berjalan menghampiri Rey.

Saat tepat didepan Rey Ardi berkata.

"Rey! Mie ayam nya abis! Gak jadi beli ya, mending lo ikut gue ke perpus" ucap Ardi yang sudah berada di depan Rey.

"Apa?" Rey mengerut kan kening nya bingung.

"Udah ayok" ucap nya sambil menarik lengan Rey.

Flashback off.




Vote and coment.

 REYHAN (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang