18. Who Is She?

26.8K 1.1K 21
                                        

"Ravika, ponselmu berbunyi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Ravika, ponselmu berbunyi.."

Ravika yang tengah bersiap mengantarkan makanan menoleh dan mendapati Rena, rekan kerjanya memanggil.

"Angkat saja, Ravika. Biar aku yang mengantar makanannya." Wanita berdarah inggris itu mengambil alih pekerjaan Ravika.

"Terima kasih, Rena."

Ravika berjalan menuju ruang dimana para pelayan cafe beristirahat, wanita itu merogoh ponsel di dalam tasnya.

Hembusan nafas keluar dari bibirnya begitu melihat ternyata ibunya yang menghubunginya.

"Ibu," Ravika menyapa begitu ia menerima panggilan.

"Ravika,"

"Hei, bagaimana kabar ibu?"

Dada Ravika di penuhi dengan rasa khawatir saat mendengar ibunya terbatuk dan muntah. "Ibu, apa yang terjadi? Ibu sakit?"

Hening. Ravika hanya mendengar suara deruan nafas Alysse yang begitu memburu.

"Ibu,"

"Ya, cepatlah pulang. Aku membutuhkanmu, Nak."

Setelah mengatakan itu, Alysse langsung menutup panggilannya.

Ravika panik. Dengan segera ia memasukkan ponselnya dan berlari, ingin menuju ruangan atasannya dan meminta izin pulang.

"Maaf. Maafkan aku,"

"Ravika," Ravika menengadahkan kepalanya dan mendapati Nyonya Abigail lah yang ia tabrak karena ketergesaannya.

"Nyonya Abigail, maafkan saya." Wanita berusia 25 tahun itu menundukkan tubuhnya dengan terus menggumamkan kata maaf.

"Tidak apa-apa." Balas wanita paruh baya itu. Nyonya Abigail memegang lengan Ravika, "Ada apa? Kenapa kau terlihat panik?"

"Ibuku sedang sakit, Nyonya."

Nyonya Abigail mengangguk, mengerti dengan apa yang tengah di alami Ravika.

"Aku yang akan memberitahu Mr. Linford. Segera lah pulang, Nak."

Ravika mendesah lega. Bersyukur memiliki Nyonya Abigail sebagai rekan kerja dan juga sosok ibu yang baik baginya.

"Terima kasih banyak, Nyonya Abigail."

"Ya. Sampaikan salam ku untuk ibumu."

Ravika mengangguk dan kembali berlari menuju ruangan para pelayan, ia membuka apron yang melilit di pinggang dan mengambil tas miliknya.

Ravika keluar dari ruangan itu dan berjalan menghampiri Rena.

"Rena,"

Wanita itu menoleh, "Ya?"

"Maafkan aku. Aku harus segera pulang, ibuku sedang sakit." Tutur Ravika dengan nada penuh sesal.

Rena mengangguk mengerti, "Ya, segera lah pulang."

Wild Butterfly [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang