"Lakuin hal yang pernah kita lakuin waktu itu di kamar lo." Jelas Yela
David terkejut bukan main, apa tadi katanya? Melakukan hal itu lagi? Oh ayolah David memang ingin tapi ia sudah sadar bahwa tindakannya waktu itu sudah salah. Dan sekarang Yela ingin melakukannya lagi? David benar-benar tak habis pikir dengan Yela.
"Gak! Lo gila?" Ucap David dengan nada tinggi
"Iya! Gue udah gila! Lo boleh sebut gue gila saat ini," Balas Yela
"Kenapa sekarang lo gak mau, hah?! Bukannya dulu lo udah lakuin itu ke gue?" Sentak Yela
"Cukup, yel. Gue tau, gue salah waktu itu. Gue cuma gak mau lo di pegang sama laki-laki lain selain gue." Jelas David
"Tapi gak gitu caranya kak!" Bentak Yela
"Sekarang lo pergi dari kamar gue." Ucap Yela penuh penekanan
"Gak, Lo harus makan-"
"PERGI KAK!" Bentak Yela
David menghela nafas panjang dan setelah itu ia pergi meninggalkan Yela sendiri. Mungkin Yela butuh waktu untuk saat ini. Pikir David.
***
Pukul 06.30
Setelah selesai mandi, Yela turun ke bawah untuk membuat sarapan. Wanita itu sangat kesal, karena hari ini adalah hari Minggu. Yang artinya ia akan seharian di rumah bersama David.
Mungkin setelah sarapan ia akan berada di kamarnya saja. Yela membuka kulkas untuk melihat ada apa saja di sana. Sepertinya Yela akan membuat nasi goreng untuk sarapan pagi ini.
Saat Yela memotong sayuran terdengar suara langkah kaki di tangga, sepertinya itu David. Yela mencoba acuh kepada lelaki itu.
Ketika David memasuki dapur, ia menatap Yela sejenak lalu berlalu mengambil air minum. Setelah itu David menghampiri Yela dan bertanya pada wanita itu.
"Mau gue bantu?" Tanya David
"Gak usah." Balas Yela dingin
Tapi David tak mendengarkan ucapan Yela dan malah ikut membantunya.
"Gue bilang gak usah ya gak usah, lo denger gak sih?!!" Bentak Yela
"Gue gak mau liat muka lo, lebih baik lo pergi dari sini!" Lanjut Yela
"Lo mau gue ngapain?" Tanya David
"Lo gak denger? Gue mau lo pergi dari sini." Ucap Yela
"Lo mau gue ngelakuin hal yang lo mau tadi malem? Oke. Sekarang. Di sini. Gue bakal lakuin itu. Itu kan yang lo mau?"
Yela membulatkan matanya sempurna. Saat ini David mendekati Yela dan mengekang Yela di antara dua lengannya.
Saat David ingin menciumnya, Yela menahan dada David.
"Cukup, gue udah gak selera. Lebih baik lo pergi sekarang." Ucap Yela sembari mengalihkan pandangannya ke arah lain
" Gue gak akan pergi. Mungkin hanya dengan cara ini lo berhenti marah-marah ke gue." Setelah mengucapkan itu David melumat bibir Yela
David melumat bibir Yela dengan lembut. Ia memainkan lidahnya di dalam sana. Setelah cukup lama, akhirnya Yela membalas lumatan David. Karena mengetahui Yela membalasnya, David semakin semangat melakukannya.
Ciuman David turun ke leher Yela. Di sana, ia membuat banyak kissmark. Memberitahukan pada dunia bahwa Yela adalah miliknya.
Yela mendesah tertahan, tangan Yela berada di kepala David dan menjabak pelan rambutnya.
Setelah cukup puas di leher, David berpindah ke payudara Yela. Lelaki itu membantu Yela untuk membuka kaosnya. Tampak lah bra hitam milik Yela, David langsung menciumi dada atas Yela sembari tangannya membuka kaitan bra.
Setelah terbuka, David langsung membuat tanda kepemilikan di sana, mencium dan menghisap puting Yela.
Sedangkan Yela, tangan wanita itu meremas pelan rambut David. Ia sudah tidak bisa menahan desahannya.
Tangan David yg berada di payudara Yela saat ini mulai merambat ke bagian sensitif Yela. Lelaki itu menyentuh dan memainkan klitoris Yela.
"Mmhhh.." desah Yela
Saat ini kepala Yela di sandarkan ke bahu David dengan tangan yang memeluk leher David erat.
Perlahan David mulai memasukkan jari telunjuk nya ke dalam vagina Yela dan mengocok nya secara perlahan di sana.
Yela mengerang tertahan.
Setelah satu jari masuk, David menambahkan satu jari nya lagi ke dalam vagina Yela.
Sekarang di dapur sudah dipenuhi oleh desahan Yela dan David lah penyebab semua itu.
***
Malam harinya, setelah mereka melakukan hal 'itu' di dapur. Kini David dan Yela tengah berada di ruang keluarga sembari menonton film. David telentang di sofa dengan menjadikan paha Yela sebagai bantal.
Sedangkan Yela, wanita itu fokus menonton film dengan tangan mengelus kepala David lembut.
Tiba-tiba Yela menyeletuk,
"Kak, kita salah gak sih udah ngelakuin hal itu? Secarakan kita saudara kandung."
David yang mendengar hal itu menyeringai.
"Menurut lo?" Bukannya menjawab David malah bertanya balik.
"Emm.. ya salah. Terus gimana dong? Kalau orang tua kita tahu, mereka pasti marah banget, bukan hanya marah, mungkin mereka bakalan kecewa sama kita." Ucap Yela sembari menunduk menatap ke arah David
Mereka berdua saling bertatapan, bergelut dengan pikiran masing-masing.
"Tenang aja. Mungkin mereka cuma marah dan bakalan nikahin kita" ucap David enteng
Yela membulatkan matanya,
"Lo gila? Ya gak mungkinlah. Kalau lo lupa kita ini saudara kandung, dan saudara kandung gak boleh nikah!" Ucap Yela kesal
"Memang kita saudara kandung beneran?" Tanya David sembari tersenyum miring
Yela mengerutkan keningnya. Bingung dengan ucapan David
"Maksud lo?" Tanya Yela
David terdiam sesaat, kemudian ia bangun dari tidurnya dan duduk di samping Yela.
"Udah gak jadi, mending lo tidur. Besok sekolah kan" suruh David
Yela semakin mengerutkan keningnya tapi ia menuruti perintah David. Dengan perasaan yang bertanya-tanya Yela naik ke atas menuju kamarnya. Memang benar dia harus tidur karena besok sudah harus sekolah.
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVE SIBLING
Romansa"Kak, seharusnya kita gak boleh ngelakuin ini. Kalau lo lupa kita ini saudara. Kita sedarah kak, dan semesta gak akan ngerestuin hubungan kita" Jelas Yela "Persetan dengan itu semua Yel. Gue cinta sama lo, dan gak akan ada yang bisa cegah gue!" ucap...
