Sakit

3.1K 49 10
                                        

Kini Yela telah berada di cafe yang tadi dijanjikan nya dengan Devano. Ia memasuki cafe tersebut, kemudian mengedarkan pandangan. Mencari keberadaan kekasih nya.

Namun, ia masih belum melihat lelaki tersebut. Mungkin saja dia masih diperjalanan. Jadi ia memutuskan untuk menunggu saja sembari memesan minuman terlebih dahulu.

Sudah lama Yela menunggu, ia mengangkat tangan kiri nya untuk melihat pukul berapa sekarang.

Pukul 19.00

Akhirnya Yela berniat untuk menghubungi Devano. Ia merogoh tas nya untuk mengambil handphone. Kemudian ia mendial nomor Devano. Namun sebelum ia menekan tombol 'panggil' ada seseorang yang memasuki cafe tersebut, hingga membuat Yela mengurungkan niat nya untuk menghubungi Devano.

Orang itu adalah Devano. Lelaki itu berjalan ke arah meja Yela.

"Maaf, udah lama nunggu di sini?" Ujar Devano dengan raut wajah yang menyesal.

"Iya, emang kamu dari mana? Tadi aku mau nelfon kamu tapi kamu udah datang"

"Maaf ya, tadi ada urusan penting yang harus di selesaiin." Ujar Devano

"Kalau itu urusan penting, harusnya kamu kabari aku dulu. Jadi kamu boleh gak datang ke sini."

"Gak papa, lagian urusannya udah selesai"

Yela mengangguk-anggukan kepalanya.
"Jadi, aku ngajak kamu ke sini cuma pengen minta maaf atas perlakuan kakak ku kemarin malam di cafe. Kayaknya dia gak sengaja ngelakuin itu, mungkin dia kira bakalan ada laki-laki yang mau berbuat jahat ke aku. " Ujar Yela dengan menyesal.

"udah lah, aku juga ngerti. Lagian pukulannya gak terlalu keras. aku masih bisa nahan" ujar Devano berusaha menenangkan Yela.

"Tapi tetep aja aku minta maaf atas perlakuan dia"

"Iya, aku udah maafin." Ujar Devano sambil mengusap puncak kepala Yela dengan lembut.

"Kamu udah pesen makanan? Kamu pasti laper kan baru pulang sekolah langsung kesini. Makan dulu, habis itu aku anterin kamu pulang" tambah Devano

"Iya"  ujar Yela sembari mengambil menu yang terletak di tengah meja.

Setelah berpikir ingin memesan apa, mereka memanggil pelayan yang ada di sana dan memesan makanan mereka.

***

Sehabis makan mereka berniat untuk pulang. Devano mengantar kan Yela hingga depan rumah, kemudian ia pamit untuk pulang.

"Kamu gak mau mampir dulu?" Tanya Yela sebelum keluar dari mobil.

"Gak sekarang, mungkin lain kali. Aku takut ngeganggu kakak kamu" jawab Devano

"Oh oke, aku juga gak maksa kok. Hati-hati di jalan" ujar Yela

Devano mendekat kan wajah nya ke wajah Yela lalu mengecup singkat kening nya.

Yela keluar dari mobil Devano dan berjalan masuk ke dalam rumah. Setelah membuka pintu, ia di suguhkan dengan ruang tamu yang sepi. Mungkin kakak nya sedang berada di kamarnya.

Yela kemudian berjalan ke kamar nya, namun ketika ia melewati ruang tengah. Ia menghentikan langkahnya, karena ia mendengar ucapan seseorang yang sedang duduk di sofa sambil melihat TV.

"Lo pergi sama pria brengsek itu?" Ucap David tanpa mengalihkan pandangannya dari TV.

"Iya, emang kenapa? Itu bukan urusan lo kan? Dia pacar gue, terserah gue dong mau kemana aja sama dia" ucap Yela dengan datar.

"Gue gak ngelarang lo pacaran, tapi kenapa harus sama pria brengsek itu yel?"

"Dia punya nama bang, jangan panggil dia 'pria brengsek'!! " Sentak Yela

LOVE SIBLING Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang