Chapter 13

5 0 0
                                        

Prakteknya hari ini yang hanya satu waktu di pagi hari membuat ia bisa sedikit bersantai siang harinya setelah seluruh pasiennya telah ditangani. Namun, entah apa yang ada dipikiran Aya saat ini, tetapi tidak seperti biasanya yang memilih langsung pulang setelah jam prakteknya usai. Kini, gadis itu justru terduduk santai di kursi tunggu dengan memperhatikan orang berlalu lalang yang melewati lobi utama rumah sakit.

"Ayaa, lama banget saya nggak lihat kamu," tutur seseorang dengan jas putih dokter yang masih terpakai rapi di tubuhnya.

Ayana yang sadar akan kedatangann seseorang itu pun langsung menoleh ke arah di mana suara itu berasal dan hanya tersenyum menanggapi pernyataan itu.

"Saya dengar, kamu lagi cari jam tambahan praktek, ya?"

"Iya, nih. Dokter Nisa ada?" tanya Ayana balik.

"Ada, sih. Cuma nggak tau udah keisi sama orang atau belum, nanti saya kabarin kamu ya kalau belum keisi," tuturnya manis.

"Makasih ya, Dok. Aya tunggu pokoknya," ucap Ayana tidak kalah manis.

"Sama-sama, atau nggak nanti kamu coba ke sana aja. Buat alamatnya nanti saya kirim lewat pesan."

"Boleh, tuh. Biar saya yang cek langsung saja, biar nggak ngerepotin Dokter Nisa," saut Ayana dengan terkekeh.

"Nggak ngerepotin sebenarnya, kebetulan yang punya kliniknya teman saya juga, tapi nggak apa-apa kalau kamu mau langsung ke sana. Takut kelamaan juga kalau nunggu saya yang kabarin. Nanti saya kirim alamatnya ya, Ay. Saya duluan ya, masih ada pasien," tuturnya dengan senyum manis.

"Sekali lagi makasih ya, Dok," ujarnya yang hanya disaut senyuman dan anggukan kepala oleh lawan bicaranya.

Sepeninggalan dokter seniornya, Aya memilih untuk membuka ponselnya yang sedari tadi tergeletak sembarangan di dalam tas kerjanya. Namun, baru beberapa saat dirinya berselancar pada sosial medianya, terlihat notifikasi pesan masuk yang membuatnya membuka roomchat nya.

Pesan Singkat
Zeca

Hari ini praktek pagi, 'kan? Gue tunggu di tempat biasa.

Sekarang?

Tahun depan.

Ya sekaranglah, Ayana!!

Wait, gue otw dari rumah sakit.

Jangan lama!!

Bawel.

***

"Ini benar-benar pas, Ay. Kalau gue bisa aja gue pasti bakal ambil, tapi sayangnya gue nggak bisa," bujuk Eca bersungguh-sungguh.

"Iya, sih, tapi gue belum yakin bisa melakukan keduanya sekaligus. Gue bukan lo yang multitasking, Ca," balasnya.

"Gue yakin lo pasti bisa. Ini kesempatan emas buat lo, Aya. Kesempatan seperti ini tidak datang dua kali."

"Sampai kapan pendaftarannya?"

"Masih lama, sih. Masih sampai tahun ajaran baru, masih ada sekitar tiga bulan buat lo berpikir, tapi saran gue semakin cepat semakin baik. Lo taukan kalau ini peminatnya selalu membeludak, gue takut nanti kalau malah lo kehabisan kuota," tutur Zeca.

We Don't KnowWhere stories live. Discover now