22. Do not lie

4K 389 53
                                        

Annyeong yeorobun..
Bagaimana kabar kalian hari ini apakah baik-baik saja?
Aku harap baik ya....

Sebelum baca aku ingetin lagi ya buat vote. Vote dari kalian bikin aku semangat nulis apa lagi baca komentar dari kalian tu...❤️

Selamat membaca 💜
.

.

.

Sunhee tersenyum sumringah ketika ia sudah tiba di seberang toko bunga miliknya. Hampir tiga bulan dirinya tidak kemari dan baru bisa sekarang.

Deretan bunga berbagai macam jenis berjejer rapi dan indah memanjakan mata setiap orang yang lihat.

Sunhee tidak sabar ingin keluar sampai tergesa-gesa melepas seatbeltnya tidak menghiraukan Jimin di sebelahnya.

Benar saja. Saking bahagianya Sunhee langsung saja membuka pintu mobil. Melihat hal itu Jimin segera menarik kembali pintu mobil sehingga Sunhee kaget.

"Lebih penting toko bunga atau aku?" Tanya Jimin tiba-tiba.

Sunhee mengerjap-ngerjap beberapa kali berusaha mencari jawaban.

"Toko bunga."

Alhasil Jimin kembali mempoutkan bibirnya. Merajuk mendengar jawaban Sunhee.

"Aku keluar dulu. Sepertinya ada pelanggan." Pinta Sunhee kembali ingin membuka pintu.

Tidak semudah itu. Pintu langsung di kunci Jimin supaya istrinya tidak bisa keluar.

Sunhee menatap Jimin memohon supaya pintu di buka karena sudah tidak sabar. Sedangkan Jimin membalas tatapan Sunhee dengan tatapan dinginnya.

"Jim... Buka ya... Please.." pinta Sunhee menggoyangkan lengan Jimin manja.
"Katanya kau ada rapat kan harus cepat pergi nanti terlambat."

"Cium dulu."

"Kemarikan pipi mu."

Jimin akan menggunakan kesempatan ini untuk meminta sesuatu yang ia tahan sejak tadi. Mau tidak mau Sunhee pasti akan mau melakukannya supaya bisa keluar.

Caranya adalah Jimin memindahkan posisi duduk Sunhee ke atas pengakuannya kemudian menurunkan sandaran punggung supaya lebih mudah.

"Kenapa seperti ini? Kan hanya cium pipi."

"Cium bibir."

"Mwo?!" Kaget Sunhee.

"Kalau tidak mau kau tidak akan bisa keluar." Ancam Jimin.

Sunhee menggigit bibir bawahnya bingung mencari cara lain untuk kabur dari jeratan Jimin. Sunhee melihat sekeliling memastikan sekitarnya sepi lalu menengok ke arah toko kalau tidak ada yang menyadari keberadaannya.

"Cepat lakukan sekarang."

"Kau terlihat terpaksa."

Sunhee berdecak kesal, "ayolah Jim..." Rengek Sunhee menengadahkan kepalanya ke atas seraya memukul dada Jimin.

Baiklah Jimin akan melakukannya sekarang kasihan melihat rengekan istrinya yang sudah tidak sabaran.

Jimin menarik tengkuk Sunhee menempelkan bibirnya kemudian memejamkan maniknya menikmati lumatan yang ia ciptakan.

Sama halnya dengan Jimin, Sunhee juga menikmatinya. Seketika rasa terpaksa itu hilang begitu saja ketika bibirnya kembali di manjakan Jimin.

Merasa sudah cukup lama segera Sunhee ingin menjauhkan bibirnya namun di cegah Jimin. Jimin semakin memperdalam lumatannya, lidah panasnya menerobos masuk menyapa deretan gigi Sunhee, menggelitik langit-langit dan mengajak Sunhee untuk berperang lidah.

Happiness[M] || PJMCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang