Sebelum lanjut baca aku minta tolong untuk vote dan komen ya thx✨
•
•
Yuda melihat bayangan wajahnya di sebuah kaca besar di dalam kamar mandi, dengan tatapan tajam dan tidak memakai baju atasan, pria bermanik cokelat pekat itu tersenyum kemenangan disana.
Entah apa yang membuatnya begitu senang, lama bercermin akhirnya ia keluar dan bergegas menuju dapur untuk mengambil minum tanpa memakai baju atasan, tentunya menampakkan perut atletis dan sixpack nya di remang-remangnya lampu pada malam hari.
Meneguk minuman dingin di kulkas, terdengar suara pintu apartemen terbuka. Menyudahi acara minumnya Yuda kembali ke kamar tanpa menyapa seseorang yang baru saja masuk, karena ia sudah tau siapa orangnya tanpa menemuinya.
Geby menyalakan semua lampu apartemen, sungguh sepi kemana Yuda? Apa cowok itu sedang lembur? Hah, apa harus begini selama ia tidak sekolah karena sakit, Yuda pun jarang di rumah. Pulang larut malam, pergi kerja pagi-pagi, begitu saja terus selama 3 hari belakangan ini.
Mungkin memang Yuda sibuk dan urusan kantor banyak, Geby mencoba memaklumi dan tidak overthingking atas pemikiran nya yang belum pasti. Tapi foto tadi siang yang diunggah oleh seorang perempuan itu siapa? Apa mereka hanya sekedar teman? Tapi kenapa dari cara mereka melakukan pose foto pun begitu mesra bahkan dirinya dan Yuda tidak pernah berfoto semesra itu.
Pikiran yang menerjang Geby membuat dirinya pusing, membuka kulkas mengeluarkan botol air minum dan menuangkannya di gelas kaca. Ia harus tetap berpositif thinking tidak mungkin dirnya cemburu hanya karena hal tersebut. Tapi hatinya sakit dan nyeri, untuk berbicara dan melihat mata Yuda gadis itu rasa tidak mampu.
Suara pintu yang dibuka dari kamar mengalihkan atensi Geby yang sedaritadi melamun dan memainkan gelasnya. Yuda berjalan menghampirinya yang membuat Geby speechless adalah kenapa Yuda tidak memakai baju atasan? Hanya memakai celana pendek berwarna hitam ditambah lagi rambutnya yang masih basah menambah kesan sexy pada Yuda. Oh my God tolong buang pikiran kotor dari otak Geby saat ini!
"Darimana?" Tanya Yuda menuangkan segelas air ke gelas yang di pakai Geby lalu meneguknya hingga tandas.
"Mall." Jawab jujur Geby tanpa menutupi sesuatu apapun.
"Ponselnya kenapa di matiin? Aku nyariin kamu dari tadi sore."
"Lowbat." Bohong Geby.
Yuda tidak menjawab tapi menatap intens dan tajam ke arah Geby membuat bulu romanya berdiri karena takut.
"Aku gak suka kamu kaya gini, pergi belanja gak pamitan, pulang malam, ngasih tau Zara kalau kamu gak sama dia, padahal jelas jelas aku khawatirin keadaan kamu." Penjelasan dari Yuda hanya disambut dengan anggukan Geby tidak ada niatan membalas perkataannya.
"Ya terus aku harus gimana? Kamu juga gitu katanya kerja malah mesra-mesraan sama cewek, makan bareng, gandengan tangan. Aku harus kaya gimana?! Aku mau nanyain ini sama kamu tapi tadi siang kamu bilang dikantor lagi meeting mungkin bakal lembur lagi. Kamu masih inget kan?!"
"Halo."
"Iya, apa Geb?" Tanya cowok diseberang sana.
"Aku mau ngomong sesuatu sama kamu." Ragu ragu gadis itu mengatakannya dan menggigit jarinya cemas.
"Sekarang aku lagi ada meeting dan mungkin nanti aku juga ada lembur. Aku sibuk."
KAMU SEDANG MEMBACA
Turtledove [On Going]
FanfictionMohon untuk tidak PLAGIAT⚠️⚠️ 17+ [Cerita ini di tulis untuk dibaca Dibaca para readers dengan senang hati Apalagi jika di tambah follow, vote dan komen Ini pemberitahuan bukan pantun] ^^ Perjodohan? Di jaman sekarang? Gila sih. Tapi apa jadinya ji...
![Turtledove [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/273886984-64-k775157.jpg)