Yela

1.4K 39 2
                                        

Halo para readers..
Mulai sekarang, Yela bakal panggil David 'Kakak' bukan 'Abang' lagi. Kalo panggil 'Abang' kek kurang enak aja. Karena 'Abang' banyak artinya, bisa Abang tukang bakso, Abang somay. Gitu aja sih.
Okee selamat membaca..

~~~

Kini Yela dan Lita berada di kantin. Dua perempuan itu sedang menikmati makanannya. Tiba-tiba saja Yela menyeletuk,

"Lit, lo ada waktu gak nanti pulang sekolah?" Ucap Yela

Lita yang asik menyuapkan makanan ke mulutnya mendongak menatap Yela. Gadis itu terlihat berpikir sejenak.

"Pulang sekolah? Hmm... Gue gak bisa, nanti gue mau jalan bareng pacar gue. Sorry ya, Yel" balas Lita dengan raut wajah menyesal.

"Oke gak papa. Nanti gue bareng Vano aja kalau gitu"

Mereka pun melanjutkan makannya yang sempat tertunda.

***

Sepulang sekolah Yela langsung menghubungi Devano, menanyakan apakah lelaki itu dapat menemaninya keluar. Ia segera menelepon lelaki itu.

Di deringan pertama langsung di angkat oleh Devano, kemudian terdengar suara lelaki itu dari seberang telepon.

"Halo"

"Halo sayang? Ada apa?" Tanya Devano

"Nanti ada waktu gak? Aku mau keluar sama kamu"

"Maaf sayang, aku gak bisa. Aku habis ini keluar sama temen-temen."

Seketika raut wajah Yela berubah jadi masam.

"Oh gitu, yaudah gak papa. Kamu jaga kesehatan ya"

"Kamu juga, maaf banget ya"

"Iya Vano. Udah, aku matiin ya"

Yela memutuskan panggilan itu.

Setelah itu, Yela merebahkan tubuhnya ke kasur.

"Ini kenapa semua pada sibuk sih?! Terus gue keluar sendiri gitu?" Ucap Yela pada dirinya sendiri.

"Males bangetttt, gak ada yang nemenin" 

Sungguh Yela seperti orang gila yang berbicara sendiri.

"Masa gue harus ngajak Kak David? Ah males gue ngajak orang itu"

Tiba-tiba terdengar suara handphone Yela yang berdering menandakan ada sebuah telfon masuk.

Yela mengambil handphonenya yang berada di atas nakas, tertera di sana nama 'Mama'. Tanpa berpikir panjang Yela mengangkat nya.

"Halo ma?"

"Hai sayang, gimana kabar kamu? Dan gimana kabar David?"

"Kabar aku baik ma, kak David juga baik-baik aja"

"Kalian gak pernah bertengkar kan? Harus akur ya sama kakak kamu"

"Iya ma, kami akur kok. Gimana kabar papa? Yela kangen banget sama kalian"

"Papa baik, sekarang dia lagi di kantor. Mama juga kangen banget sama kalian berdua."

"Mama papa kapan pulang?"

"Mama berharap dapat pulang secepatnya sayang. Tapi pekerjaan kita berdua di sini belum selesai"

"Kalau gitu mama sama papa harus jaga kesehatan. Jangan terlalu sibuk ngurusin pekerjaan."

Terdengar suara tawa dari seberang sana.

"Iya sayang, kamu juga ya. Titip salam buat kakak kamu. Dia harus jagain kamu selama kita belum di sana. Kalau dia jahat sama kamu kasih tau mama. Biar mama kasih pelajaran dia"

Yela tertawa mendengar ucapan mama nya.

"Iya ma, tenang aja. Kak David baik kok jaga Yela"

"Bagus deh kalau gitu, udah dulu ya sayang. Mama mau lanjut kerja"

"Iya ma"

Selanjutnya panggilan itu berakhir. Yela berniat akan turun untuk mengambil minum.

Untung saja di dapur terdapat jus jeruk, Yela langsung mengambil gelas dan menuangkan jus jeruk tersebut. Kemudian Yela berjalan ke arah ruang keluarga, di sana terdapat David duduk sembari memainkan handphonenya.

Yela duduk di sofa tepat sebelah David. Lelaki itu menoleh menyadari kedatangan Yela.

"Kak tadi mama telfon, dia titip salam buat lo" ucap Yela

"Gimana kabar mama sama papa?" Tanya David

"Mereka berdua baik-baik aja. Tapi sayangnya mereka masih lama di sana. Padahal gue kangen banget sama mereka" ucap Yela sembari menundukkan kepalanya.

Ia sedih, orang tuanya sangat jarang berada di rumah. Semenjak kelas 4 SD orang tua nya mulai meninggalkan ia dengan David. Mungkin hanya 2 Minggu mereka pulang ke rumah.

Seharusnya pada saat-saat itu Yela sangat membutuhkan orang tuanya. Yela tahu, mereka mencari uang untuk memfasilitasi semua kebutuhan Yela.

Tapi yang Yela inginkan bukan itu, ia hanya ingin keluarganya berkumpul bersama. Ia hanya ingin kasih sayang dari orang tuanya.

"Kak, gue pengen banget mereka pulang dan tinggal di rumah bareng kita. Gue pengen kita bisa sarapan bersama di pagi hari. Dan ngabisin waktu bersama." Yela menggenggam gelas di tangannya dengan erat.

Tiba-tiba terasa tangan David mengelus kepalanya. Lelaki itu mengambil gelas di tangan Yela dan meletakkannya di meja. Ia membawa tubuh Yela ke dalam pelukannya.

"Lo gak sendiri. Masih ada gue di sini, gue bakal jaga lo. Gak usah sedih." Ucap David menenangkan Yela.

'gue ngerasa gagal jadi kakak bagi Yela. Maafin gue, yel'  batin David

"Kalau lo sedih, gue bakalan ngerasa gagal jadi kakak lo" ucap David masih memeluk Yela.

"Lo emang udah gagal jadi kakak gue. Buktinya lo ngelakuin 'itu' sama adek lo sendiri. Kakak mana yang berani ngelakuin 'itu', hah?" Balas Yela lirih sambil tetap memeluk David

"Udah gak usah bahas itu lagi. Lo juga menikmati kan?" David tersenyum miring

"Dengkul mu menikmati" Yela melepas pelukan itu.

David tertawa kecil. Lelaki itu kembali mengelus puncak kepala Yela.

"Mau keluar gak?" Tanya David

Yela langsung menatap David dengan mata berbinar

"Kemana? Ayokk" jawab Yela

"Cari makan, gue tau lo belum makan kan?"

"Belum, yaudah gue mau ganti baju dulu" ucap Yela kemudian pergi ke kamarnya dengan perasaan senang. Akhirnya ia pergi keluar seperti yang di inginkannya sejak tadi.

David melihat itu tersenyum tipis. Ia menggelengkan kepalanya melihat Yela.
'Gampang banget bikin dia seneng, syukur deh. Setidaknya dia ngelupain masalah tadi." Batin David.



~~~

Maaf jarang update. Tugas lagi numpuk, tapi bakalan aku usahain buat tetep update. Oke sekian dulu..

LOVE SIBLING Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang