39.Tiga puluh sembilan

1.6K 95 8
                                        

Hai haiii assalamualaikum hehehe maap ya baru up karna yaa gitu pikiran dan otak halu gw lagi macet wkwkw.
Semoga kalian suka yaa eps kali ini
Jangan lupa baca sambil menekan tombol vote dan jangan lupa komen juga dadahhh

Happy reading

Kita punya keinginan namun,
semesta punya Kenyataan

"Jadi gitu aunti ceritanya" ujar akil sedang berada dikamar putri, ingat saritu ia mendengar lagi ucapan mbak Dilla itu dan dengan cepat ia mengadu dengan putri perihal yg ia dengar.

"Akil uda cerita sama momy" tanya putri apakah bocah itu sudah menceritakan semuanya dengan alifa atau dia orang pertama yg tau.

"Uda aunty tapi momy ngga tau ciapa olang nya" jawab Fakhri seadanya alifa tidak mau mengungkit lagi yg fakhir bicarakan, ia berusaha ngga over dulu.

Menatap sendu keponakanya itu, tidak salahkan bocah kecil itu hanya ingin bahagia dengan orang tuany, tidak bisakah dila prihatin dengan fakhir.

Putri sudah tau kalau dila itu tidak mengincar fakhir tetapi ia mengincar ibu dari fakhir, entahla kesalahan apa yg alifa perbuat sampai sampai wanita itu mempunyai dendam dengan sahabatnya

"Fakhir tenang aja ya, sekarang buna Uda aman sama Abi fakhir tidak perlu khawatir karna buna uda bawa perlindungan abi" ucap putri menenangkan keponakan itu.

Merasa tenang fakhir pun mengangguk ragu, dan langsung keluar dari kamar putri.

"Sayanggg" teriak seseorang yg tiba tiba muncul dan memeluk manja dengan putri. Yaps dia adalah tuan agam.

"Ihh ngagetin tau ngga" ucap putri memukul pelan lengan Agam suaminya itu.

"Ihh galak banget sihh bumil" goda agam mengusap pelan lengan nya yg tdi dipukul oleh sang istri.

"Paansih 'a', oyya a' sore ini boleh ngga aku izin kerumah teman aku aurel" ucap Putri meminta izin kepada sang suami.

"Jangan pergi jauh jauh deh ngga kasian sama dedek bayinya lagi pula barusan kamu temui dia" sahut agam merasa aneh dengan istrinya itu hampir setiap minggu putri meminta izin kepada agam untuk menemui aurel dengan alasan kangen kan ngga masuk akal kangen terus.

"Aku ngerasa curiga a' sama ustazah ustazah yg ngajar di pondok ini, saritu Uda dua kali Lo fakhir tidak sengaja dengar beberapa orang telfonan sembunyi sembunyi, terus fakhirr dengar itu orang kyk buat rencana deh untuk ngehancurin keluarga ini" ucap putri kepada sang suami.

"Sayang jangan khawatir disini tidak ada yg menghianat kok, semua pengurus disini kepercayaan Abi sama umi, lagi pula Uda beberapa taun kok ngga ada kejadian apa apa" ucap agam.

"Bukan gi-

"Sudah sudah jangan over dulu, sekarang kita kemaskan barang barang ya" potong agam

Purri mengerutkan dahinya"emang kita mau kemana a' " tanya putri.

"Kita mau kesurabaya besok kepondok nya Abi a'a, katanya umi sama Abi kangen dengan kamu" ucap agam.

Putri terkejut mendengar itu, gimana bisa ia meninggalkan tempat ini dan bagaimana dengan alifa yg sekarang sedang terancam, dan lebih susah untuk mengunjungi rumah aurle dong.

FAHMI [End]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang