Happy read..
Maaf banyak typo nya..🐰🐯
Jungkook membangunkan taehyung yang ketiduran di mobil dengan cara mengusapkan jarinya pada sebelah pipi taehyung.
Mata elang itu terbuka pelan. Pemandangan indah di lihatnya ketika terbangun. Wajah itu begitu dekat di depan taehyung.
"Kookie... Kookie sayang, mengapa kau selalu hadir dimimpiku,tak taukah kau aku merindukanmu.."
Jungkook terenyuh mendengar racauan taehyung yang mengira dirinya sedang bermimpi. Bibir mungil itu lantas tersenyum.
"Aku tau kau merindukanku, kali ini aku hadir di bangunmu bukan di mimpimu tae ..."
Mata taehyung terbuka lebar ia baru ingat kalau dirinya sedang di culik jungkook. Pipinya memerah di tatap jungkook yang masih saja ternsenyum ke arahnya, sangat malu rasanya bagaimana bisa dirinya menganggap ini mimpi. Bodoh, taehyung merutuki diri sendiri. Lalu melihat sekitar.
"Jungkook tempat iniii...?"
"Ayo turun aku ingin menghabiskan hari ini bersamamu tae.."
Jungkook turun menunggu taehyung yang juga menyusul keluar dari mobil. Jungkook menggenggam tangan taehyung berjalan menuju bangku panjang di tempat ini. Taehyung dengan pasrah menurut saja.
Duduk berdempetan kedua pria dewasa ini kembali pada tempat yang pertama laki mempertemukan mereka di tepian telaga yang sama kala remaja.
Keduanya hanyut dalam pikiran masing masing di bawah mentari yang sedang memancarkan cahaya merah kekuningannya bersiap siap untuk menenggelamkan diri.
Wajah keduanya terpapar sinar itu lagi.
"Di sini aku pertama kali menemukan cinta."
Yang terlihat manis membuka pembicaraan lebih dulu.
"Di sini juga aku menemukan seseorang yang aku cintai hingga saat ini" mata bulat kelam itu bicara sambil memandang air telaga tenang di depannya. Sedangkan orang yang mendengar tengah menatap jungkook penuh arti.
"Sama"
Jawaban tegas taehyung membuat jungkook menoleh ke arahnya. Keduanya lalu saling menyapa dalam tatapan hingga hening mendera.
"Benarkah tae..?"
Taehyung yang di tanya mengangguk.
"Tidak. Kau bohong ! Sudah berapa kali kau meninggalkanku? Jika itu benar kau tak kan pernah pergi"
Jungkook tertawa kecil walau begitu nampak sekali matanya mulai di penuhi air yang hendak tumpah di sudut mata.
"Kau jahat tae!"
Berderai air mata jungkook menitik di kedua pipinya.
Taehyung gusar, tak sanggup melihat jungkook seperti ini. Kemana jungkook yang terlihat angkuh kemaren.
Taehyung benar benar tak tahan melihat jungkook menangis. Ia membawa wajah basah jungkook bersandar ke bahunya sebelah tangan mendekap tubuh bergetar itu.
"Bukankah sudah tae katakan, mata indah kookie tak boleh menangis" taehyung mengusap pipi basah pria di dekapannya dengan empu jari. Padahal dirinyapun tak mampu membendung air mata yang tanpa permisi mengalir begitu saja.
Bukankah ini seperti de javu, momen seperti ini dulu pernah terjadi. Matahari sore dan air telaga di sanapun sepertinya sudah paham .
Dulu kala pernah menjadi saksi bisu kedua sejoli yang saling terikat rasa.
KAMU SEDANG MEMBACA
LELAH INI
Historia Corta"SUDAH JIMIN ! Sudaaah jangan di lanjutkan lagiii.." taehyung menutup telinganya kepalanya menggeleng geleng tak kuat dengan apa yang di dengarnya. Namun jimin, jimin harus menyelesaikan ini semua.
