33. That's not him

2.9K 366 84
                                        

Annyeong yeorobun...
Bagaimana kabar kalian? Semoga semua dalam keadaan baik. Aku ga tau harus menyampaikan apa, so selamat membaca 🤗

.

.

.

"Kau harus mati." Tangan Giselle semakin kuat mencekik Sunhee.

Tepuk tangan terdengar dari belakang Giselle di susul suara kekehan Haecul yang menyaksikan Giselle mencekik leher Sunhee. Giselle diam, tapi tapi tangannya masih berada di leher Sunhee.

"Kau terlalu tergesa-gesa nak. Kenapa kau datang kemari? Kau tidak tahu kalau Jimin akan mencarimu malam ini?" Tanya Haecul melipat kedua tangannya di depan dada menatap Giselle.

Perlahan tangan Giselle menjauh dari leher Sunhee. Deru nafas Sunhee tidak teratur, lehernya terasa sakit dan dadanya terasa sesak. Ia butuh air namun mustahil mendapatkannya.

"Untuk apa Jaehun mencariku?"

"Memenuhi keinginan mu. Bukannya selama ini kau menginginkan itu?"

Giselle belum paham maksud kalimat Haecul. Keinginan? Giselle hanya ingin hidup bahagia bersama Jimin. Kalau Jimin mencarinya dan hidup bersama dengannya bukannya terdengar aneh?

"Aku tidak paham. Bisa Ahjussi jelaskan lebih rinci?

Haecul melirik Sunhee sejenak sebelum akhirnya tersenyum miring seperti iblis. "Bermain di ranjang dengan suara desahan panas yang saling bersahutan." Ucapnya santai.

Kedua manik Sunhee membulat sempurna seperti bola. Tangannya mengepal ingin meninju mulut Haecul. Dilihatnya Giselle langsung tersenyum sumringah sama seperti Haecul. Kedua iblis itu memang harus di musnahkan dari dunia.

Selanjutnya Giselle menghadap Sunhee lagi dengan senyum penuh kemenangan. "Kau dengar? Atau nanti aku rekam saat kami melakukannya?" Tanyanya seraya tangannya bertumpu di kursi.

"Silahkan. Kalau kau ingin merekamnya dengan senang hati aku akan mendengarnya." Jujur saja saat Sunhee mengatakan itu hatinya terasa sakit dan pedih. Otaknya langsung membayangkan Jimin dan Giselle.

"Really?" Giselle tertawa renyah kemudian mengalihkan pandangannya ke Haecul. "Ahjussi dengar bukan? Dia sudah mengikhlaskan Jaehun." Ucapnya tertawa bahagia.

Setelahnya Sunhee mengalihkan pandangannya ke arah lain. Benci melihat dua iblis bajingan di depannya yang menertawakan dirinya. Sungguh menyebalkan. Kalau saja memang benar Jimin melakukannya, keinginan Sunhee ingin mati semakin kuat. Untuk apa tinggal di dunia yang di penuhi manusia kejam?

"Tunggu saja Bae Sunhee. Besok pagi rekaman panas ku dan Jaehun akan sampai di tanganmu."

~~~~~~~~~~~~~~~~~

Happiness[M] || PJMCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang