38. Adhere

12.3K 570 8
                                        

Senyuman manis Leionelle menyambut indera penglihatan Ravika begitu ia membuka pintu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Senyuman manis Leionelle menyambut indera penglihatan Ravika begitu ia membuka pintu.

"Hai," Ravika menyapa.

Ia terkejut saat tubuhnya di tarik masuk ke dalam pelukan pria itu. Ravika bisa merasakan Leionelle saat ini tengah mencium ceruk lehernya.

"Aku merindukanmu." Bisikan pria bertubuh kekar itu.

Ravika mengurai tawa pelan dengan tangan yang menepuk-nepuk punggung pria itu. "Kita baru saja bertemu tiga hari yang lalu, Lei."

Leionelle mengeratkan pelukan. "Tiga hari itu waktu yang lama menurutku. Satu detik tanpamu saja aku tidak bisa."

Lepas sudah tawa keduanya.

Ravika memukul dada Leionelle saat pria itu melepas pelukannya. "Menggelikan."

Leionelle mengangguk mengiyakan. "Menggelikan tapi memang itu kenyatannya.."

Bibir tebal pria itu mengerucut sehingga Ravika tidak tahan untuk menariknya dengan kencang.

Leionelle meringis kesakitan, ia membalas perbuatan Ravika dengan mengecup seluruh wajah wanitanya.

"Lei, sudah.. Ayo masuk," Ravika berusaha menjauhkan wajahnya yang masih di serang oleh pria ganas di hadapannya ini.

Tetapi Leionelle tetaplah Leionelle. Pria posesif dan manja dengan wanitanya.

Pria itu mendorong tubuh Ravika masuk ke dalam rumah dengan tangan kanannya yang masih melingkar di pinggang Ravika. Tentu saja masih dengan kecupan bertubi-tubi yang di layangkan.

Ravika hanya bisa pasrah. Menunggu Leionelle berhenti sendiri.

Kecupan terakhir Leionelle di pipinya menimbulkan suara yang bising, Ravika melotot garang, tahu bahwa pria itu sengaja menekan bibirnya dengan kuat agar tercipta suara seperti itu.

"Kecupan kerinduan terakhir.." Kekeh pria itu.

Ravika memukul bibir Leionelle dengan tangan supernya. "Menyebalkan."

Mata Ravika mengikuti Leionelle yang berjalan menuju dapur setelah pria itu mengerlingkan mata nakal padanya. Leionelle memang sudah beberapa kali bertamu ke rumahnya, bahkan seperti saat ini pria itu sudah mengenal setiap sudut rumahnya.

"Mommy memasak makanan kesukaanmu tadi.." Leionelle berujar dengan tangannya yang sibuk menata makanan di atas meja.

Karena tidak ada tanggapan dari Ravika, pria itu mengangkat wajahnya. Senyum kembali terbit di sudut bibir Leionelle saat melihat Ravika bersender di dinding dan fokus menatap dirinya.

"Apa yang kau lihat, sayang. Ingin mencium ku, hm?"

Leionelle terkekeh saat Ravika bersemu dan mengalihkan pandangan. "Tenang saja. Pria ini milikmu, Vika. Selalu."

"Berhenti, Lei.." Ravika merengek dengan wajah memerahnya. Hal itu membuat Leionelle menyemburkan tawa, selalu saja menggoda Ravika itu sangat menyenangkan.

Wild Butterfly [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang