23. The first step

5.1K 367 125
                                        

Annyeong yeorobun....
Gimana malam Minggu kalian?
Sudah siap dengan
🌚🌚🌚
Hihihi...

Selamat membaca 💜
.

.

.

Mungkin efek rindu tidak lama melakukan olahraga panas, kali ini bukan Jimin yang menerjang duluan melainkan Sunhee.

Meskipun Jimin yang mengajak tapi Sunhee langsung saja menerjang Jimin di dalam bathtub.

Sunhee memberikan ciuman penuh nafsu yang sudah tidak lama ia rasakan. Jimin yang sudah semenjak dulu menahan nafsunya dengan senang hati menerima serangan penuh hasrat itu.

Jimin dapat rasakan aliran darahnya bergejolak dan semakin memanas. Segera ia membalas ciuman yang Sunhee tawarkan, menjadikannya sedikit agresif. Jimin benar-benar sudah kelaparan.

Tangan Sunhee perlahan turun dari dada menuju perut menyentuh roti sobek milik Jimin. Kemudian turun lagi hingga menemukan koordinasi kejantanan suaminya yang sudah mengeras.

"Ahh" erangan kecil nan berat keluar dari bibir Jimin di sela-sela ciuman mereka.

Pangutan mereka terlepas, nafas Jimin semakin memberat menikmati sentuhan tangan istrinya yang lembut, halus dan basah.

"Ternyata Jiji sudah sehat." Kata Sunhee menyeringai menatap Jimin dengan tangan masih mengelus halus milik Jimin.

Jimin yang tidak tahu siapa yang Sunhee maksud pun bertanya. "Who is Jiji?"

"Your dick"

"Oh shit! Ternyata kau nakal."

Tangan Jimin yang sedang menganggur itu mengelus-ngelus punggung basah Sunhee lalu ikut turun perlahan mencapai daerah bokong istrinya dan bermain dengan mantap disana. Satu tangan lainnya mulai bermain di salah satu gunung kenyal nan sintal.

Berbeda dengan Sunhee, pandangannya tidak bisa lepas dari milik Jimin yang sudah memuncak dan bertenaga. Mencari posisi nyaman, kini Sunhee sedang di apit dua paha kekar Jimin.

Tangan lembut itu menggenggam batang panas dan tebal itu mulai kembali melakukan pergerakan meraba bagian puncak yang sedikit basah. Perlahan tangan itu bergerak memutar dan melingkari kepala batang Jimin.

Tangan yang bergerak pelan berubah semakin cepat. Turun dan naik mengocok kejantanan suaminya. Wajah Sunhee kian mendekat dan tak disangka menjilat bagian puncak.

"Uhh Sunhee-ya...." Racau Jimin merasakan sengatan aneh dari lidah panas Sunhee.

Bibir merah Sunhee mencium miliknya, lalu melahap setengahnya. Ukuran miliknya yang semakin membesar menyulitkan Sunhee untuk mengulumnya.

Melihat pemandangan panas di hadapannya, Jimin semakin terangsang. Namun batang yang keras itu memperlihatkan tanda mencapai batasnya.

Jimin segera menjauhkan mulut Sunhee sebelum cairan putih kental itu keluar.

"Aeuhh" erang Jimin ketika cairan itu keluar dan mengenai dagu Sunhee sampai turun ke belahan dada.

Nafas mereka memburu, tangan Jimin terulur mengusap cairannya pada dagu Sunhee.

Sungguh Jimin masih tidak percaya ternyata kekasihnya yang terkenal polos itu bisa nakal dan membuatnya kewalahan.

"Dimana kau belajar seperti tadi, hem?" Tanya Jimin lembut bersamaan mengelus surai Sunhee.

Happiness[M] || PJMCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang