Shooting hari kedua berlangsung, Ali sudah berada di lokasi ditemani Kaia dan Iam. Ia kini sedang take bersama Bryan, Rafi, Fadly dan Dava. Kali ini mereka mengambil adegan bermain music di sebuah studio.
Ali dengan gitar dan juga sebagai vokalis begitu yang lain dengan alat music lainnya. Mereka akan membawakan salah satu lagu band ternama. Ali yang memang sudah hafal cord lagu nya berjalan dengan sempurna walaupun harus take berulang kali ia tetap senang, seperti menyalurkan hobinya.
Akhirnya setelah beberapa kali ngulang, scene ini pun berhasil di dapatkan. Dan mereka mendapatkan waktu istirahat sebentar, yang lain pada membaca naskahnya berbeda dengan Ali yang masih memetik senar gitar menciptakan nada yang orang hafal, Ali memainkan lagunya sendiri Egoku.
Semua yang ku perbuat
marahmu dan bencimu
tak terfikir olehku
jika kau kan membenciku
meninggalkanku seorang diri
kenangan indah kini rumit
bukan maksudku menyakitimu
karna egoku mengecewakan
jika tak bisa tuk menerima
bisakah tuk memaafkan
maafkan aku
menyakitimu
Mereka bisa melihat Ali begitu mendalami hingga mereka pun hanyut, mereka seperti perasaan Ali saat ini.
Tanpa Ali sadari, Prilly berdiri di ambang pintu, ia benar-benar merasakan perasaan bersalah Ali, Ali nya menyesal. Rasanya Prilly ingin berlari memeluk Ali dan mengatakan kalo ia pun masih mencintai laki-laki itu, namun semuanya tak semudah itu, ia masih tak ingin orang lain tau hubungannya dengan Ali.
Ali selesai memainkan lagunya, pemain lain juga kru yang ada disana bertepuk tangan.
"Gila makin keren aja lo." Puji Bryan.
"Biasa aja."
"Sumpah lo menghayati banget li, gue sampe ikutan nyesek." Ujar Fadly.
"Nah iya tuh, gue juga jadi inget pernah nyakitin mantan, nyesel anjir." Tambah Dava.
Ali tersenyum tipis mendengar pernyataan Dava, seperti itu rasanya pada Prilly, ia menyesal menyakiti perempuan yang dia cintai dan perjuangkan setengah mati.
"Hai." Sapa Prilly berusaha terlihat baik-baik saja.
"Wih yang baru dateng, enak banget ye dari kemarin callingan siang."
"Iya dong."
Prilly menghampiri Ali, "Lo udah makan Li?"
"Belum, nanti mau suruh Iam beli."
"Ga usah gue masak banyak buat lo, makan yuk." Ali mengangguk.
"Parah Prilly mah, masa yang di bikinin Ali doang." Celetuk Bryan.
"Iyalah, ga ada buat lo."
"Biarin guys, kita musuhin aja."
"Yaelah bercanda kali, ada kok buat kalian, tuh ada di basecamp."
"Nah gitu dong, ayo guys kita serbu sebelum kehabisan." Mereka pun berlari ke basecamp, Prilly hanya menggelengkan kepalanya.
"Ayo." Prilly menggenggam tangan Ali menuju basecamp, begitu mereka masuk pemain yang lain menatap mereka dan menggodanya.
"Duh kayak orang mau nyebrang aja pake pegangan segala." Celetuk Kaneishia.
"Ye sirik aja." Balas Prilly.
Ia menarik Ali duduk di kursi mereka. Disana ada Kaia yang memainkan ponselnya. "Kaia?"
Kaia mendongak, "Huaaa Piyi, gue kangen." Kaia memeluk erat tubuh Prilly begitupun sebaliknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mantan
Fanfictionketika dua orang yang pernah saling mencintai kembali bertemu. Bagaimana mereka mengatasi kecanggungan yang ada? Penasaran? Langsung baca aja ya! #94 - in aliandoprilly / 9 Maret 2022 #70 - in aliandosyarief / 9 Maret 2022 #4 - in prilly / 11 Mare...
