06. 🍓

48 14 2
                                    

.
.

Aera kini sedang menunggu ayahnya datang menjemput. Sudah lebih dari duapuluh menit namun ayahnya belum juga menampakkan mobilnya.

Bahkan sekolah kini mulai sepi dan hanya ada beberapa anak lagi yang tersisa. Sepuluh menit yang lalu Hana sudah berpamitan akan pulang terlebih dulu bersama Juan.

Aera sudah sedari tadi menggerutu karena ia sangat tak suka terlalu lama menunggu. "Ayah.. kenapa belum datang ish!!" Gerutunya sebab yang ditunggu belum juga datang.

Aera ingin menghubungi ayahnya namun sangat malas dan merepotkan jika ingin mengambil ponselnya yang berada didalam tas.

Tak lama sebuah taksi berhenti tepat didepan aera. Seketika kaca mobilnya terbuka dan memperlihatkan juan didalamnya.'bukannya dia sudah pulang'

"Ayo pulang," ajaknya.

Aera menggeleng. "gak mau, aku masih nunggu ayah. Sebentar lagi juga datang"

"Ayahmu gak akan datang, dia ada meeting mendadak"

Apa? Sok tau sekali dia tentang ayahnya. Aera semakin menggerutu ketika melihat wajah juan yang sangat menyebalkan baginya.

"Tau dari mana?" Tanya Aera tanpa melihat kearah juan.

"Tadi ketemu dirumah, niatnya mau jemput kamu tapi katanya ada meeting mendadak. Jadi aku yang disuruh jemput kamu. Cepet pulang"

"Tadi ayahku dirumah?"

"Ck iya, cepet pulang aku lagi banyak kerjaan nih," juan berdecak karena Aera sangat banyak bertanya. Tinggal turuti apa maunya kenapa susah sekali.

Aera tak mengerti kenapa ayahnya harus menyuruh juan untuk menjemputnya. Jika tanpa ayahnya ia akan kebingungan sendiri untuk naik ke taksi. "Gimana caranya aku naik?" Tanya Aera bingung.

Juan memutar bola matanya malas, jujur saja ia sangat benci jika direpotkan. "Biasanya kamu naik kayak apa?" Tanya juan sesabar mungkin mengontrol emosinya.

Aera mengerjapkan matanya. "Ayah yang gendong aku kalau mau naik, jadi.."

"Yaudah sini," tanpa basa basi juan menggendongnya karena ia ingin cepat sampai dirumah. Setelah berhasil mendudukan Aera kemudian ia kembali untuk mengambil kursi roda dan meletakkannya di jok belakang.

"Jalan pak," juan memberikan instruksi agar sang supir berjalan sesuai arah yang diperintahkan.

Selama dalam perjalanan belum ada satupun yang membuka suara untuk saling mengobrol. Mereka hanya saling menatap keluar jendela untuk memandang jalanan.

Aera mengalihkan pandangannya dari jendela untuk melihat seseorang di sampingnya. "Hey na," tegur Aera untuk memecahkan keheningan.

"Hem," jawabnya singkat tanpa beralih pandangannya dari jendela.

"Siapa strawberry?" Aera ingin meminta penjelasan mengapa ia menyapa di Instagram nya dengan nama strawberry.

"Kamu"

"Aku? Kenapa?" Tanya Aera heran.

"Aku belum tau apa alasannya"

Aera mengangkat sebelah alisnya saat mendengar jawaban juan. "Kapan kamu akan kasih tau apa alasannya?"

"Nanti"

"Nanti? Setelah apa?"

"Setelah aku punya alasannya"

"Oh gitu," sesudahnya mereka kembali seperti saat lalu. Hening, tidak ada lagi suara yang terdengar dari keduanya.

Aera kembali memutar otaknya mencari topik untuk dijadikan obrolan bersama juan.

Strawberry || My psycho loves ice cream ✔️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang