Biasanya geng badboy sekolah hanya bisa luluh pada seorang gadis baik atau sebut saja goodgirl. Namun di Neo High School, kumpulan berandalan itu justru bertekuk lutut pada seorang bayi.
Ini kisah Renjun, bayi mungil dengan pipi kelebihan muatan yan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dari kiri ke kanan atas: Marello Sakhaloa Kamalandra (Marel); Jayden Noare Aswanatara (Jade); Jaycee Narae Aswanatara (Jace); Chenle Zhong (Chenle)
Dari kiri ke kanan bawah: Renjun Zhong/Huang (Renjun); Kenziel Abragiseo Danureksa (Jiel); Haechandra Sabhaneka (Haechan)
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pagi ini keadaan Neo High School terlihat ramai. Maklum, sekolah itu sedang dalam rangka menyambut perayaan lustrum sekolah.
Chenle yang masih berada di dalam mobil berusaha menghubungi Jiel dan deretan para bucin Renjun lainnya.
"Ge, tuuu!"
Chenle mengalihkan pandangannya dari layar ponsel dan mengikuti arah telunjuk mungil Renjun yang menunjuk-nunjuk jendela.
Oh iya, ngomong-ngomong Renjun memang sengaja dibawa Chenle ke sekolah. Lagipula selama seminggu ini di NHS tidak dilakukan kegiatan belajar mengajar.
Jadi Chenle sengaja membawa serta Renjun agar bayi itu sekalian berkenalan dengan lingkungan sekitar. Maklum hampir 2 tahun hidup, Renjun hanya beberapa kali dibawa keluar karena identitasnya.
Ba!
Renjun tersentak kecil ketika tiba-tiba Jace menampakkan wajahnya di jendela mobil. Chenle menghela nafas pelan dengan tangan yang mengelus dada Renjun. Chenle dapat merasakan benda mungil di dalam sana berdetak dengan kencang. Untung saja bayi itu tidak sampai cegukan.
"Nanaa!"
Ceklek
"Good morning, Prince"
Chenle langsung keluar dari mobil begitu Jace membukakan pintu. Pemuda itu juga dengan spontan menjawab sapaan Jace yang sebenarnya tidak ditujukan untuknya.
"Morning"
"Gue ngomong sama baby ya"
Jace menatap Chenle tajam, tetapi ketika matanya kembali mengarah pada Renjun, Jace kembali melembutkan pandangannya.
"Injunie ayo jawab"
"Hng?"
Renjun memiringkan kepalanya menatap Jace dengan pandangan bertanya.