"Disaat aku ingin memantapkan hati disitulah kenangan lama itu malah mulai berdatangan satu persatu." Mercy Alviana.
Alvi kembali melamun setelah mendapat ucapan terimakasih dari ibunya Ray dan Mike. Ia duduk di taman sambil memakan sedikit demi sedikit es krim yang baru saja ia beli dari kantin. Kakinya dimainkan naik turun seirama dengan pikirannya atau mungkin bunyi detak jantungnya.
1 jam yang lalu
"Terimakasih ya nak Alvi sudah bikin Ray dan Mike jadi akur," ucap wanita yang wajahnya sudah mulai terlihat keriput tersebut.
"Iya Tante, sama-sama."
"Katanya Lian kamu pacarnya salah satu anak Tante, ya? Siapa?"
"Lian? Mungkin sepupunya mereka," gumamnya ketika wanita dihadapannya menyebut nama Lian yang terdengar tak asing ditelinga.
"Ah, itu Tante. Em, anu."
"Aduh, jangan gugup gitu. Tante ini contoh mama yang baik kok, bukan mama yang suka ngerusak hubungan anaknya."
"I-iya Tante."
"Jadi, siapa pacarnya? Mike ya? Soalnya dia lumayan berubah sih sudah gak pernah balap motor sama tawuran lagi. Em, tapi Ray bisa juga soalnya dia kelihatan seperti lagi jatuh cinta."
"..."
"Eh, Tante kebanyakan ngomong ya. Kamu jadi bingung gitu mau jawabnya."
"I-itu Tante sebenarnya..." Belum selesai ia bicara terdengar suara hp berbunyi cukup nyaring.
"Ah, ya? Halo?"
"Sebentar ya, nak Alvi. Tante ada telpon dari om. Pokoknya Tante terimakasih sudah bantu anak Tante. Tante pergi dulu, sampai ketemu lagi nanti pacarnya anak Tante."
"Huh, selamat. Aku harus bersyukur pada Tuhan dan berterimakasih pada om karena telah menolongku dari krisis ini."
Kembali ke saat ini
"Ah, aku berharap tidak bertemu ibunya lagi."
"Dan bukannya ia terlalu memberikan banyak informasi padaku, ya? Apa karena aku dikira pacarnya? Pacar ya? Pacar siapa?"
"Ah, sudahlah membuatku jadi kepikiran saja."
**
"Alvi, ayo pulang," ajak Via yang sudah terlebih dahulu keluar kelas.
"Iya, wait a minute." Beberapa menit kemudian kedua perempuan itu berjalan bersama menuju halte bus depan sekolah. Tidak lama kemudian bus yang biasa mereka naiki datang. Namun, namanya juga manusia ada saja acara ketinggalan barang.
"Aduh, Via kau pulang duluan saja. Ada barangku yang tertinggal."
"Aduh, kau ini dasar pelupa. Yakin gak mau ditunggu?"
"Iya, duluan aja."
"Ya udah aku pergi duluan. Kalau sudah sampai rumah chat, ya." Setelah mengucapkan kalimat tersebut Via segera naik ke bus yang sudah bersiap untuk melaju.

KAMU SEDANG MEMBACA
Love Him too
RomanceApakah salah jika kita mencintai seseorang yang mencintai kita ? Apakah salah jika tanpa sadar kita mencintai dua orang yang berbeda karena menganggapnya seakan-akan orang yang sama? Apa itu salah? Jika itu salah, lalu aku harus bagaimana? Ini cerit...