20. Can't stop

5.4K 444 137
                                        

Annyeong yeorobun...
🌖🌖
Neh neh tanda apa itu😌

Masih sabar atau udah ga sabar?
Selamat membaca 💜

Sandsack gantung hitam merah menjadi pelampiasan kemarahan Sunhee. Tangannya begitu berani memukul setiap sisi bagian sandsack tanpa menggunakan pelindung tangan.

Sunhee tahu punggung tangannya sudah merah tapi ia tetap memukul sampai kemarahannya hilang.

Di dalam ruang latihan yang di penuhi matras Sunhee hanya sendiri tanpa pelatih atau Jimin. Kelas sudah berkahir dua puluh menit yang lalu namun Sunhee enggan untuk beranjak dari tempat tersebut.

Sesekali suara teriakan terdengar saat Sunhee memukul dan menendang sandsack.

"Dasar bedebah brengsek!!! Sudah tahu punya istri masih saja genit dengan wanita lain! Sifatnya tidak pernah berubah! Tebar pesona sana-sini!!"

Nafas Sunhee memburu, ia menjeda sebentar pukulannya untuk mengumpulkan energi.

"Dia pikir dia saja yang bisa tebar pesona seperti itu hah?! Aku juga bisa!! Awas ya pulang ke Korea aku akan club'ing"

"Kau yakin akan club'ing?"

Sunhee seketika berbalik mendengar suara Jimin dari belakang. Jimin sedang berjalan ke arahnya memakai seragam taekwondo.

Tampan sih tapi menyebalkan.

Sunhee malas menghiraukan Jimin lebih baik memukul sandsack lagi.

Kini Jimin berada di sebelah Sunhee mengambil tangan Sunhee supaya tidak memukul lagi. Kedongkolan hati Sunhee tidak hilang malah semakin menjadi-jadi.

"Penghuni panti sudah di pindah ke gedung baru."

Perhatian Sunhee sedikit tertarik mendengarnya. "Lalu Timy?"

"Dia juga ikut" balas Jimin.

"O" sangat singkat.

Malas berada dekat Jimin, Sunhee memilih menjauh ke tengah matras ingin melatih tendangan yang di ajarkan pelatih tadi.

Belum sampai di tengah Jimin menariknya lalu memeluk dari belakang. Reflek Sunhee langsung menyiku perut Jimin cukup keras hingga pelukannya terlepas.

Jimin meringis kesakitan. Sejak kapan Sunhee memiliki tenaga kuat seperti ini. Sikunya yang lancip sukses membuat Jimin meringkuk dan meringis.

"Aahhk sakit sekali." Keluh Jimin berguling-guling di atas matras.

"Tidak terlalu keras. Kau terlalu berlebihan" tukas Sunhee sebenarnya khawatir melihat Jimin.

Jimin terus berguling di atas matras meringis kesakitan. Sunhee jadi semakin khawatir terpaksa ia menghampiri Jimin memegang perut yang sakit. Di balik ringisan Jimin, ia merasa menang bisa membuat Sunhee bersimpati padanya.

Happiness[M] || PJMCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang