Your Name

34 2 0
                                    

~ Ingatlah satu hal siapa namaku, maka aku akan ingat satu hal pula siapa namamu ~ (Mercy Alviana).

Mentari mulai bersinar cerah diatas hamparan langit biru nan terang tak lupa ada juga kicauan burung yang slalu siap menemani setiap langkah orang-orang di jakarta pagi ini. Semua orang melakukan aktivitas seperti biasanya, mereka berangkat menuju tempat tujuannya masing-masing dengan suasana hati yang masih riang gembira. Begitupun juga dengan para murid-murid sekolah. Tak terkecuali dengan gadis berkuncir kuda yang tengah berjalan santai sambil sesekali bernyanyi. Namun siapa sangka keadaannya akan berubah beberapa detik kemudian, setelah ia melihat kearah arloji yang melingkar ditanggannya itu.

" Astaga, bagaimana ini aku bisa terlambat, seharusnya tadi ayah mengantarkanku terlebih dahulu". Ia yang tadinya berjalan santai kini mulai buru-buru berlari. Dia adalah Mercy Alviana anak kelas VIII di SMP Dharma Jaya tahun ini. Ia cantik, baik hati, ramah, dan periang namun sangat disayangkan ia ceroboh. Dan biasanya kecerobohannya ini tak bisa ditolerir lagi. Lihat saja hari ini sudah tau akan telat tetapi ia tetap saja berlaku santai seperti biasa, untung hari ini keberuntungan berpihak padanya. Yaps, untung  saja digerbang sekolah ia bertemu seorang cowok yang sepertinya hampir telat juga. Tapi entah kenapa sepertinya orang itu menolongnya.

" Hai, siapa namamu?. Sepertinya aku belum pernah melihatmu," tanyanya pada cewek berkuncir kuda yang sepertinya baru pertama kali ia lihat tersebut. Namun bukannya menjawab ia malah memperhatikan dengan saksama wajah orang dihadapannya tersebut. Ia menulusuri tiap inci sampai ada lambaian tangan didepan wajahnya yang lantas membuatnya segera tersentak dan sadar.

" Eh maaf..., Alvi kak. Terima kasih kak sudah menolong saya, kalau begitu saya duluan," ucapnya sopan sambil menundukkan kepalanya lantas berlalu pergi.

" Tunggu kak?, hemm berarti dia adek kelas gue."

" Oi, Ray ayo buruan lu tuh udah tau mau telat juga." Oh, ya cowok yang tadi menolongnya adalah Rayhan Marcelo murid kelas IX SMP Dharma Jaya tahun ini. Ia cukup terkenal disekolah pasalnya karna ia adalah orang berdarah campuran (blasteran). Dan dia juga yang hari ini menjadi keberuntungan bagi Alvi. Dan orang yang memanggil namanya tadi adalah salah satu sahabatnya Jimmy Argatama.

**

Mentari kini mulai naik keatas ubun- ubun menandakan hari sudah tak pagi lagi. Beberapa kelas IX segera bergegas kekantin mencoba untuk menenangkan otak mereka masing-masing. Ditengah- tengah tugas mereka yang menumpuk tentu saja mereka butuh hiburan. Namun walau sebanyak apapun tugas yang mereka kerjakan tak sedikit dari mereka malah bersantai-santai ria contohnya siapa lagi kalau bukan si tiga serangkai ; Ray (si blasteran), Jim (si ketua segalanya), dan Kay (si orang terjahil). Yah, mereka bertiga menjadi sahabat sejak pertama masuk smp.

Dan sinilah mereka sekarang, dikantin. Jika bertanya apa yang sedang mereka lakukan sekarang mereka sedang bermain TOD. Jika permainan kita siapa yang terkena arah tutup botol itulah yang diberi TOD, namun jika mereka tidak. Siapa yang paling sedikit terkena dialah yang akan memberi TOD kepada mereka yang kalah. Dan seberapa banyak botol itu diputar entah kenapa kau tetap tidak mengarah ke kau. Karna mereka mengetahui orang bagaimana kay itu jadi mereka berdua hanya bisa menghela nafas panjang sambil berharap kali ini tak seperti sebelum-sebelumnya.

" Tidak usah aneh-aneh. Jangan yang seperti kemarin," pesan jim sambil terus berusaha menghapus memori TOD yang mereka lakukan sebelumnya.

"Santai saja."

" Emm ..., bagaimana kalau kalian  memberikan minuman kesalah satu adek kelas yang pertama kali masuk ke kantin. Oke?" Ucapnya dengan mata yang masih menatap buku jadwal kegiatannya.

" Oke, gue setuju. Sepertinya tidak susah," sahut jim menyetujui dan ray tak perlu ditanya lagi tentang pendapatnya pasti ia juga akan setuju saja asalkan bukan kay yang mengusulkannya.

Love Him tooTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang