David POV
Gue saat ini sedang bingung. Dari tadi pagi Yela belum juga mau keluar dari kamar nya dan dia belum makan seharian. Gue khawatir, lalu gue memutuskan buat samperin dia ke kamar nya. Saat sudah di depan kamar nya. Gue ketuk pintu nya beberapa kali, tapi gak dibuka. Lalu gue coba panggil dia, dan tetep gak ada yang nyaut.
Karna gue takut dia kenapa-napa. Gue berinisiatif buat ngedobrak pintu nya. Dan setelah terbuka. Gue mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kamar, yang gue cari gak ada. Lalu gue ke kamar mandi, dan yela tetep gak ada.
Gue mulai panik. Setelah itu gue langsung turun ke bawah buat ambil kunci mobil dan keluar buat cari Yela. Gue bingung harus kemana, dan setelah lama berpikir. Gue tau, gue harus ngehubungi siapa.
Gue ambil hp gue, dan mencari kontak Lita. Setelah berdering beberapa saat, akhirnya ada suara dari seberang sana.
"Halo?" Ucap Lita
"Halo ta, Lo tau dimana Yela?" Tanya gue langsung to the point.
"Yela? Emang tu anak gak ngasih tau lo? Dia di Club bareng gue. Tadi gue yang ngajak dia. Sekarang kita lagi di Club XXX." Ucap Lita
"Oke makasih ta" setelah nya gue langsung mematikan panggilan secara sepihak. Dan menuju ke tempat Yela berada. Gue mengendarai mobil dengan kecepatan penuh.
Setelah sampai di depan tempat yang Lita maksud tadi. Gue langsung markirin mobil dan masuk ke dalam. Gue mulai mencari keberadaan Yela. Dari kejauhan gue melihat seseorang yang familiar. Gue menyipitkan mata, dan seketika darah gue mendidih. Gue mengepalkan tangan kencang.
Author POV
Tiba-tiba saja David datang dengan amarah yang menggebu-gebu. Dia langsung membogem wajah Vano, dan membuat Devano hampir saja terjungkal ke belakang.
Yela yang melihat itu terkejut. Dia mematung di tempat untuk beberapa saat. Dan setelah tersadar, dia menghentikan tindakan David yang terus memukuli Devano.
"STOP DAVID! STOP! LO KENAPA SIH?!" Teriak Yela dan berusaha menghentikan David.
David akhir nya berhenti memukuli Devano. Dia menatap tajam ke arah Yela.
"Ayo pulang" ucap David dingin
"Nggak! Gue gak mau!"
"Pulang Yela!" David sedikit meninggikan suara nya.
"Lo siapa ngatur-ngatur gue?!" Sentak Yela.
David yang mulai hilang batas kesabaran langsung menarik lengan Yela dengan kencang. Tapi Yela berusaha memberontak, dia merasakan sakit di pergelangan tangannya. Karna tenaga David lebih kuat, akhirnya Yela terpaksa untuk pulang.
"Masuk!" Ucap David
Tapi Yela tetap bergeming di tempat. Tanpa pikir panjang David menggendong Yela dan mendudukkan nya di kursi penumpang dan menutup pintu nya. Lalu David lari ke kursi kemudi dan menjalankan mobil nya untuk pulang.
Skip sampai rumah
Yela langsung turun dari mobil tanpa mengatakan sepatah kata pun. David langsung mengejarnya. Dan sampai di rumah tamu, akhirnya ia bisa menahan Yela.
"Lo belum makan kan dari tadi pagi? Cepet makan, udah gue siapin" ucap David dingin.
"Gak usah sok peduli sama gue!" Ujar Yela menekankan setiap kata nya.
"Lo boleh marah sama gue, tapi Lo harus makan. Kalau gak lo bisa sakit" ucap David sedikit meninggikan suara nya.
"Kalau gue gak mau kenapa, hah? Gue udah muak sama lo bang! Lo udah malu-maluin gue dengan cara mukul Devano tadi di Club!" Sentak Yela.
David hanya diam, ia berusaha sabar dan tidak terpancing emosi.
"Devano pacar gue! Gak seharusnya Lo ngelakuin itu ke dia! Lo udah gila bang!" Bentak Yela.
David yang mendengar itu tersenyum smirk. "Pacar? Seharusnya pacar itu menjaga bukan merusak! Lo tadi hampir aja di cium sama dia! Dan bayang kan kalau gue gak ada di sana, apa yang bakal terjadi sama lo?" Ucap David dingin.
"Terserah gue mau ngelakuin apapun sama dia! Dan lo!" Ucap Yela dengan menunjuk ke arah David.
"LO GAK BERHAK NGELARANG GUE!" Lanjut Yela dengan menekan kan setiap kata nya. Setelah mengatakan itu, ia berbalik ke belakang hendak pergi. Namun tiba-tiba David menarik tangan nya dan menggendong nya ala bridal style.
Yela memberontak, "Turunin gue! Lo gila ya!" Bentak Yela
David yang sudah tidak bisa menahan kesabaran nya lagi, langsung membawa Yela ke kamar nya.
"Udah cukup lo Sekarang bicara, lo akan tahu akibat nya!" Ucap David dengan penuh penekanan.
Setelah sampai di kamar, David langsung menghempaskan Yela ke kasur. Dan dia mulai menindihi Yela.
"Lo akan tahu alasan gue ngelakuin ini semua" ucap David
Setelah mengatakan itu, David langsung mencium bibir Yela dengan rakus dan kasar. Yela memberontak, ia berusaha melepaskan ciuman itu.
"Mmphhh..lepphh..aashh" ucap Yela di sela sela ciumannya.
Namun David menghiraukan nya. Semakin lama, ciuman itu berubah menjadi semakin lembut. Hingga Yela terlena dengan ciuman itu. Akhir nya Yela pun membalas ciuman David.
Mereka saling melumat satu sama lain. Beradu lidah dan bertukar Saliva di dalam.
Lama mereka melakukan ciuman itu. Lalu David mulai turun mencium leher Yela. Yela hanya bisa pasrah, ia sudah tidak punya kekuatan lagi untuk melawan. Entah lah apa yang akan di lakukan saudaranya habis ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVE SIBLING
Romance"Kak, seharusnya kita gak boleh ngelakuin ini. Kalau lo lupa kita ini saudara. Kita sedarah kak, dan semesta gak akan ngerestuin hubungan kita" Jelas Yela "Persetan dengan itu semua Yel. Gue cinta sama lo, dan gak akan ada yang bisa cegah gue!" ucap...
