Malam.. Boleh minta bantuan buat promosiin sky? Terserah mau gmn aja. Kalau story ini rame kn enak jg bacanya hehe. Bgi yg mau aja, terima kasih.
•
•
•
•
•
Semua orang di buat pusing oleh bocah yang baru saja bangun dari tidur nya. Sky awal nya tertawa senang saat terbangun menemukan semua keluarga di depan nya, namun saat melihat tangan kecil itu tertancap sesuatu di saat itulah tangis nya pecah.
"Papa lepas hiks.." Sky menunjukan tangan nya yang tertancap jarum.
Cavero menimang pelan tubuh sky dalam gendongan nya. "Tidak sekarang, kamu butuh itu."
"Tapi sky baik-baik saja." Ia kembali menyembunyikan kepala nya pada leher sang papa, mulai mengeluarkan air mata supaya dikasihani.
Tapi cara itu tidak berlaku untuk semua orang, terbukti mereka hanya menoleh sejenak lalu kembali pada tugas Masing-masing.
"Om Gavin, tolong."
Gavin menggeleng pelan. "Tetap menurut atau kamu langsung dibawa ke rumah sakit."
"Hiks.. Tidak mau. Jahat, hueeee."
Cavero menepuk-nepuk pelan punggung putra nya. "Hanya sebentar sky, saat cairan itu habis maka om Gavin akan melepaskan nya."
"Tapi tangan sky sakit."
"Sini abang tiup." Zeano mendekat lalu menggenggam tangan yang sedikit membengkak itu dan meniup nya pelan.
Sky diam membiarkan perilaku abang pertama nya. Cavero tersenyum kecil menghapus pipi chubby sky yang basah dengan jari nya.
"Maafkan abang meninggalkan mu bersama daniel."
"Jangan di ulangi lagi." Bukan sky yang menjawab tapi cavero.
Zeano mengangguk cepat. "Aku berjanji."
"Papa ayo jalan-jalan." Ajak sky yang membuat semua orang mengernyit bingung.
"Kenapa tiba-tiba?" Tanya caessa ikut mendekat lalu sedikit membenarkan rambut sky yang sedikit menutupi mata indah itu. Seperkian detik caessa teringat fany, namun dengan cepat ia menggelengkan Kepala mencoba mengusir pikiran itu.
"Bunda kenapa?" Tanya Gio heran.
Caessa tertawa kecil. "Tidak apa-apa." Ia kembali menatap si bungsu. "Sky, jawab bunda."
Sky memilin tangan nya sendiri. "Bosan."
"Kamu tidak papa izin kan keluar lagi," Ucap cavero tegas.
Bibir sky mengerucut kesal, ia sedikit mendorong dada bidang cavero lalu merentangkan tangan ke arah kaka pertama nya.
Zeano sedikit terkejut tapi langsung berubah menjadi senang. Dengan cepat ia menggendong tubuh sky yang berisi sangat nyaman untuk di peluk.
Cavero mendengus mendapati sky tengah merajuk pada nya. Tapi ia yakin jika pilihan nya itu benar.
"Abang ayo jalan keluar." Pinta sky dengan suara yang teredam karena menempel kan wajah nya di dada zeano karena malas menatap sang papa.
Zeano mengelus rambut tebal adik nya. "Iya, tapi nanti."
KAMU SEDANG MEMBACA
SKY TRAPPED [END]
General FictionHidup diperlakukan seperti bayi? Hal buruk atau menyenangkan? Tanya kan saja pada sky, anak yang berusia 13 tahun tinggi sekitar 156 memiliki wajah terbilang manis nyerempet ke cantik. Mempunyai keluarga yang overprotective akut, sial nya ia bahk...
![SKY TRAPPED [END]](https://img.wattpad.com/cover/304499542-64-k364196.jpg)