EXTRA PART : laki-laki lagi?!

2.5K 169 11
                                        

Raut wajah Kainer yang tadinya dingin, kini berubah menjadi khawatir kala kereta mereka semakin dekat dengan gerbang emas berlambang D, gerbang wilayah mereka.

Setelah kereta berhenti di sebelah karpet merah yang sudah tergelar, Kainer bergegas turun. Ia bahkan tidak mengucapkan sepatah kata pada ketiga putranya.

Dari kejauhan, Kainer melihat Luke sedang tersenyum lebar.

Luke berdiri beberapa langkah dari sebuah ruangan besar yang ia ketahui sebagai ruang bersalin Sophia.

"Tuan!" seru Luke kala melihat Kainer.

Senyum Luke sirna. Dahinya berkerut ketika melihat penampilan berantakan tuannya. Rambut acak-acakan, kemeja yang terdapat noda, juga peluh di kepalanya. Dia heran apa yang terjadi dengan tuannya hingga berpenampilan demikian.

"Tuan selamat, Anda mendapa-"

"Jangan katakan, Paman Luke. Biar aku melihatnya sendiri," sela Kainer.

Kainer melewati Luke, sang kepala pelayan mereka dengan langkah tergesa-gesa. Dia segera melangkah masuk ke dalam ruang bersalin Sophia.

Beberapa saat selanjutnya, ketiga putra Kainer berjalan beriringan, mengikuti langkah ayahnya. Penampilan mereka tak jauh berbeda dari Kainer hingga membuat Luke lagi-lagi mengerutkan dahi.

Menyadari akan pandangan heran Luke, lucas menghentikan langkahnya. Dia berhenti tepat di hadapan kepala pelayan itu diikuti kedua adiknya.

"Astaga, Tuan muda, kenapa kalian bisa berantakan seperti ini?"

"Di jalan, ada badai, Paman!" seru Lucas.

"Iya! Badai besar sekali!" Noah merentangkan tangannya, menunjukkan seberapa besar badai yang ia maksud.

"Biar saya tebak. Kalian bertiga membuat masalah lagi?"

Noah tersenyum lebar. Mengiyakan tebakan Luke barusan.

"Masalah ayah akan bertambah satu lagi, sebab putranya juga bertambah!" ujar Liam.

"Adik baru kita akan menjadi anggota yang pas untuk bermain bajak laut!" seru Noah.

Luke tersenyum. "Atau mungkin kalian yang pas menjadi anggota untuk pesta tehnya".

"Pesta teh?" tanya Noah dengan polosnya.

Liam, putra tercerdas Kainer melongo. Dia memiliki otak yang tanggap meski masih menginjak usia 7 tahun. Liam jelas mengerti apa maksud kepala pelayannya tadi.

"Paman! Ibu melahirkan anak perempuan?!" Liam berteriak, membuat kedua saudaranya terkejut.

Luke mengangguk, membuat ketiga vampir muda itu berlari terburu-buru ke dalam ruangan, tempat ibunya berada.

Mereka berlari cepat. Memasuki ruangan itu dengan tergesa-gesa. Amat ingin menyaksikan seorang bayi perempuan yang ayahnya impikan.

Brukk

Yang termuda jatuh. Tersandung kaki saudaranya.

"Noah?!" teriak Kainer kala melihat putra bungsunya jatuh.

"Noah, ayo bangun!" seru Lucas pada adik bungsunya sambil mengulurkan tangan.

Noah menggeleng. Matanya berkaca-kaca. Seperti biasa, bocah itu hendak menangis, namun sebelum dia menangis, Kainer menghampirinya dengan seorang bayi manis di gendongannya.

"Ksatria kecilku sekarang punya adik perempuan. Noah bukan anak kecil lagi... Noah sekarang seorang kakak, jadi jangan menangis, Nak," ucap Kainer sambil memandang putra bungsunya dengan penuh cinta.

KAINER [TAMAT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang