32.Tiga pulu dua

1.6K 111 22
                                        

Hanya Allah yang mengerti bagaimana sulitnya menahan sabar tanpa harus bercerita panjang lebar

Happy reading 🍂

Sudah seminggu alifa ditinggal oleh Fahmi, dan lebih parahnya lagi Fahmi tidak ada memberinya kabar di telfon gak aktif aktif, tetapi alifa memaklumi nya mungkin Fahmi sibuk sampai gak bisa kasi dia kabar.

Sekarang alifa sedang berada dicafe bersama teman temanya yaitu putri, sekalian mengerjakan tugas kelompok dari Bu ija.

"Fa bantu gue dong" ujar putri

"....."

"Fa bantu dong" ucap putri lagi.

"......"

"Alifaaaaaa" teriak putri membuat orang yg ada dicafe beralih berhatikan mereka.

"eh, i..iya put Lo manggil gue" ucap alifa kebingungan.

"Iyalah siapa lagi, lagian Lo ngelamun Mulu gue minta bantu diam aja Lo" ucap putri dibalas cengengesan oleh alifa.

"Ya maap, emm put gue pulang ya" pamit alifa langsung beranjak dari duduknya.

"eeeee mau kemana Lo,belum selesai uda kabur aja Lo" ucap putri.

"Bunda gue manggil suruh pulang, nanti aja selesainnya" ucap alifa

"Assalamualaikum"

"Waalaikumsalam"

Diperjalanan alifa mempercepat langkahnya kerumahnya, alifa mau pake mobil tapi ia tidak tau dimana Fahmi menaruh kunci mobilnya.

Sesampai dirumah alifa langsung pergi masuk dalam kamar dan membaca novelnya, uda lama ia tidak membacanya.

"idih sedih banget sih aisyah dipoligami oleh gus rafa" ujar alifa mengomentari novel yg ia baca itu.

"Ini juga si rapa, ngapain Lo nikah lagi anjir, belum puas Lo punya bini satu, noh kan nangis aisyah nya" omel alifa.

"Kalau gue jadi aisyah, ngapain gue kejar kejar lagi sirapa itu, lo cantik aisyah masih banyak yg mau sama lo" dumel alifa geram ia membaca tentang gus rafa itu.

Dan pada akhirnya alifa memilih untuk tidak menbaca cerita itulagi, bisa emosi dia melihat aisyah yg dipoligami mau aja.

tok tok tok "assalamualaikum" teriak orang yg diluar rumah.

Mendengar seperti ada suara orang yg mengucapkan salam alifa mengintip dulu jendela siapa itu, dan ternyata itu adalah Noval abangnya alifa, tanpa ba-bi-bu alifa langsung membukakan pintu untuk sang Abang.

"Abanggg" ujar Alifa memeluk erat abangnya, jujur ia sangat rindu sama abangnya itu, meskipun dulu sering berantem.

"Adek sehat" tanya Noval mengelus Surai rambut alifa halus, alifa hanya memakai kerudung jika keluar rumah ya bestiee.

"Alhamdulillah, Abang kok gak pernah jenguk alifa lagi" lirih alifa.

"Sibuk dek" ucapnya

"Sok sibuk Lo" ejek alifa sambil mengusap air mata nya dan terkekeh.

Noval terkekeh "mau jalan gak" tawar abang nya alifa dibalas anggukan semangat oleh sang adik

"Mau bangettt" seruu alifa.

"Sana ganti baju, gue tunggu" ucap nya lalu alifa langsung berlari kearah kamarnya dan Segeran mengganti bajunya, ia bersemangat karna sudah lama ia tidak jalan jalan sama abangnya.

Tidak lama menggunakan waktu untuk bersiap siap, dan akhirnya alifa sudah siap, alifa memakai gamis warna hitam dan hijab wanita coksu.

Noval melihat pakaian yg dikenakan adik kecilnya itu sangat cantik, akhirnya alifa mau memakai gamis tetapi Noval tidak sengaja melihat perut alifa yg bisa dibilang sedikit buncit wkwkwk.

FAHMI [End]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang