20. Perasaan Rey.

14 7 2
                                    

"Sshh arghhh kok gue jadi gini si!"

Rey mengacak rambut nya frustasi.

"Sebener nya gue suka sama siapa si?" Bingung Rey.

Semenjak Fika mengatakan akan berhenti memperjuangkan nya entah mengapa Rey jadi memikir kan gadis itu terus - menerus. Apa yang di ucap kan Ardi benar? Bahwa dia mulai sadar akan perasaan nya? Apa kah benar perasaan nya pada Zania telah memudar? Dan ber balik suka pada Fika sekarang?.

"Kenapa kemarin bilang gitu sama dia si? Gumam Rey. Setelah itu dia berusaha menghilangkan fikiran nya itu jauh - jauh dan seketika menutup mata nya rapat sampai terlelap.

🌼🌼🌼

Rey baru saja datang dia masih ber jalan melewati koridor kelas. Ia ingin menuju kelas nya. Sesampai nya di kelas dia meletakkan tas nya asal dan duduk menelungkupkan wajah nya tak semangat. Sontak Ardi heran dengan sobat nya itu tumben sekali malas - malas an. Lantas Ardi menepuk bahu Rey pelan.

"Ck apa an si?" Rey menatap Ardi malas.

"Lo yang apa an pagi - pagi udah males - males an!" Cibir Ardi.

"Terserah" ucap Rey dengan muka datar.

"Lo kenapa?" Tanya Ardi semakin penasaran.

"Gapapa" jawab nya acuh.
"Yakin?" Tanya Ardi menaikkan sebelah alis nya.

"Gue mau tanya sama lo" ucap Rey akhir nya. Mendengar perkataan Rey sontak Ardi semakin antusiad ingin mendengar nya.

"Tentang apa an?"

"Perasaan gue" ucap Rey to the point.
Dan itu membuat Ardi mengernyit hetan menatap Rey.

"Emang kenapa sam perasaan lo?"
"Kemarin Fika bilang ke gue kalo dia pengen berhenti perjuangin gur" ucap Rey lesu.

"What! Apa - apa? Gue gak salah denger?" Cerocos Ardi. Itu membuat Rey jengah.

"Bisa biasa aja gak si?" Ucap Rey sinis. Dan yang tegur hanya cengengesan tak jelas.

"Jadi kenapa bisa?" Ardi kembali bertanya.

"Ck yah bisa dia gak sengaja denger perkataan gue sama Zania pas gue bilang sayang ke dia" kata Rey lagi.
"Ye itu si lo yang goblok, ngapain juga lo ngomong gitu sama Zania segala kan jadi gini" cerca Ardi. Dan langsung di tatap tajam oleh Rey.
"Ck biasa aja kali Rey mata lo kayak mau keluar gitu" Ardi terkekeh. Dan Rey memandang nya datar.

"Jadi urusan nya sama perasaan lo apa an?" Ardi kembali bertanya.
"Waktu dia bilang gitu, gak tau kenapa gue ngelarang dia buat lakuin itu dan" ucapan nya terjeda sesaat.

"Dan apa?"

"Semalem gue kepikiran dia terus, menurut lo gue kenapa? Tanya Rey serius.

"Wah bagus dong Rey" ucap Ardi senang.

"Bagus gimana maksud lo" Rey menatap Ardi bingung.
"Ya ya bagus lah, itu arti nya lo mulai ada rasa sama si Fika" jawan nya.
Rey tampak berfikir keras.

"Lo yakin Di?" Sontak Ardi mengangguk.

"Iya bro gue yakin percaya deh sama gue lo mulai suka sama Fika tapi lo nyangkal itu kan?" Rey mengiyakan perkataan Ardi barusan. Ia memang berusaha menyangkal itu semua bukan apa mengingat rasa nya pada Zania membuat ia masih ragu.

"Terus gue harus gimana?" Tanya nya kembali. Ardi geleng - geleng kepala menanggapi pertanyaan konyol dari Rey. Teman nya ini memang pintar ganteng pula tapi soal cinta ternyata teman nya ini sangat goblok sekali masa hal kayak gini masih gak ngerti juga.

"Ya lo ungkapin lah perasaan lo gimana si, aneh - aneh aja lo" lalu Rey berfikir sejenak, dan akhir nya berkata.

"Yah oke, gue bakal persiapin buat ungkapin ke dia" kata nya mantap. Ardi senang mendengar penuturan Rey akhir nya teman nya sadar juga.

 REYHAN (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang