Judul awal : SELFISH - JJK
I want you to be happy
I promise I won't ignore you like I used to
❃❃❃
Hati hati bosan
Sedikit mengandung unsur 15+
Dan jangan lupa untuk memberikan vote ✮
❃❃❃
Highest Rank
#3 in jeon
#2 in mirae
#2 in jjk
#1 in jeon
#2 in...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pagi itu Mirae terbangun lebih dulu, bahkan jam yang berada di kamarnyapun masih menunjukan pukul 5 pagi. Ya, setidaknya memang jauh lebih baik bangun lebih cepat apa lagi ia memiliki putra putri yang perlu di urus. Sekaligus dengan Jungkook, suaminya yang perlu untuk di layani juga.
Kepalanya ia tolehkan, menatap Jungkook yang masih terlelap tanpa atasan di sampingnya. Padahal semalam Mirae yakin jika pria itu berbaring dengan atasan, dan paginya atasan yang di kenakan pria itu sudah berada di lantai.
Mirae tak mempermasalahkan kebiasaan Jungkook yang seperti itu, tapi ada baiknya jika musim dingin tiba pria itu tak melakukannya karena bisa saja masuk angin akibat tidur tanpa atasan.
"Sebegitu marah dan tidak sukanya kau ketika aku membangkan dirimu dengan memakai pakaian itu. Aku menyesal, aku sungguh minta maaf. Tolong jangan abaikan aku lagi."
"Aku tidak bermaksud membuatmu marah, tolong maafkan aku. Aku sungguh merindukanmu."
Tangan Mirae mengusap rambut dan pipi Jungkook secara bergantian, menatap pria itu yang masih setia memejamkan matanya usai dirinya memberikan beberapa kecupan yang selalu Jungkook inginkan ketika bangun tidur saat mereka tak bermarahan seperti ini.
Setelah beberapa menit dirinya memperhatikan Jungkook dan memberikan usapan pada pria itu akhirnya Mirae beranjak dari atas ranjang untuk membuka gorden panjang yang menutupi pintu sekaligus kaca kaca tembus pandang yang menunjukan keindahan dari luar kamarnya.
Mirae menghirup udara segar di pagi hari dengan senyuman ketika tangan membuka pintu balkon di kamarnya. Saat jam sudah menunjukan pukul 05:30, Mirae segera kembali masuk kedalam kamar dan menutup pintu agar Jungkook yang masih berada di atas ranjang tidak kedinginan.
Sebelum masuk ke dalam kamar mandi Mirae menyempatkan diri untuk meminum air putih yang berada di atas nakas. Hal itu adalah salah satu hal yang perlu di lakukan ketika dirinya baru bangun tidur, itu penting. Apa lagi sekarang ini dirinya tengah mengandung dan membutuhkan lebih banyak cairan dalam tubuh.
Sedangkan Jungkook segera membuka matanya saat Mirae telah benar benar masuk kedalam kamar mandi yang ia yakini jika wanita itu akan mandi. Jungkook tahu itu, hal yang memang sering Mirae lakukan sebelum memulai aktivitas lainnya.
Jungkook menopah lengannya pada keningnya seraya menghela nafas. Memikirkan ucapan Mirae beberapa menit lalu, dirinya mendengar jelas apa yang di ucapakan Mirae sekaligus permintaan maaf istrinya itu.
Ia memang sudah bangun terlebih dahulu sebelum Mirae, hanya melirik wanita itu dengan sekilas dan kembali memejamkan matanya. Dirinya masih enggan untuk bertatapan dengan Mirae, terlebih ketika wanita itu bangun dan membuka matanya karena jujur saja masih terselip rasa kemarahan sekaligus kekesalan dalam dirinya mengingat kelakuan istrinya itu. Ia tak suka
Namun ia tak bisa terus mengabaikan Mirae sementara wanita itu tengah mengandung buah hatinya yang ketiga. Wanita itu pasti kesulitan beberapa hari belakangan ini ketika dirinya tidak ada, di tambah lagi dengan putra putrinya yang sering bertengkar dan hal itu pasti terkadang membuat Mirae pusing sekaligus kelelahan.
Tapi Jungkook tak merasa menyesal karena sudah meninggalkan wanita itu beberapa hari ini. Mirae pantas mendapatkanya karena itu adalah hukuman yang perlu wanita itu dapatkan.
❃❃❃
Mirae tersenyum menatap Nari yang terus berbicara dan menceritakan banyak hal kepada Jungkook ketika mereka tengah sarapan. Walaupun telah di peringati untuk tak berbicara ketika sedang makan Nari tidak menurutinya, gadis itu tetap berbicara pada Jungkook.
Mirae memaklumi, putrinya itu pasti merindukan Jungkook setelah beberapa hari ini pria itu tidak ada di rumah yang biasanya jika pria itu ada di rumah maka Nari akan banyak bicara kepada Jungkook usai pulang dari kantor.
Berbeda dengan Hyeon yang menatap jengah kearah adik perempuannya itu, baginya Nari itu berisik terlebih lagi sering menganggu dirinya. Lihat saja nanti dia pasti akan membalas adiknya yang berisik dan cerewet itu.
"Iya Daddy mengerti, sekarang habiskan sarapan Nari dan jangan banyak bicara." Jungkook mengusap rambut putrinya yang di kepang dua itu.
"Tapi Nari masih belum selesai bercerita Dad."
"Nanti setelah selesai sarapan bisa di lanjut lagi, sekarang makan dan jangan membantah ucapan Daddy."
Gadis itu cemberut, namun tak menolak ketika Lily menyuapkan makanan kedalam mulutnya. Nari memang masih di suapi, hanya untuk ketika gadis itu akan pergi bersekolah karena jika makan sendiri maka pasti akan berceceran dan terkena baju seragam. Apa lagi gadis itu sering berdebat dengan Hyeon, jangan sampai baju sekolahnya terkena makanan.
"Perempuan memang merepotkan." Ucapan Hyeon sukses membuat orang orang yang berada di ruang makan menatapnya yang akan memakan omlet.
"Berarti Mommy juga?" Tanya Mirae. Sedangkan Jungkook hanya menatapnya dengan seringgai.
Hyeon otomatis cengengesan sambil menatap sang ibu yang berada di sampingnya. "Hehe kecuali Mommy, Mommy tidak merepotkan kan Daddy."
Jungkook menatap keduanya secara bergantian dan berdehem pelan, tapi walaupun begitu Mirae seolah melihat tatapan mengejek yang Jungkook berikan. Jadi pria itu beranggapan jika dirinya merepotkan, begitu?
"Lanjutkan sarapan kalian, tidak perlu banyak berbicara. Terutama Hyeon dan Nari, setelah selesai sarapan kalian akan langsung di antar ke sekolah oleh supir."
"Kenapa tidak dengan Daddy saja? Nari ingin di antar oleh Daddy." Rengek gadis itu
"Hari ini tidak bisa, Daddy memiliki urusan lain."