Chapter 33

1.4K 129 3
                                        

⚠️⚠️ANDA BERADA DI ZONA BAHAYA YANG MUNGKIN MENYEBABKAN KETIDAK NYAMANAN BAGI BEBERAPA PEMBACA⚠️⚠️

.

"Oppa," panggil Jisoo karena Taehyung tak memberi respon apapun. "Ya? Syukurlah jika dokter sudah mengatakan kau sudah boleh keluar," ucap Taehyung, "itu tandanya kondisimu sudah lebih baik." Lanjutnya sambil tersenyum.

"Oppa, kau kembali melukai dirimu" ucap Jisoo yang melihat perban di pergelangan tangan kanan Taehyung.

Taehyung melihat apa yang di lihat Jisoo juga, ya pergelangan tangan kanannya. Taehyung kini terlihat gugup. "Ah, i-ini karena aku menyakitimu-"

"Oppa, kau tak boleh menyakiti dirimu sendiri," ucap Jisoo yang kini air matanya terjatuh, "Jisoo-"

"Oppa," panggil Jisoo sambil menghapus air matanya.

"Hari ini, aku akan menemanimu seharian," ucap Jisoo. "Hari ini ... Apa?" Tanya Taehyung dengan polos. "begini, untuk menebus kesalahanmu ... Kau harus menemaniku seharian, bisakah?"

Taehyung tersenyum melihat tingkah Jisoo. "A-apa? Kenapa kau menatapku begitu?" Tanya Jisoo gugup karena tatapan Taehyung.

Taehyung tertawa, "Baiklah, kalau begitu aku akan mendorongmu," ucap Taehyung yang kini turun dari ranjangnya lalu sedikit mendorong tiang infusnya.

"Tapi kau juga pasien," ucap Jisoo heran. "Tapi hanya dadaku yang terluka, kakiku baik-baik saja," ucap Taehyung.

"Oh, benarkah?"

Jisoo memukul lutut Taehyung pelan. "Bagaimana? Sakit bukan?" Tanya Jisoo. "Tapi itu Karena kau memukulku," ucap Taehyung. "Tapi tetap sakit bukan?" Tanya Jisoo.

Taehyung mengehela napasnya, "Apa kau ingin aku hukum?" Tanya Taehyung.

Jisoo tersenyum karena ucapan Taehyung. "Tidak, sonsaeng-nim ... tolong maafkan aku," ucap Jisoo. "Aku tak bisa memaafkanmu, karena kau sudah memukul lutut guru dan Ayah dari putra yang ada di perutmu, aku harus menghukum mu, rasakan ini,"

Taehyung mengelitiki Jisoo, Jisoo tertawa geli. "Hentikan, hentikan itu geli, kumohon hentikan, geli," ucap Jisoo yang terus tertawa, bahkan hingga air matanya sedikit keluar.

"Kalau begitu katakan dengan keras kalau kau mencintaiku," ucap Taehyung yang tangannya masih sibuk menggelitiki Jisoo.

"Tidak, aku tak mencintaimu," ucap Jisoo.

"Oh begitukah? Kau ingin hukumannya tambah berat? Baiklah, rasakan ini," ucap Taehyung yang tambah menggelitiki Jisoo.

"Baiklah, baiklah kumohon hentikan dulu," ucap Jisoo yang sudah tak kuat menahan serangan tangan Taehyung di samping perutnya. "Tidak kau harus mengatakanmya dulu dua kali," ucap Taehyung.

"Taehyung Oppa adalah pria paling tampan yang aku cintai, kumohon hentikan,"

"Sekali lagi,"

"Taehyung Oppa pria yang sangat aku cintai,"

Setelah mendengar itu Taehyung tersenyum lalu berhenti menggelitiki Jisoo. "Anak pintar," ucap Taehyung sambil mengelus kepala Jisoo yang kini sudah lemas karena dia kelitiki.

"Tapi bohong," ucap Jisoo lalu hendak memundurkan kursi rodanya, namun Taehyung dengan cepat menahan kursi roda itu.

Taehyung menatap Jisoo dengan dalam. Jisoo yang gugup mencoba mengelabui Taehyung.

"Eo, Paman, Bibi," ucap Jisoo sambil melihat ke samping, tempat pintu. Namun Taehyung tak segampang itu tertipu dan masih terus menatap Jisoo dalam.

"Apa kau kira aku anak kemarin sore yang dengan gampangnya bisa kau kelabui?" Tanya Taehyung dengan suara beratnya.

My Teacher | VSOO | ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang