Biasanya geng badboy sekolah hanya bisa luluh pada seorang gadis baik atau sebut saja goodgirl. Namun di Neo High School, kumpulan berandalan itu justru bertekuk lutut pada seorang bayi.
Ini kisah Renjun, bayi mungil dengan pipi kelebihan muatan yan...
Haloo Renchinn.... Sebelum memulai aku mau bilang dulu kalo AKU BUKAN AHLI DI BIDANG INI. Jadi kalo ada koreksi masalah isi cerita yang aku sampein di bawah ini bilang aja yaaa... Nanti kalo ada waktu revisi bakal aku koreksi lagi...
Oh iya, karna aku ngerjain ini nyicil jadi sumbernya ga aku cantumin karena kesebar ga tau dimana maaf banget... Semuanya aku nyari dari google yaa chin... Jadi kuulang lagi, aku terbuka banget masalah koreksi... Okee met baca...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
BRAK
Haechan membanting pintu kamar nya dengan kasar. Remaja itu memang kembali ke apartemennya sendirian tanpa menunggu Luke, Juan, dan Dery menjemputnya. Lagipula untuk apa dia berlama-lama di rumah sakit.
Remaja tan itu merebahkan dirinya di tempat tidur lalu menatap langit-langit kamarnya. Mimpi terakhirnya sebagai Transceiver tiba-tiba terlintas di ingatannya.
Ruangan di balik pintu besar yang ada di ujung lorong rumah sakit itu tiba-tiba membuat Haechan penasaran.
"Tapi isi ruangan itu apa?"
Haechan kembali memikirkan ucapan Dery yang mengungkapkan pendapatnya mengenai obsesi keluarga Aswanatara mengenai kata 'Dream'.
Haechan mendudukkan tubuhnya dengan tiba-tiba ketika menyadari kejanggalan mengenai rentetan kejadian-kejadian itu.
Tempat semua kejadian ini berawal-
Sirkuit Dream
Ruangan tempat rawat inapnya di rumah sakit-
Dream Room
Dan tempat yang ada di ujung lorong lantai 10 rumah sakit itu dalam mimpinya bernama-
Dream lab
Remaja tan itu beranjak mendekati meja yang berisi beberapa layar komputer. Jantungnya berdetak kencang mengingat fakta yang ada dengan mimpi terakhir yang dialaminya.