Setelah selesai promo Warkop DKI Reborn 3, Ali memilih untuk liburan bersama keluarganya. Ia memilih pergi ke salah satu gunung untuk camping bersama Kaia, Gisel, Baja, Ratu, Iam dan Pak Murri.
Mereka sudah dalam perjalanan, Pak Murri mengendarai mobil bergantian dengan Iam. Di mobil, Ali memainkan ponselnya, dan membuka instagram miliknya, banyak yang menandai nya di foto sahabat hidupnya ah lebih tepatnya mantan, dimana Prilly sedang shooting bersama Reza Rahadian, yang ia tau bahwa Prilly sangat mengidolakan aktor tersebut.
"Bahagia selalu Pril." Batin Ali lirih.
Kaia yang melihat Ali diam menatap ponselnya membuat ia penasaran dan ikut melihat ke ponsel Ali, disana ia melihat foto Prilly bersama Reza Rahadian, "Kangen ya Li?"
Mendengar itu Ali menoleh, "Apaan sih Kai."
"Ya elah, ngaku aja kalo kangen mah."
"Huft iya gue kangen dia Kai, gue nyesel ngelepas dia gitu aja." Lirihnya.
"Udah ga usah dipikirin, berdoa sama Allah, kalo dia jodoh lo pasti bakal dipertemukan lagi kok." Jelas Kaia, mengusap lembut bahu adiknya.
"Gue bodoh banget Kai, gue jahat sama dia."
"Shutt udah." Kaia membawa Ali ke pelukannya, menenangkan adiknya, ia tau Ali sangat bersalah dulu pada gadis cantik itu tapi ia juga sedih melihat kondisi Ali saat ini. Rasa bersalah itu masih menghantui Ali.
"Udah ya, Prilly juga udah maafin lo, keluarganya juga."
"Tapi gue masi-."
"Udah gue bilang, sekarang tenangin diri lo, kita mau refreshing, lupain semuanya, okey!" Kaia menangkup wajah Ali dan Ali mengangguk pelan.
Gisel dan yang lain hanya bisa menyimak, mereka tak berani buka suara. Mereka tau permasalahan Ali dan Prilly yang menyebabkan keduanya harus berpisah.
Saat itu Ali, Prilly, Kaia dan Gisel kumpul di studio musik Ali. Kaia dan Gisel sibuk bermain ponsel, keduanya membuat sebuah video. Prilly juga sibuk dengan ponselnya, ia tersenyum dan sesekali mengetik pesan hal itu tak luput dari mata Ali yang sedang bermain gitar.
"Ngapain?" Tanya Ali dingin.
"Oh ini lagi chatting sama Alex." Jawab Prilly jujur.
"Kamu ga jaga perasaan aku ya!" Sentak Ali.
Prilly menatap Ali terkejut, "Loh? Aku jaga perasaan kamu Li."
"Kalo ga jaga perasaan aku, ga mungkin kamu semurahan itu balas chat lain." Bentak Ali.
Tak hanya Prilly, Kaia dan Gisel pun terkejut mendengar bentakan Ali, terlebih Prilly, ia tak menyangka Ali mengatakan dirinya murahan.
Prilly menatap Ali, matanya berkaca-kaca, "Cuma karena ini kamu ngatain aku murahan Li? Hah! Aku ga nyangka, serendah itu aku di mata kamu."
"Kalo bukan murahan apa lagi? Balas chatting cowok lain disaat lo lagi sama gue! Senyum senyum pula! Sakit hati ga aku?!" Bentak Ali.
"Li udah, apaan sih lo." Lerai Kaia, menarik Prilly ke pelukannya.
"Diem lo kai!"
"Gue ga bakal diem sebelum lo berhenti ya Li."
"Diem Kai, Lo suka sama dia hah!" Ali menatap Prilly tajam.
"Jawab Pril!"
Prilly mendongak menatap mata Ali, "Menurut kamu gimana?" Ia balik bertanya pada Ali, semakin membuat Ali emosi.
"Oh udah gue duga, Lo suka sama dia!"
"Terserah kamu Li, aku jelasin juga bakal percuma." Lirih Prilly.
"Iya emang terserah gue. Dasar murahan!"
Prilly menatap Ali, "Cukup Li! Aku capek sama kamu! Kamu selalu ngekang aku, batasin pertemanan aku, semuanya Li, kamu selalu ngatur dan sekarang aku capek, aku mau kita putus! Aku udah ga kuat sama kamu." Kaia dan Gisel menatap Prilly tak percaya.
"Oh bagus! Lo mutusin gue biar lo bebas kan sama cowok itu? Oke kita putus! Murahan, sialan!" Teriak Ali.
Prilly menatap Ali sendu, ia kecewa dengan semua perkataan Ali. Ia mengambil tas miliknya dan segera pergi dari rumah Ali, menghiraukan panggilan Kaia dan Gisel.
Kaia dan Gisel menatap Ali tak percaya, keduanya sangat tau Ali mencintai Prilly namun keduanya juga kecewa dengan tindakan Ali tadi.
"Gila ya lo Li! Bisa bisa nya lo ngatain orang yang lo perjuangan! Lo ga inget? Gimana susahnya lo dapetin Prilly? Setelah lo bisa capai itu, dengan bego nya lo nyakitin dia!" Sentak Kaia. Ia benar-benar kecewa dengan perkataan Ali yang menghina Prilly.
Dan keesokan harinya, Ali tersadar, ia meminta maaf pada Prilly dan juga keluarganya, mereka memaafkan. Ali senang, namun Prilly tak mau kembali bersamanya lagi hal itu membuat Ali dihantui perasaan bersalah.
***
Ali dan rombongan sudah sampai di tempat camping. Ia dan yang lain mulai berjalan kaki menuju tempat yang sudah disediakan pihak pengelola.
Sesampainya disana, mereka segera berbagi tugas, Kaia, Gisel dan Baja mencari kayu bakar untuk membuat api unggun. Ali, Ratu, Iam dan Pak Murri membangun tenda.
Satu jam berlalu tiga tenda sudah berdiri dan juga kayu bakar sudah terkumpul. Kini mereka duduk berkumpul, duduk melingkar, Iam memainkan gitar dan yang lain menyanyi. Ali memang ikut bernyanyi namun pikirannya melayang pada kejadian setahun lalu.
"Li."
"Kenapa Kai?"
"Are you okay?"
"Yeah." Ali tersenyum kecil, menyakinkan kakaknya itu bahwa ia baik-baik saja.
"Eh bikin kopi dong Kai." Ujar Baja.
"Ck, yaudah mana sini." Walaupun mengoceh Kaia tetap beranjak membuatkan kopi untuk para laki-laki.
"Sekalian bikin pop mie ah laper, ada yang mau ga?" Ratu menawarkan pada yang lain.
"Gue tu." Ujar Iam dan yang lain pun juga mau.
"Yaudah gue bikinin semua dah."
Gisel ikut membantu Ratu membuatkan pop mie untuk mereka semua. Tak lama ketiga perempuan itu datang membawa kopi, teh dan juga pop mie untuk mereka semua. Mereka pun menikmati hidangan sederhana tersebut dengan sesekali bergurau.
Kaia menatap Ali yang tertawa bersama Gisel, ia tersenyum kecil, setidaknya Ali bisa melupakan sebentar tentang rasa bersalahnya yang masih menghantui adiknya itu. Ia berharap Ali bisa kembali seperti dulu lagi, yang jahil dan tak bisa diam.
***
Gimana cerita ini?
Vote dan comment yang banyak!
Salam Dilan
KAMU SEDANG MEMBACA
Mantan
Fanfictionketika dua orang yang pernah saling mencintai kembali bertemu. Bagaimana mereka mengatasi kecanggungan yang ada? Penasaran? Langsung baca aja ya! #94 - in aliandoprilly / 9 Maret 2022 #70 - in aliandosyarief / 9 Maret 2022 #4 - in prilly / 11 Mare...
