15. Mamas dan A'a

2.9K 370 95
                                        

Hai bestie...

Jadi gini...

Ya, gitu udah ngerti kan?

Ya, gitu udah ngerti kan?

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

BRAK

"ANAK MANA YANG LO CULIK MAREL?!"

"Huks"

Marel segera berjalan mendekati Renjun ketika melihat tubuh mungil itu tersentak cukup keras karena mendengar suara bantingan serta teriakan Haechan.

Kedua bola mata Renjun berkedip-kedip memandang Haechan yang berdiri menatap Marel dengan tajam.

"Apa sih?"

Marel berjongkok dihadapan Renjun yang sedang terduduk di sofa ruang tamu. Sebelah tangannya mengambil potongan semangka yang sudah tidak berbentuk karena rematan jari si bayi yang membuat airnya berceceran kesana-kemari.

Sementara tangan lainnya mengambil remot yang digenggam Renjun di salah satu tangannya. Tentunya remot itu juga sudah terkena air semangka.

"INI NIH INI ANAK MANA YANG LO CULIK?!"

Marel mengabaikan Haechan yang menunjuk-nunjuk Renjun dengan emosi. Laki-laki beralis camar itu kini sedang mengusap kedua telapak tangan si mungil dengan tisu sembari menepuk-nepuk pelan punggung Renjun agar cegukan si bayi mereda.

"Huks"

"Wait, jangan bilang-LO NGEHAMILIN ANAK ORANG?!"

Marel spontan menutupi kedua telinga Renjun ketika teriakan Haechan semakin kencang. Sayangnya gerakan Marel lebih lambat daripada suara keras Haechan.

Alhasil untuk kedua kalinya, Renjun kembali tersentak. Cegukan bayi itu memang seketika berhenti karena kaget. Tapi kedua bola matanya justru terlihat berair dan kedua sudut bibir si mungil menurun.

"Gila! Bisa digorok gue sama tante"

Marel menghiraukan ucapan Haechan. Lengannya maraih satu potong semangka yang ada di meja belakangnya untuk Renjun. Marel berharap si mungil dihadapannya itu tidak jadi menangis. Karena sungguh demi pahanya Chenle yang lebih putih dari kertas HVS, Marel tidak punya bakat menenangkan bayi yang menangis.

Senyuman Marel terkembang ketika melihat jemari mungil Renjun mengambil potongan semangka itu lalu memasukannya ke mulutnya. Walaupun Marel dapat melihat dengan jelas kedua mata si mungil masih berkaca-kaca siap menumpahkan muatannya, setidaknya Renjun batal menangis.

"Bangsat, bangsat, bangsat"

Haechan terus mengumpat sembari berjalan bolak-balik ruangan itu. Kedua tangannya meremas rambut dengan kasar.

"Acat"

Kedua bola mata Marel membola sedangkan Haechan langsung menghentikan langkahnya ketika suara Renjun terdengar. Bayi itu mengabaikan kedua tatapan mata yang menatapnya dengan tajam dan terus memakan semangka dengan khusyuk.

Cutie Pie (COMPLETED)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang