Chapter 19

6 0 0
                                        

Rutinitas pagi ini masih seperti pagi-pagi seperti hari biasanya di mana ia harus berangkat bekerja sebelum jam mengajarnya dimulai. Namun, beberapa hari ke depan dirinya harus berangkat lebih pagi dari biasanya dikarenakan harus mengantarkan ibundanya dahulu selama mobil wanita itu dalam masa perbaikkan.

Selama di perjalanan ibu dan anak itu banyak mengobrolkan hal-hal random agar perjalanan menuju tempat tujuan tidak menjadi hening.

"Mi, El bantu dia dulu, ya," ucap Norl dengan memarkirkan mobilnya di tepi jalan.

"Iya, kasihan. Mogok kayanya motornya," saut wanita yang duduk di kursi samping kemudi.

"Bentar, ya." Akhirnya lelaki itu pun ke luar dari mobil dikendaraanya.

Helenna yang masih berada di dalam mobil pun pandangannya terus menatap pada pemadangan di depannya, dimana putra semata wayangnya yang dengan gantle membantu seorang gadis yang terlihat tengah kesusahan.

Sesuai perkataannya di awal, kini Noel sudah kembali memasuki mobil nissan juke berwarna hitam yang di dalamnya terdapat seorang wanita paruh baya.

"Loh, Aya! Motornya kenapa?" tanya wanita itu setelah gadis itu ikut mendudukkan dirinya di kursi penumpang.

"Kehabisan bensin, Dok," saut Ayana.

"Ya gini kalau cewek naik motor, yang penting bisa jalan aja udah, urusan bensin mah nunggu kehabisan dulu," sindir lelaki yang tengah mengemudikan mobilnya.

Ayana yang mendengar hanya dapat memutar matanya malas tanpa menyaut sedikitpun.

"Kok bisa kehabisan bensin?" heran ibu dari lelaki yang dikenalnya belum lama.

"Tadi sebelum kehabisan motornya juga sempat mogok, jadinya Aya nggak ngeh kalau bensinnya udah habis."

"Ya Tuhan, pasti capek ya," ujar Helenna.

"Itu motor kayanya tau kalau pemiliknya nggak pernah olah raga, jadi mumpung pagi diajakin olah raga sama itu motor," tutur Noel dengan senyum miringnya.

"El, apa sih? Orang lagi dapat musibah malah seperti itu," tegur ibundanya.

Mendapat teguran dari sang ibu, lelaki itu hanya terkekeh dan berkata, "Becanda, Mi."

"Di dalam plastik masih ada air minum, ambil aja. Pasti hauskan," ujarnya setelah menyelesaikan kekehannya.

Dengan gerakan perlahan tapi pasti, air mineral dan plastik itu kini sudah berpindah tempat menjadi dalam genggaman gadis yang menjadikan hijab pashmina sebagai hijab andalannya.

Tidak butuh waktu lama untuk El mengantarkan kedua wanita di dalam mobilnya itu. Setelah memastikan keduanya telah memasuki gedung dengan tinggi tiga lantai, dirinya kembali meninggalkan pelataran gedung layanan kesehatan itu.

Bukannya menuju tempatnya mengajar, ia justru kembali menuju tempat di mana motor Aya ditinggalkan. Saat urusannya dengan motor gadis itu selesai, ia pun segera beranjak dari tempat itu. Namun, sebelum benar-benar pergi, lelaki itu terlebih dahulu mengirim pesan kepada sang empunya motor.

'Hari ini praktek sampai jam berapa? Kalau udah selesai kabarin, ya. Gue jemput, motor lo kan lagi mogok!"

Send!

Pesan pun telah terkirin. Namun, balasan belum didapatkan oleh Noel. Dirinya bergegas meninggalkan tempat itu dan menuju tempat kerjanya.

***

"Harusnya nggak usah dijemput, lo jadi bolak-balikkan jadinya," ujar Ayana.

"Nggak apa-apa, dari pada lo ribet nggak ada motor. Mending gue jemput lebih aman, hemat ongkos juga," saut lelaki di sampingnya.

We Don't KnowWhere stories live. Discover now