⚠️⚠️ANDA BERADA DI ZONA BAHAYA YANG MUNGKIN MENYEBABKAN KETIDAK NYAMANAN BAGI BEBERAPA PEMBACA⚠️⚠️
.
Kini dengan wajah marah dan kesal Eunjae menampar wajah Taehyung. "Kenapa kau kembali ke rumah dalam keadaan seperti ini?!" Teriaknya.
"Maafkan aku, Hyeong, aku ...."
"Jika kau tak ingin kembali ke rumah sakit, setidaknya kau lihat juga kondisi Jungkook, dia juga banyak luka tapi dia harus membopongmu," kesal Eunjae.
"Maafkan aku ...." Lirih Taehyung yang kini terbaring di atas kasur yang sekarang menjadi kamar Minju.
"Yeobo, sudah jangan marahi dia lagi, sebaiknya kita laporkan ini pada polisi, aku juga khawatir pada Jisoo," ucap Yoona sambil mengobati luka Jungkook.
"Oppa, Oppa kau tak apa? Hei, lagi-lagi kau, aku tak peduli kau bekas guruku dan teman dari Jungkook Oppa, tapi kau sudah menyakiti teman baikku Jisoo, lalu sekarang kau juga mengajak Jungkook Oppa terlibat dalam hal berbahaya? Minju sudah memberitahuku semuanya di telepon tadi, kau-"
"Lisa-ya, aku tak apa," ucap Jungkook sambil mengelus wajah Lisa. "Tapi-"
"Aku sungguh tak apa, Jisoo teman baikmu," ucap Jungkook sambil tersenyum.
Lisa menatap sendu Jungkook. "Tapi wajah dan tubuhmu jadi terluka," ucap Lisa yang kini memeluk Jungkook.
Yoona menghela napasnya, "Lisa-ya, kalau begitu kau saja yang mengobatinya" ucap Yoona sambil tersenyum.
"Ah, maafkan aku, apa aku mengganggu? Maafkan aku," ucap Lisa yang kini mengambil alih mengobati luka Jungkook.
Minju terdiam di ruang keluarga bersama dengan Yoora dan Soora.
"Oppa, apa Eonni akan baik-baik saja? Dia akan kembali bukan?" Tanya Soora.
Minju menatap Soora beberapa saat, tak lama dia langsung memeluk Soora lalu berkata, "Aku yakin dia akan kembali bersama kita, tapi kita juga harus menunggunya, itu hanya kemungkinan yang Paman Taehyung katakan,"
"Jadi kita harus menunggu hingga Eonni pulang?" Tanya Soora. Minju hanya tersenyum lalu menganggukkan kepalnya. "Jika dua hari ini dia tak pulang, kita langsung mencarinya dan menghubungi polisi," ucap Minju.
"Tuhan ... Kumohon lindungi Jisoo dan bayimya" gumam Yoora sambil menautkan kedua tangannya dan menutup matanya.
Minju yang mendengar itu langsung memeluk Yoora juga. "Jika yang Paman firasatkan benar, aku yakin dia dan keponakanku akan baik-baik saja, aku juga akan ikut dengannya untuk membawanya setelah kondisi Paman sudah membaik," bisik Minju pada Yoora.
.
.
Dua hari berlalu, namun Jisoo juga tak mendengar suara lagi dari balik tembok di sampingnya semenjak saat itu.
Tetapi tak lama dia mendengar suara batuk dari seberang tembok itu lagi.
"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Jisoo. "maaf ...." ucap suara itu, kini suara itu lebih lirih dari kemarin.
"Sepertinya aku tak sadarkan diri," ucap suara itu yang membuat Jisoo membelalakan matanya. "Tak sadarkan diri? Apa kau baik-baik saja? Apa sebelumnya kau sudah makan?" Tanya Jisoo lagi.
"Sudah cukup lama aku tak pernah di beri makanan,"
"Apa?" Jisoo yang kebetulan baru saja di beri makanan langsung mendekati pintu, dia mendorong piring nya melewati celah di bawah pintu yang memang di peruntukkan untuk memberi makan.
Dia lalu mengarahkan piring nya kesamping. "Aku sudah kenyang, makanlah, jika kau tak makan kau akan sakit," ucap Jisoo, "apa kau melihat piring di depan pintumu?" Tanya Jisoo karena tak ada jawaban dari suara itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Teacher | VSOO | END
FanfictionSeorang gadis remaja SMA berusia 17 tahun yang baru saja kehilangan kedua orang tua nya karena sebuah kecelakaan tunggal. Setelah kehilangan kedua orang tua nya, dia pun harus tinggal dengan sahabat dekat dari kedua orang tua nya. Banyak hal yang ak...
