8. i Will always love you

1K 84 12
                                        

"ekhem, kita satu kamar, bajumu sudah di pindahkan ke kamarku, jika ada barang yang kurang biar aku bawakan."

Yap, kini jisung dan chenle tengah berada di ambang pintu kamar chenle, Chenle hanya tersenyum dan mengangguk mendengarkan ucapan Jisung, ia belum berniat untuk mengecek barang-barangnya.

Kedua pasangan itu akhirnya beranjak ke kamar Jisung, Jujur chenle baru sekali masuk ke dalam kamar Jisung, ah tidak, kini kamar itu adalah kamar miliknya. Chenle mengedarkan pandangannya ke kamar bernuasa hitam abu-abu yang menunjukan kesan Elegant.

Namja bermarga Park itu memang orang yang sederhana, ia bisa saja membeli mansion, tetapi yang jisung lakukan adalah membeli rumah di salah satu perumahan dekat kantornya, bisa dibilang perumahan elith namun jisung memilih rumah yang minimalis

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Namja bermarga Park itu memang orang yang sederhana, ia bisa saja membeli mansion, tetapi yang jisung lakukan adalah membeli rumah di salah satu perumahan dekat kantornya, bisa dibilang perumahan elith namun jisung memilih rumah yang minimalis.

Namja bermarga Park itu memang orang yang sederhana, ia bisa saja membeli mansion, tetapi yang jisung lakukan adalah membeli rumah di salah satu perumahan dekat kantornya, bisa dibilang perumahan elith namun jisung memilih rumah yang minimalis

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Sang Istri— Zhong Chenle juga bukan orang yang neko-neko, ia juga lebih suka rumah minimalis yang indah. Bahkan rumah jisung bisa dibilang setara dengan rumah milik karyawan-karyawan di kantornya.

Setelah satu Minggu lebih tiga hari, Chenle diperbolehkan pulang dengan syarat tidak boleh kecapean, sedari tadi jisung sangat memperhatikan gerak gerik chenle.

"Kau mau kemana?," Tanya Jisung saat melihat Chenle bangkit dari duduknya,

"Aku mau mandi, Jie."

"Biar aku temani—,"

"Tidak usah! A-aku bisa sendiri."

Jisung melangkah mendekatkan diri ke arah Chenle, "Kata Dokter aku harus membantumu mandi, "

"Tapi aku bisa sendiri, Jie,"

"Kau tidak ingin mandi bersamaku?,"

"H-hah?,"

Pipi Chenle memerah, sebenernya ia canggung, karena memang sebelum ini sifat jisung ke chenle amatlah dingin. Apakah tidak apa jika mandi bersama Jisung? Toh juga mereka sudah pernah melakukan hal itu.

Dengan segera Jisung menggendong chenle ke kamar mandi, mendudukan Chenle di tepi bathub, "Jisung?,"

"Bolehkah aku mandi bersamamu?,"

VIOLET [Jichen]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang