Part 15

184 14 0
                                        

Vote:)

Sekarang aku, Nisa, Devan sedang berada dirumah sakit. Yap, kami jengukin si Ammy. Sebenarnya aku males suer! Tapi ya tak apalah, diakan musuh aku. Eh?

Aku sempat ngerasa janggal pas tau kalau David yang ngejagain Ammy selama Ammy dirumah sakit dan oh, Ammy pingsan karena kelelahan mungkin pas kamping kemaren itu kali ya? Pasti Ammy bakal di perhatiin, dijagain dengan baik sama David. Jadi envy.. Hah! Kenapa jadi kepikiran kek gitu?!

"kamarnya nomer berapa sih Van?" Tanya Nisa kepada Devan saat kami lagi mencari kamar dimana Ammy dirawat

"nah ini dia" ucap Devan berhenti dikamar '04' sambil membukakan pintu dan mempersilahkan aku dan Nisa untuk masuk

Sesampainya didalam aku melihat Ammy yang terbaring diranjang dan tepat disebelahnya ada David yang duduk dibangku,kayaknya mereka lagi ngomongin sesuatu. Dilihat dari wajah David dia memandangi Ammy serius, datar, dingin dan Ammy memandang David dengan tatapan memohon. Apa yang terjadi?

"ehem.." deham Devan membuat David dan Ammy menoleh

"eh,Van lo udah dateng" kata David sambil membenarkan posisi duduknya

"ya. My, gimana keadaan lo?" Tanya Davan kearah Ammy

Ammy tersenyum, Kali ini keknya dia senyumnya tulus. "udah nggak papa kok. Kalian semua makasih udah mau jenguk" ucap Ammy terseyum senang sambil melirikku. Eh? Apaan barusan? Dia senyumin aku? Nggak nyangka

"santai aja kali" ucap Nisa mendekat kearah meja sebelah ranjang dan menaruh buah-buahan yang tadi dibelinya. Ya,tadi kami sempat beli buah dulu sebelum kesini

Aku berjalan menuju sofa kemudian duduk disana, setelah itu David mendekat kearahku dan duduk disampingku.

Makin hari makin ganteng aja sih Vid...

Aku menengok kearahnya, ia sedang mentapku dengan tatapan yang aku nggak tau apa arti tatapan itu

"kenapa?" tanyaku bingung

Tampa diduga David mendekatkan mukanya dan

Cup.

Anjrit!

Satu kecupan mendarat dijidatku! Sudah dua kali David menciumku! Walaupun cuma dijidat, tapi udah bikin aku ngelayang layangg. Tak sadar dari tadi aku melongo natapin David

"gue, kangen Vi.." ucapnya membuat kukaku memerah. Demi apa??

"y-ya gue juga" ucapku malu-malu. Aduh, pasti mukaku kek orang bego banget deh. David terkekeh kemudian mengacak rambutku geram

"eh, gue sama Nisa pergi duluan ya" kata Devan tiba-tiba. Aku dan David mendongak melihat Devan bingung. Mau kemana mereka?

"mau kemana lo berdua?" Tanya David

Devan melirik David dam mengedipkan matanya, David yang seakan tau langsung terseyum geli. Apa-apaan mereka?!

"mau kemana Nis?" sekarang giliran aku yang nanya. Yang ditanya malah senyum malu-malu. Idih,ni orang pada kenapa deh?

"udah lah Vi, biarin mereka" kata David, dan aku masih tetap bingung sendiri

"yaudah deh, bye semua! Ammy gue sama Nisa Duluan ya! Get well soon! "

"iya, makasih"

Devan dan Nisa sudah pergi. Sekarang tinggal aku David dan Ammy disini. Hening. Dari tadi nggak ada satupun dari kami yang buka suara. Semuanya pada asik dengan isi pikirannya

Sudan beberapa lama hening David berdiri dari duduk itu reflek ngebuat aku dan Ammy menoleh kearahnya

"mau kemana Dav" Tanya Ammy

Curious [COMPLETE]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang