Hari menjelang malam, Namjoon yang di minta untuk mengurus Taehyung itu melimpahkan tugasnya pada Seokjin. Namjoon adalah laki laki alpha, bagaimana pun juga dia akan bereaksi dengan aroma feromon omega yang tengah berada dalam masa heat nya.
Begitu juga Yoongi, dia tidak bisa berada di sekitaran kamar Taehyung. Sungguh, aroma manis itu menyiksa batin alpha nya! Jika tidak menahan diri, Yoongi mungkin sudah mengklaim Taehyung saat ini juga.
Setelah siang tadi Seokjin datang ke kamar itu untuk sekedar memberikan obat yang sudah dokter resep kan, malam ini dia kembali ke kamar itu. Membawa sebuah nampan berisikan makanan juga buah buahan untuk kembali menjaga tenaga Taehyung yang terkuras di masa kawin nya.
"Taehyung?"
Suara itu menyapa, di keheningan malam. Pukul 09, Seokjin kembali datang membawa makan malam yang tadi sempat Taehyung tolak. Bagaimana pun juga, Taehyung harus tetap makan di saat tubuhnya benar benar lemah seperti saat ini.
Biasanya saat mereka sedang tidak bertugas, Taehyung cenderung menghabiskan waktu di dalam kamar. Sekedar untuk tidur dan beristirahat, atau dia suka melukis di sela sela panas tubuhnya yang sedang naik turun.
"Taehyung?"
Tidak ada jawaban, panggilan kedua itu Seokjin ucapkan. Berjalan masuk meskipun Taehyung tidak menjawab, mencari saklar lampu untuk mulai menerangi kamar Taehyung yang benar benar gelap gulita.
Ini adalah kesenangan nya, Taehyung senang berada di tempat gelap saat masa birahi nya datang, dia juga suka menggulung tubuhnya dengan selimut tebal, atau sekedar bergelung di atas tumpukan bantal. Hal hal menggemaskan, seperti omega pada umumnya yang terjadi di siklus heat mereka.
Clek!
Saklar lampu itu menyala, menampilkan sosok Taehyung yang tengah meringkuk dengan menutup kedua matanya dengan pergelangan tangan. Itu lebam! Kulit nya merah, akibat genggaman tangan Jungkook yang begitu kuat saat siang tadi menyeret nya masuk ke dalam kamar ini.
"Taehyung?"
Seokjin menyentuh selimut yang menutup rapat tubuh omega pria itu, Taehyung tidak bergeming. Khawatir? Seokjin meletakkan nampan berisikan makanan di atas meja sudut kamar Taehyung.
"Taehyung? Taehyung? Kau baik baik saja?"
Meraih tubuh laki laki itu, membuka tutupan lengan di atas wajahnya. Bisa Seokjin lihat, jika Taehyung dalam keadaan terpejam. Suhu tubuhnya masih terbilang demam. Dengan sekujur tubuh basah karena keringat yang dia keluarkan.
"Taehyung? Kau tidak meminum obat mu?"
"Aku ingin melukis Hyung!"
Suara parau, lirih nya benar benar menandakan keadaan Taehyung yang kian melemah.
Seokjin menarik tubuh itu untuk bangkit, mendudukkan nya separuh bersandar di atas ranjang, mulai membuka semua pakaian Taehyung tanpa tersisa. Bukan hanya karena rasa peduli, Seokjin tentu tidak ingin Taehyung mati kelelahan! Terlebih jika terjadi di dalam kediaman target nya seperti saat ini.
"Hyung-"
"Diam, sialan kenapa harus di sini? Kenapa kau harus masuk ke dalam masa heat mu di dalam rumah ini?"
Dengan menggerutu, Seokjin mencari pakaian lain yang ada di dalam lemari kamar Taehyung. Terserah, entah pakaian tidur seperti apa yang dia ambil, Seokjin bahkan tidak memperdulikan warna celana juga baju yang berbeda.
"Hyung-"
"Diam, tutup mulut mu, jangan buang tenaga untuk berbicara hal tidak penting saat ini."
"Hyung-"
