⚠️⚠️ANDA BERADA DI ZONA BAHAYA YANG MUNGKIN MENYEBABKAN KETIDAK NYAMANAN BAGI BEBERAPA PEMBACA⚠️⚠️
.
Yoora membelalakan matanya ketika dia melihat wajah wanita yang kini menodongkan pisau lipat itu pada leher Jisoo.
"A-Areumi Sonsaeng-nim? ...." Ucap Yoora. Jisoo mendengar apa yang di katakan oleh Yoora ikut membelalakan matanya "Areumi Sonsaeng-nim?" Tanya Jisoo dengan wajah yang masih terkejut.
"Untuk apa kau kesini?" Tanya Haedong dengan wajah malasnya sambil mengikat tangan dan kaki Yoora.
"Astaga ... Apa begitu caramu berbicara pada noonamu?"
Setelah selesai mengikat tangan dan kaki serta menyumpal mulut Yoora, Haedong menghela napasnya lalu memandang malas pada wanita itu yang ternyata adalah Areumi, Areumi Jo, kakak dari Jo Haedong.
Perlahan Areumi melihat wajah Jisoo dengan menarik rambut Jisoo, hingga kepala Jisoo menengadah saking kuat tarikan Areumi.
"Kim Jisoo? Kau, Kim Jisoo, bukan?" Tanya Areumi, "orang yang ingin sekali aku habisi ternyata ada di hadapanku." Lanjut Areumi lalu mendorong Jisoo hingga dia terjatuh ke tenah.
"Haedong-ah, ikat dia juga," ucap Areumi lalu dia berjalan kesebuah sofa yang sudah banyak sobekan, mengingat gudang itu adalah gudang barang bekas.
Haedong dengan segera mengikat tangan dan kaki Jisoo, lalu saat dia hendak menyumpal mulut Jisoo Areumi menghentikannya.
"Kenapa? Jika aku tak menyumpal mulutnya dia akan berteriak dan kita akan ketahuan," ucap Haedong.
"Aku ingin mengobrol dengan dia dulu," ucap Areumi sambil menyalakan rokoknya, "Kau urus saja wanita jalangmu," ucapnya sambil menendang Yoora, lalu dia mendekati Jisoo dan berjongkok di depan Jisoo.
"Kau-"
"Ya, aku yang pernah berdebat denganmu di jalan," ucap Areumi lalu menghembuskan asap rokok dari mulutnya tepat di depan wajah Jisoo, hingga Jisoo terbatuk.
"Kenapa? Oh, kau tak kuat asap rokok ya? Padahal Taehyung selalu merokok di rooftop, apa lagi akhir-akhir ini dia selalu menghambiskan lebih banyak rokok perharinya," ucap Areumi.
"Sebenarnya apa maumu?" Tanya Jisoo. "Mauku? Ah, gampang saja, aku hanya ingin bersama dengannya," ucap Areumi sambil menarik satu ujung bibirnya.
"Aku sudah tak dekat lagi dengan-"
"Dasar wanita jalang! Aku akan memukulimu hingga kau mau menurut lagi padaku! Rasakan ini! Rasakan!" Teriak Haedong sambil memukul wajah Yoora dan juga menendang lalu menginjak-nginjak tubuh Yoora.
"Aish, hei! Kenapa kau berisik sekali! Apa kau tak bisa menyiksanya lebih tenang lagi?!" Kesal Areumi.
"Kau itu wanita kasar, meskipun suatu saat aku tak bersama dengannya, aku tak akan membiarkan wanita sepertimu bersamanya!" Teriak Jisoo.
Haedong yang mendengar teriakan Jisoo tertawa, "Dengar itu, kau adalah wanita kasar,"
"Diam atau aku patahkan lagi kakimu," ancam Areumi pada adiknya, setelah itu Areumi kembali melihat Jisoo dengan tatapan dingin. "Kau bilang tadi apa?"
"Kau itu waninta ka-Akh!!"
Areumi yang kesal langsung menyundutkan rokok yang ada di tangannya pada paha Jisoo. "Wanita rendahan sepertimu tak pantas menyebutku kasar,"
"Aku tahu, kau pasti memaksanya untuk berhubungan denganmu hingga bayi yang ada di perutmu ini menjadi bukti." Lanjut Areumi.
"Ya, aku yang memaksanya, lalu kenapa? Apa kau juga akan melakukan hal murahan yang sama padanya?"
KAMU SEDANG MEMBACA
My Teacher | VSOO | END
FanfictionSeorang gadis remaja SMA berusia 17 tahun yang baru saja kehilangan kedua orang tua nya karena sebuah kecelakaan tunggal. Setelah kehilangan kedua orang tua nya, dia pun harus tinggal dengan sahabat dekat dari kedua orang tua nya. Banyak hal yang ak...
