Kembali Bertemu

1.2K 36 5
                                    

Tok.. Tok.. Tok..

Yela mengetuk pintu di depannya. Ia sekarang sudah berada di rumah kedua orangtuanya. Tak lama suara pintu terbuka terdengar dan terlihatlah wanita paruh baya yang masih tetap cantik meskipun umurnya tidak muda lagi.

"Sia- Yela??!! Yela kapan datangnya?" Ucap Elena seraya memeluk erat putri kesayangannya itu.

"Baru kemarin ma, mama apa kabar?" Tanya Yela yang membalas pelukan mamanya tak kalah erat.

"Baik nak, mama selalu baik. Memangnya Yela ada keperluan apa sampai ke London?" Tanya Elena melepas pelukannya.

"Yela dipindahkan tugas ke salah satu rumah sakit disini ma." Ucap Yela menjelaskan

"Wah hebat sekali kamu, mama sama papa bangga sekali punya anak dokter cantik kayak kamu," Goda Elena

"Ayo masuk, mama tadi kebetulan masak makanan kesukaanmu. Oh iya kalau kamu cari papa, papa gak ada karena lagi di kantor." Lanjut Elena membawa putrinya masuk

"Iya ma, nanti tolong sampaikan pesan Yela ke papa ya. Kalau Yela itu kangen banget sama papa. Karena kemungkinan Yela bakalan sibuk mulai besok. Jadi bakalan jarang ke rumah mama." Ucap Yela

"Iya sayang gak papa, nanti kalau Yela butuh sesuatu saat tinggal disini, bilang sama mama aja ya." Ucap Elena sembari mengelus surai hitam Yela lembut.

"Siap ma. Oh iya ma satu lagi, jangan kasih tau kak David tentang kedatangan Yela ke London. Yela lagi marah sama dia." Pinta Yela

"Iya sayang, tenang aja. Ayo makan dulu, kamu pasti belum makan sama sekali kan." Ucap Elena

"Iya ma, Yela bakalan makan kok."

Akhirnya kedua wanita itu pun makan bersama dengan Yela yang selalu berceloteh tentang kehidupannya di Indonesia.

***

Sudah dua hari Yela bekerja di rumah sakit tersebut. Dan ternyata sungguh menyenangkan, suster-susternya sangat baik dan ramah kepadanya.

Itu membuat Yela tidak canggung seperti di awal-awal ia bekerja. Wanita itu juga semakin dekat dengan Steven. Entah karena apa, tapi sepertinya Steven yang berusaha mendekatinya. Seperti saat ini, Steven mengajaknya makan bersama di kantin rumah sakit di saat jam istirahat.

"Kau ingin pesan apa? Biar saya pesankan." Ucap Steven

"Saya ikut Mr. Steven saja." Ucap Yela sopan

"Tidak usah memanggil saya dengan 'Mr.' cukup Steven saja. Lagipula kita seumuran." Ucap Steven

"Benarkah? Apakah tidak apa-apa?" Tanya Yela ragu

"It's okay, jadi untuk makanan saya samakan saja ya?"Tanya Steven sambil tersenyum

"Baik." Ucap Yela. Steven pergi setelah tersenyum ke arah Yela. Sepertinya ia harus berusaha lagi untuk membuat wanita itu tidak lagi canggung kepadanya. Pikir Steven.

Tak lama Steven datang dengan nampan ditangannya. Itu adalah makanan miliknya dan Yela. Kemudian mereka makan bersama.

***

Di sisi lain, David berada dalam perjalanan pulang. Kondisinya benar-benar tidak bisa dibilang baik. Lelaki itu mengendarai mobil dalam keadaan mabuk. Ya, David baru saja dari Club. Club terkenal di London dan tentu pengunjungnya orang-orang elite.

Hari sudah semakin larut, bahkan dijalan sudah makin sepi. David pikir ia akan aman berkendara dalam keadaannya yang seperti itu, jadi ia memutuskan untuk menambah kecepatan mobilnya agar cepat sampai di apartemen.

LOVE SIBLING Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang