Saya sangat berusaha untuk menyajikan cerita menarik bagi para pembacanya walau ini adalah awalan bagi saya, namun perlu diingat kembali bahwa ini semua semena-mena hanya cerita fiksi belaka.
Jikalau pun nanti ada kesamaan nama tokoh. Watak/karakter dengan cerita yang lain, ini murni hanya ketidak sengajaan semata. Karena cerita ini murni atas pemikiran saya sendiri yang dimana tidak sama sekali saya mengikuti alur dari cerita yang lain.
Mari kita berkenalan..
Salam dari saya~SLsyifaTerimakasih~
.
.Sesosok pria bertubuh jakun sedang mengenakan pakaian nya dan tak lupa untuk menyemprotkan parfum beraroma strawberry kesukaannya.
dalam balutan jas hitamnya ia dengan perlahan melangkah menuruni anak tangga seraya melihat arloji ditangannya. "Masih banyak waktu untuk sarapan terlebih dahulu," gumamnya.
Kemudian ia menuju meja makan dan menduduki kursinya.
Matanya melirik melihat apa saja yang dihidangkan diatas meja namun hanya ada roti tawar disana. Ia tersenyum sesaat. "Ternyata aku sangat malas dalam hal memasak," kekehnya.
Namun ia sangat lapar saat ini hingga akhirnya terpaksa mengulurkan tangannya untuk mengambil lapisan roti. "Selai apa yang harus kuberi diatasnya?" Ia bergumam seraya berpikir untuk melapisi selai apa untuk roti tawar nya.
Disana ada selai cokelat,nanas, kacang dan strawberry. Ia berpikir sejenak dan pilihannya jatuh pada Selai berwarna merah kesukaannya. "Selai strawberry adalah yang terbaik," ucapnya dengan tersenyum kecil.
Setelah lapisan roti habis kemudian sang pria berjalan menuju lemari pendingin untuk mengambil susu di akhir sarapannya. "Antara susu cokelat, putih dan strawberry. Mana yang paling baik?" Ia kembali berpikir untuk memilihnya.
"Ah tentu saja strawberry yang paling baik," putusnya seraya mengambil susu strawberry dan meminumnya hingga habis.
Sang pria melamun sesaat, lalu kemudian tersenyum..
"Strawberry benar-benar manis". Lirihnya seraya mengecapi rasa manis yang disebabkan oleh susu strawberry.Ia kembali melirik arloji nya dan masih banyak waktu untuk ia duduk sebentar sebelum berangkat. Ia melangkahkan kakinya menuju ruang tengah untuk sekedar mengecek layar ponselnya. "Tanggal duabelas Januari," gumamnya seraya tersenyum.
Setelah selesai dengan sarapannya sang pria berjalan keluar menuju bagasi dan setelah itu ia menjalankan mobil sport miliknya untuk menuju ke tempat yang hanya satu tahun sekali ia kunjungi.
Ditengah perjalanan ia berhenti ditempat penjual bunga langganannya. Sang pemilik bunga tersenyum melihat pelanggannya yang sudah ia hapal kedatangannya pada tanggal berapa.
"Masih bunga yang sama atau ingin memilih yang lain?" Tanya sang penjual bunga dengan ramah.
"Tidak akan ada yang lain. Tetap dengan bunga yang sama seperti duabelas Januari yang sebelumnya," lantangnya.
Ibu pemilik toko bunga hanya tersenyum mengerti dan segera diambilkan bunga yang sudah ia rangkai khusus untuk pelanggannya.
"Rangkaian bunga Lily kesukaan Na Aera. Ibu menyiapkan ini dengan sangat baik," ucap sang ibu seraya menyerahkan bunga pesanan sang pelanggan.
"Terimakasih," ucapnya dan segera ia bayar bunga yang dibelinya.
Setelah selesai dengan pembayarannya ia bergegas menuju tempat yang akan ditujunya.
Beberapa menit kemudian pria ini telah sampai dan berhenti disuatu tempat lapang yang luas. Kakinya berjalan turun dari mobilnya.
Kemudian dengan penuh rasa ragu ia mulai melangkahkan kakinya untuk menuju tempat yang sama sekali tidak ingin didatanginya..
_namun ia rindu..Dari kejauhan sudah dilihat nya batu yang bernamakan kekasihnya. Ia memalingkan wajahnya karena matanya mulai memanas dan sulit untuk menahan sesuatu yang akan keluar dari pelupuknya.
Langkah demi langkah yang penuh keraguan ia berusaha terus berjalan mendekati tempat tersebut.
Yaa disinilah dia sekarang, disebuah pemakaman tempat peristirahatan terakhir sang gadis yang membuatnya begitu menyukai strawberry.
Dengan perlahan sang pria berjongkok di samping gundukan tanah yang sudah ditumbuhi banyak rumput liar. Tangannya terangkat untuk mengusap batu nisan milik sang gadis.
Matanya mulai memerah, bibirnya bergetar, hatinya sesak..
Dengan perlahan sang pria mulai bersuara" Hai.. ini aku, Nana mu ". Sapanya dengan suara bergetar dengan isakan kecil yang tertahan.
"Aku membawakan bunga kesukaanmu. Lily bukan?"
"Bunga yang kuberi nama duabelas Januari ini adalah yang paling kubenci dari bunga yang lain. Bahkan itu bunga bangkai sekalipun"
"Kau tau? Strawberry jauh lebih manis dari yang kuduga"
"Bahkan lebih manis dari rasa ice cream coklat kesukaanku"
"Duabelas Januari. Seharusnya kita berjalan dibawah payung yang sama ditepi sungai Lan. Tapi kau malah curang dengan pergi tanpa menepati janji"
"Kamu tau, tiket kereta itu mahal. Aku sudah membeli dua dan itu sia-sia"
"Aku bilang jangan pergi, tapi kamu tetap pergi. Dasar bodoh"
"karena kamu bodoh dan tidak mau mendengarkan ku. Dan akhirnya aku sendiri sekarang. Sendiri seperti orang yang sedang dihukum oleh takdir"
"Benar benar curang" lirihnya.
Ia terus saja meracau tanpa peduli jika ada orang yang melihatnya atau apapun itu. Yang ia pikirkan sekarang adalah ingin berbicara banyak hal pada seseorang yang sudah tertimbun tanah didepannya.
Bahkan ketika girimis mulai turun tidak membuatnya beranjak dari tempatnya. Tangannya bergetar membersihkan rumput liar yang dengan kurang ajar tumbuh di peristirahatan terakhir gadisnya.
Tak lama isakannya mulai terdengar dengan cairan bening yang mulai jatuh dari pelupuk matanya hingga membuat pipinya basah.
Air matanya mengalir dengan perlahan.
Dia menangis...
--ooOoo--
Tolong berikan saran agar author bisa menulis dengan baik🤧Salam manis dari author..:)
Semoga tetap bahagia dan sehat selalu
Terimakasih--

KAMU SEDANG MEMBACA
Strawberry || My psycho loves ice cream ✔️
Fanfiction"Kisahnya tak pasti. Hanya berawal dari dia yang menyukai strawberry.. hingga akhirnya lebih memilih pergi karena dibenci.." MAAF_ -Apa arti strawberry bagimu? -sesuatu yang berharga. -bukankah itu sesuatu yang kau benci? -hem. sesuatu berharga yang...