BAB-18
CINTA BAGASMobil Bagas berjalan pasti dan tak membutuhkan waktu lama mobilnya terpakir di Villa yang sudah dia pesan.
Bagas belum turun dari mobil, tangannya sibuk mengambil ponsel dari jaket yang dia kenakan, tak lain dan tak bukan adalah untuk menghubungi Mellani, mengabarkan kalau dirinya sudah berada di villa.
Saat Bagas mencoba menghubungi kembali nomor Mellani, tapi tiba-tiba kaca mobilnya ada yang mengetuk pelan.
"Mellani ...!"
Bagas segera turun dari mobilnya, dia memindai penampilan Mellani yang 'wow', dengan baju yang lebih terbuka, dan kenapa rambutnya kini panjang sepinggang? Bukannya rambut Mellani sebahu, dan itu kenapa Mellani merias wajahnya. Biasanya kekasihnya itu hanya memoles wajahnya tipis-tipis natural. Mellani juga anti memakai baju yang terbuka seperti saat ini.
Mellani memandang wajah kekasihnya dengan tatapan yang dalam dan penuh arti. Mellani bahkan memberikan senyuman termanisnya, lalu menggandeng pelan tangan Bagas agar masuk ke villa yang sudah mereka pesan. Bagas yang terlena hanya diam mengikuti keinginan wanita dihadapannya saat ini.
Mellani tersenyum sangat cantik membuat darah Bagas berdesir. Perlahan wajahnya mendekat kearah wajah Mellani.
"Aku haus, aku ingin minum sayang. Duduklah sebentar, aku ambil minuman dulu."
Bagas terperanjat, dia takut Mellani marah dengan perlakuannya tadi. Tapi sungguh penampilan kekasihnya itu malam ini sungguh menggoda, parfum di tubuh Mellani sungguh memabukkan Bagas. Hampir saja dirinya tak kuat menahan gejolak jiwa lelakinya.
"Duduklah sayang, aku akan mengambilkan minuman untukmu."
Mellani menuntun Bagas agar duduk ditepi ranjang.
Mellani mengulurkan minuman kaleng ke arahnya dengan senyuman yang terus membingkai wajah putihnya. Tubuhnya dia letakkan di samping Bagas."Bir?"
Bagas bertanya sambil menatap kaleng minuman di tangannya, dahinya berkerut. Bukannya Mellani tidak minum alkohol?
"Di sini dingin, Sayang, minumlah untuk menghangatkan badan."
Dengan ragu Bagas meminum minumannya, namun saat Mellani hendak meminum minuman yang sama seperti dirinya, Bagas mengambilnya lalu menggantinya dengan minuman bersoda lainnya.
"Kita akan punya banyak anak setelah menikah, kamu jangan minum minuman ini. Aku tak suka. Ingat, kau harus menjaga kesehatanmu, Sayang. Demi calon anak kita di masa depan. "
Mellani tersenyum ramah, dia meminum minuman bersoda yang dia terima dari tangan Bagas dan meminumnya perlahan.
Untuk beberapa saat hanya ada keheningan diantara mereka.
Mellani berdiri, mengambil ponsel Bagas, lalu menyalakan sebuah musik.Lagu Surrender mengalun merdu, Mellani meletakkan ponsel di atas nakas, dan kembali duduk di samping kekasihnya. Tangan lembutnya menggenggam jemari lelaki di sampingnya. Lelaki yang mengaku sangat mencintainya.
"Apa kamu mencintaiku, Bagas?"
Bagas tersenyum, tumben Mellani menanyakan soal cinta kepadanya dengan wajah sendunya. Biasanya dia cuek saja, tidak terlalu melankolis.
"Tentu saja, Sayang. Aku sangat mencintaimu. Bukankah aku sudah melamarmu? Kita akan menikah tahun ini dan akan punya banyak anak seperti keinginanmu, kamu bilang kalau menjadi anak tunggal sangat kesepian jadi kamu ingin mempunyai banyak anak. Kenapa kau bertanya seperti itu."
"Kalau begitu buktikan jika kamu sangat mencintaiku, Gas."
"Bukti apa yang kau inginkan sayang, hingga kamu yakin jika aku tulus mencintaimu?"
Mellani perlahan mendekati Bagas yang terduduk pinggir ranjang, perlahan wajahnya mendekati wajah Bagas, lalu berbelok ke arah telinga Bagas. Suaranya mendesah mengeluarkan kata-kata. Hangat hembusan nafasnya membuat Bagas bergidik geli.
"Aku ingin nyawamu, Sayang. Berikan nyawamu padaku."
***
Jangan lupa vote dan komentar ya pembaca.

KAMU SEDANG MEMBACA
AYO IKUT AKU KE NERAKA
Mystery / ThrillerDIA HANYA GADIS LUGU YANG KALIAN PAKSA JADI PSIKOPAT. JANGAN SALAHKAN JIKA DIA KEMBALI.