Jiakh sky double up, tapi besok gk dulu ya wkwk.
________
_____________
_______
Baru salam pembuka konflik, udah pada ngamuk aja kalian😞
BTW MAKASIH 30K NYA!
•
•
•
•
Caessa menatap dalam diam seorang anak yang terbaring di ranjang rumah sakit. Kepala nya nampak di perban serta sudut bibir itu terlihat luka.
Ditangan nya tertancap jarum yang menyalurkan darah dari suami nya, cavero. Caessa tidak sendiri, ada fany di dalam ruang inap ini. Setengah jam yang lalu kondisi lio membaik dan Gavin memindah kan nya dari IGD.
Alex dan suami nya sedang berbincang di luar. Sedangkan zeano membawa pulang sky kerumah, sungguh susah membujuk anak itu agar mau menurut.
Tadi saja sempat ada drama sky menangis kencang saat zeano menggendong nya menjauh pergi.
Caessa ingin lebih lama disini karena penasaran dan pikirannya terus berkelana memikirkan suatu hal yang mungkin benar terjadi.
"Berapa umur anak mu, fan?"
"13 tahun."
"Dimana kau melahirkan lio?"
"Rumah sakit yang sama tempat kita berada saat ini."
Caessa mengangguk samar ia menunduk dengan tangan bertaut resah.
"Aku tidak menyangka kalau lio.. Bukan anak kandung kami."
Caessa kembali menoleh pada fany yang mengelus lembut pipi lio yang terlihat tirus.
"Tubuh ku dan alex tidak setinggi lio saat di usia masih 13 tahun, bahkan itu tidak membuat kami curiga. Aku kira itu hal yang wajar."
Caessa tetap diam mendengar kan.
"Jika lio tertukar, lalu dimana anak kandung ku sekarang?" Tanya fany entah kepada siapa. "Aku harap dia sehat dan di rawat dengan orang yang baik pula."
Secara tidak sadar caessa ikut meneteskan air mata nya melihat fany dan alex yang begitu menyayangi lio walau sudah mengetahui kalau anak itu bukan darah daging mereka sendiri.
Clekk
Caessa segera menghapus air mata nya saat pintu terbuka dan masuk lah dua pria, siapa lagi jika bukan cavero dan alex.
"Ayo kembali, gio menelfon kalau sky tidak berhenti menangis sejak pulang," Ajak cavero.
"Baiklah." Caessa tersenyum ke arah fany. "Aku pulang. Semoga lio cepat pulih."
Fany mengangguk. "Terima kasih."
"Kami berhutang budi pada kalian, terima kasih atas semuanya," Ucap alex tulus.
"Sama-sama." Ucap caessa dan cavero bersamaan.
Sejenak kedua nya menatap lio yang masih terbaring lemah dengan menutup mata. Mereka tersenyum samar entah bermakna apa.
🧸🧸🧸
Cavero sesekali mencuri pandangan pada sang istri yang duduk disamping nya yang sedang menyetir.
"Aku tahu apa yang ada dalam otak mu itu. Berhenti lah berpikiran buruk, caes."
Caessa terkekeh getir. "Aku takut, mas."
KAMU SEDANG MEMBACA
SKY TRAPPED [END]
General FictionHidup diperlakukan seperti bayi? Hal buruk atau menyenangkan? Tanya kan saja pada sky, anak yang berusia 13 tahun tinggi sekitar 156 memiliki wajah terbilang manis nyerempet ke cantik. Mempunyai keluarga yang overprotective akut, sial nya ia bahk...
![SKY TRAPPED [END]](https://img.wattpad.com/cover/304499542-64-k364196.jpg)