13. Anak Baru.

21 6 4
                                    

Kejadian kemarin masih terlintas di fikiran Rey. Dan ia masih bingung dengan kemungkinan apa yang akan terjadi.

🌼🌼🌼

Terdengar suara gaduh para siswa-siswi di kantin yang membicarakan akan ada nya anak baru.

"Eh lo tau gak ada anak baru"

"Eh emang iya?"

"Iya cewek kata nya pindahan dari SMA PANCASILA sih "

Percakapan siswa-siswi itu membuat
Rey begitu tertarik dan penasaran. Padahal biasa nya ia acuh dengan sekitar. Ia ingin tau siapa anak baru itu. Lalu ia berdiri dari bangku kantin lalu keluar dari area kantin dan mengabai kan teriak an dari Ardi.

🌼🌼🌼

Seorang guru memasuki ruangan kelas. Dengan di ikuti seorang siswi perempuan di belakang nya.

"Pagi anak-anak" ucap Guru itu yang tak lain adalah Bu Dini.

"Pagi bu..." jawab murid-murid serempak.

"Oke, hari ini sebelum kita memulai pelajaran seperti biasa, ibu akan mengenal kan kalian pada teman baru kalian, silah kan kamu perkenal kan diri kamu di depan semua" ucap Bu Dini.

"Perkenal kan nama saya ZANIA LAKSMANA pindahan dari SMA PANCASILA kalian bisa memanggil ku ZANIA. Zania memperkenal kan diri. Yah anak baru itu adalah ZANIA LAKSMANA.Sosok yang di tunggu oleh Rey selama ini.

"Oke, terima kasih Zania perkenal an nya, sekarang kamu duduk di bangku yang kosong yah" Zania mengangguk mendengar ucap an dari Bu Dini. Lalu ia berjalan mengarah ke belakang bangku Fika dan Fela. Karena memang di situ yang ada bangku kosong.

"Hai kenalin gue Fela dan ini temen gue Fika, salam kenal yah semoga lo betah di sekolah ini dan ada di kelas ini" ucap Fela memperkenal kan diri nya dan juga Fika.

Saat setelah jam pelajaran pertama mau pun kedua usai jam istirahat pun akhir nya tiba juga.

"Zan, lo ikut kita yah ke kantin" ajak Fela pada Zania.
"Boleh" jawab Zania. Lalu mereka bertiga berjalan beriringan arah area kantin.

🌼🌼🌼

Saat mereka sampai di dalam area kantin. Nampak sekali jika bangku kantin semua sudah terisi penuh. Mereka ber tiga bingung harus duduk di mana.

"Duh Fel, Zan, kita duduk di mana nih? Udah penuh semua tau" ucap Fika bingung. Dan itu juga membuat Fela dan Zania ikut bingung. Dan ternyata kehadiran mereka di lihat oleh Ardi sedari tadi. Mungkin Ardi tau mereka butuh bangku. Dan ia berinsiatif memanggil mereka untuk ber gabung.

"Woy Fel , Fik! Sini gabung sama kita" panggil nya. Dan Fela pun mendengar panggilan dari Ardi.

"Eh Fik itu Ardi nyuruh kita gabung di sana tuh" kata nya.

"Ya udah kita gabung di sana" ucap Fika akhir nya. Dan Zania pun hanga mengikuti mereka berdua. Ia tak melihat Rey karena posisi duduk Rey yang membelakangi mereka.

"Hai Fel, hai Fik, Hai...." seketika sapaan Ardi berhenti. Ia terdiam tanpa berbicara apa pun ia memandang Zania lalu berganti memandang Rey. Fika dan Fela pun ikut bingung. Rey pun ikut mengeryitkan alis nya karena bingung di tatap terus menerus oleh Ardi. Rey belum melihat kehadiran Zania di situ. Seketika mata Rey menoleh melihat Fela, Fika lalu mata nya berhenti pada satu sosok. Rey ter kejut pada orang yang sedang ia lihat sekarang.

"Zania" gumam nya pelan. Yang di tatap pun hanya diam tanpa berbicara. Fika dan Fela saling pandang. Lalu Fela segera mencair kan suasana.

"Woy! kok malah pada diam-diam an aja si"

"Oh ya kenalin juga ini temen baru kita, nama nya Zania pindah an dari SMA PANCASILA , dan Zania kenalin ini temen kita nama nya yang ini Ardi dia kelas 11 IPA 1 sekaligus waketos disini. Nah... kalau yang satu ini nih nama nya Rey dia satu kelas sama Ardi sekaligus ketos juga disini" jelas Fela panjang lebar. Dan tiba-tiba tanpa aba-aba Rey berdiri dari bangku dan pergi keluar ke area kantin. Fika yang melihat itu pun mengernyit heran. Kenapa Rey begitu aneh?. Mengapa ia tiba-tiba pergi begitu saja?. Dan satu lagi mengapa Zania mengikuti Rey keluar kantin. Sebenar nya ada apa ini? Apa yang terjadi?. Seketika perkataan dari Ardi membuyar kan lamunan nya. Dan membuat nya ber fikir keras.

"Semoga setelah ini lo bakal baik-baik aja yah Fik, gue tau lo cewek kuat" setelah mengata kan itu Ardi meninggal kan Fika dan Fela di kantin mungkin ia juga menyusul Rey dan juga Zania. Beberapa pertanyaan menguasai Fikir an Fika apa mereka saling mengenal sebelum nya? Lalu apa maksud perkataan Ardi tadi? Baik-baik saja bagaimana, bukan kah ia memang baik-baik saja?.

"Fik, lo ngerasa aneh gak si sama mereka bertiga? Jangan-jangan mereka saling kenal? Kalau gak kenapa waktu Rey keluar Zania ikutin dia? Terus arti omongan Ardi tadi?" Ucap Fela bertanya-tanya.

"Gue juga gak tau Fel, sama apa yang terjadi di antara mereka" jawab Fika. Lalu kedua nya ber jalan keluar dari area kantin.

🌼🌼🌼

"Rey" panggil nya ter dengar takut-takut.

"Ngapain lo baru balik?" Tanya Rey penuh penekanan. Tanpa menatap Zania sedikit pun. Ia hanya menatap lurus.

"Maaf" ucap nya dengan hati-hati.
"Maaf lo gak buat rasa kecewa gue hilang" kata nya. Zania pun menunduk lesu. Sebenar nya ia juga merasa ber salah dengan Rey.

"Gue udah nunggu lo begitu lama, sampai akhir nya lo dateng di sini dengan keadaan yang gak tepat" kata nya dengan menghela nafas pelan.

"Maksud lo gak tepat?" Tanya Zania penasaran.

"Fika" ucap nya singkat.

"Fika? Emang apa hubungan nya sama Fika?" Tanya nya heran.

"Dia suka sama gue" jelas nya.
"Terus?" Tanya Zania lagi.

"Lo masih bilang terus?"" Ucap Rey tak percaya.

"Ya iyalah terus gue harus gimana?" Tanya Zania kelewat santai.

"Jangan bilang lo mau bersaing?" Ucap an Rey spontan di angguk i oleh Zania. Melihat respon dari Zania pun Rey frustasi dan tak habis fikir dengan gadis di depan nya ini. Ia tak tau jalan fikir an nya.

"Dia temen lo!"

"Gue gak peduli" ucap Zania acuh.
"Gue gak nyangka lo se tega ini Zan" ucap Rey menatap Zania tak percaya.

Gadis yang ada di depan nya ini telah berubah. Tak seperti Zania yang dulu ia kenal sebelum nya.

"Lo berubah Zan" Rey kecewa dengan perubahan Zania. Gadis yang kini masih ia sukai kini sudah menjadi iblis. Dan setelah mengucap kan itu Rey turun dari rooftop dan di teriaki oleh Zania namun tak ia gubris. Ia sudah terlalu pusing dengan masalah yang menimpa nya hari ini. Dan ia tak tau harus ber sikap seperti apa nanti. Dan bagaimana nanti jika Fika mengetahui semua? Huh rasa nya ia ingin bebas dari semua masalah ini.

Vote and coment.

 REYHAN (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang