⚠️⚠️ANDA BERADA DI ZONA BAHAYA YANG MUNGKIN MENYEBABKAN KETIDAK NYAMANAN BAGI BEBERAPA PEMBACA⚠️⚠️
.
"Hyeong!"
Wajah Areumi terkejut ketika ternyata pisau yang hendak tikamkan pada Jisoo malah mengenai dada kanan atas Taehyung yang mencoba melindungi Jisoo.
Jisoo yang mendengar teriakan Jungkook memberanikan diri membuka matanya, dan saat dia melihat Taehyung yang tertusuk karena melindunginya dia membelalakan matanya.
"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Taehyung yang kini melihat kearahnya. "Apa yang kau lakukan ... Kenapa? ... Kenapa kau menolongku?! Apa karena aku masih mengandung putramu?! Kenapa kau mau terluka demi wanita murahan sepertiku?!" Teriak Jisoo dengan air matanya yang kini menetes kembali.
"Apa maksudmu? Aku ... A- aku ... Ingin melindungi kalian ...."
Areumi dengan air matanya yang juga menetes tertawa, "Jadi kau memilih mengorbankan dirimu untuk wanita murahan ini?" Tanya Areumi yang masih memegang pisau lipat yang ada di tangannya ke dada kanan atas Taehyung.
"Baiklah, kalau kau memang ingin melindunginya maka matilah, setelah itu aku akan menyusulmu dan kita akan bahagia bersama di alam baka, aku hanya per-"
"Cukup, Areumi-ssi ... Kumohon cukup," ucap Jungkook yang kini berada sedikit jauh di samping posisi Areumi, Jisoo dan Taehyung.
"Jika kau melangkah sekali lagi, aku akan benar-benar membunuhnya" ucap Areumi sambil memperdalam tusukan pisau itu. Terlihat muka Taehyung yang kesakitan.
"Jungkook-ah ... Aku tak apa ... lebih baik kau bawa Jisoo pergi ... Selamatkan dia-"
"Tak perlu bersikap baik lagi!!" Teriak Jisoo. Jungkook, Taehyung, Lisa, dan bahkan Yoora yang masih terduduk lemas di dekapan Lisa melihat ke arah Jisoo.
"Jisoo-ya ...." lirih Yoora.
"Jisoo-ya, aku-"
"Kau hanya ingin putraku! Kau bersikap baik padaku hanya karena putraku kan? Kau ingin mengambilnya dariku ... Kau tak ingin wanita murahan sepertiku yang merawat putramu ... Perlu kau ingat kalau dia adalah putraku!!" Teriak Jisoo dengan wajah yang sudah memerah.
"Jisoo-ya ... Aku tak pernah berpikiran seperti itu ... memang benar aku pernah berkata setelah kau melahirkan nanti biar aku yang mengurus putra kita ... Tapi saat itu untuk masa depanmu ... aku tak mau diusiamu yang masih muda kau harus mengurus seorang anak ...."
"Aku ingin kau meluangkan waktumu dengan teman-temanmu ... Aku ingin kau hidup seperti gadis seusiamu ... Aku tak pernah menyebut bahkan menganggapmu wanita murahan ...." Jelas Taehyung panjang lebar dengan darah yang kini sudah hempir memenuhi setengah jaket yang dia kenakan.
"Kau berbohong ... Kau berbohong ...." Tangis Jisoo. "aku tak pernah berbohong ... Kumohon percayalah ...." ucap Taehyung sambil menteskan air matanya.
"Jisoo-ya-"
"Diam! Kau juga tahu bukan dia berbicara jika dia akan mengambil putraku dan memandangku seolah aku wanita mura-"
"Aku tak pernah mendengar Taehyung Hyeong memanggilmu wanita murahan," ucap Jungkook.
"Dia selalu menyesal dan ingin mengurus putra kalian bersama ... dia sangat senang saat mendapat kabar bahwa bayi kalian itu anak laki-laki ... dia juga sangat mencintaimu ... bagaimana bisa dia mengatakan seperti itu," ucap Jungkook.
"Bodoh," ucap Areumi, "kau wanita murahan yang bodoh." Lanjutnya, setelah itu dia tertawa dengan keras.
Jisoo kini menatap Areumi. "Ternyata kau hanya wanita biasa," ucap Areumi meremehkan, dia lalu mengeluarkan ponselnya lalu menyalakan rekaman tadi dan mengubah suara yang keluar dari ponselnya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Teacher | VSOO | END
FanfikceSeorang gadis remaja SMA berusia 17 tahun yang baru saja kehilangan kedua orang tua nya karena sebuah kecelakaan tunggal. Setelah kehilangan kedua orang tua nya, dia pun harus tinggal dengan sahabat dekat dari kedua orang tua nya. Banyak hal yang ak...
